Salah satu alas kaki yang sering digunakan orang kebanyakan adalah sepatu. Selain sebagai pelindung kaki dari berbagai benda berbahaya, sepatu juga bisa menunjang penampilan seseorang.

Sepatu memiliki banyak jenis tergantung tujuan dan fungsinya. Berapa sepatu yang Anda punya di rumah? Kadang karena saking sukanya dengan satu sepatu, kita jadi menggunakannya hampir setiap hari.

Padahal, sepatu juga ada batas pemakaiannya lho, Anda harus mengganti sepatu lama dengan sepatu baru jika sudah timbul beberapa tanda. 

Kenapa Harus Ganti Sepatu?

Menggunakan satu sepatu tiap hari yang itu-itu saja ternyata menimbulkan potensi penyakit untuk tubuh khususnya bagian kaki kita. Oleh karena itu kita disarankan untuk tidak menggunakan satu sepatu yang sama setiap harinya.

Penggunaan sepatu yang sama terutama sepatu dengan bagian yang tertutup sepenuhnya bisa membuat kondisi kaki kita sangat lembab.

Nah, kaki lembab inilah yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur pada kaki. Kondisinya bisa semakin parah jika sepatu yang Anda kenakan berbahan plastik.

Infeksi jamur ini bisa menimbulkan beberapa masalah pada kaki mulai dari perubahan warna kuku, kuku terbelah, penebalan kuku, kulit bersisik, mata ikan, kapalan, dan bau kaki. Selain itu iritasi dan rasa nyeri juga bisa ditimbulkan oleh infeksi jamur. 

Infeksi jamur kaki ini cenderung sulit untuk disembuhkan. Karena pada banyak kasus jamur yang menginfeksi kaki menjadi resisten dan tidak merespon pada terapi. Jadi waktu sembuhnya akan butuh waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu jangan kenakan sepatu yang sama setiap hari. Gunakan beberapa sepatu secara bergantian. 

Kapan Harus Ganti Sepatu Lama ke Sepatu Baru?

Selain direkomendasikan untuk menggunakan sepatu yang berbeda setiap harinya, Anda juga harus segera mengganti sepatu lama jika sudah timbul beberapa masalah. Berikut beberapa tanda kapan Anda harus ganti sepatu baru:

Sepatu Menimbulkan Bau

Sepatu sudah dicuci bersih namun masih menimbulkan bau yang tidak sedap baik saat dikenakan maupun tidak? Ini menjadi salah satu ciri atau tanda harus mengganti sepatu Anda.

Bau ini terbentuk karena usia dan frekuensi pemakaian yang sering. Selain itu ada kemungkinan juga  lapisan anti-mikroba di dalam sepatu sudah rusak dan tidak lagi bekerja dengan baik, oleh karena itu timbul bau yang tidak sedap dari dalam sepatu.

Sudah Sangat Lama dan Mencapai Jarak Ini

Kadang meski sebuah sepatu yang sudah sangat lama dipakai masih terlihat baik-baik saja untuk dikenakan. Namun jika sepatu Anda sudah menempuh jarak lebih dari 565 kilometer ada baiknya untuk mengganti dengan sepatu baru.

Sepatu yang sudah digunakan sejauh ini biasanya sudah timbul berbagai masalah mulai dari sol yang menipis, bagian midsole dan upper sole yang mulai terpisah, bagian tumit yang terkikis atau aus, dan lain-lain.

Menimbulkan Permasalahan Pada Kaki

Sepatu yang sudah terlalu lama digunakan biasanya juga bisa menimbulkan masalah pada kaki penggunanya. Sepatu aus biasanya menimbulkan rasa nyeri, ini timbul karena lapisan insole atau bantalan dalam sepatu sudah rusak dan tak lagi bisa menopang kaki dengan baik.

Selain itu bagian depan sepatu atau area jari kaki yang rusak juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada jari. Kerusakan ini timbul karena seringnya bagian ini menyentuh sidewalk atau terjadi benturan.

Kondisi sepatu yang tidak baik juga kerap kali menyebabkan masalah seperti kapalan dan mata ikan.

Jika Anda mengalami masalah tersebut segera atasi dengan produk salep atau cairan khusus yang aman seperti Callusol. Agar kapalan dan mata ikan tidak menimbulkan masalah yang lebih parah.

Callusol adalah cairan oles yang berfungsi sebagai obat untuk menghilangkan mata ikan, kutil, dan kapalan.

Kombinasi bahan-bahan keratolitik dari asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol di dalam larutan Callusol akan melunakkan dan melepaskan penebalan kulit secara bertahap.

Setelah beberapa kali pemakaian, mata ikan, kapalan, maupun kutil akan terlepas sendiri dari kulit.

Alas Bagian Tumit Menipis dan Sol Terpisah

Bagian tumit memang kerap kali menjadi bagian yang menipis lebih cepat ketimbang bagian yang lain. Kondisi ini disebabkan karena tingginya intensitas gesekan pada saat kaki berjalan.

Dilansir dari runner.id ketika kita berjalan terjadi peristiwa over pronate, yakni ketika kaki mendarat pada bagian luar tumit lalu bergulir ke depan (berpronasi) secara berlebihan.

Hal ini menyebabkan perpindahan berat badan ke bagian pinggir dalam, bukan bagian depan telapak kaki. Selain sol yang menipis, kondisi di mana bagian atas sepatu dan bagian bawah mulai terlepas juga bisa jadi tanda lain.

Sol yang terpisah ini bisa menimbulkan masalah seperti masuknya benda asing (air, kerikil) ke dalam sepatu, membuat kaki sakit, dan lain-lain. Jika sepatu Anda sudah menunjukkan ciri ini maka segera cari sepatu baru.

Facebook
Twitter
LinkedIn