Toilet jongkok adalah jenis toilet yang cukup umum di Indonesia. Bahkan, sampai saat ini di banyak daerah di Indonesia masih banyak ditemukan jenis toilet ini. 

Banyak orang yang merasakan jika toilet jongkok lebih nyaman dibandingkan dengan toilet duduk. Ketika sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok, biasanya mereka merasakan posisi yang kurang nyaman, hingga kesulitan untuk buang air besar (BAB). 

Akan tetapi tak sedikit pula orang yang lebih suka menggunakan toilet duduk karena posisi yang lebih santai, praktis, dan tak membuat lutut sakit.

Dari segi tampilan pun toilet duduk terlihat lebih modern. Bahkan kini banyak toilet umum di ruang publik khususnya di kota besar yang menggunakan toilet duduk.

Perdebatan pun mulai ramai terjadi antara manakah yang sebenarnya lebih sehat, apakah toilet duduk atau toilet jongkok?

Sebelum beralih ke kesimpulan mana yang lebih sehat antara toilet jongkok dan toilet duduk, terlebih dahulu mari kita bahas kelebihan dan kekurangan dari dua jenis toilet ini.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk

Toilet duduk sendiri lebih populer digunakan oleh masyarakat di barat baik Eropa maupun Amerika. Sedangkan di Indonesia toilet duduk lebih populer digunakan di kota-kota besar.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, penggunaan toilet ternyata berpengaruh pada kelancaran seseorang BAB.

Keunggulan Toilet Duduk

  • Keunggulan toilet duduk diantaranya memiliki desain yang modern serta mewah dibandingkan toilet jongkok.
  • Model toilet duduk juga sangat ramah bagi pengguna lansia, ibu hamil, dan orang yang tengah mengalami cedera kaki terutama pada bagian lutut. 
  • Menggunakan toilet duduk juga tidak akan membuat lutut kita sakit karena harus tertekuk dalam waktu lama. Namun ini juga sekaligus jadi kekurangan, karena kenyamanan inilah orang cenderung menghabiskan waktu lebih lama di toilet duduk.

Kekurangan Toilet Duduk

  • Selain karena BAB jadi lebih sulit keluar, orang juga cenderung pergi ke toilet duduk sambil melakukan hal lain seperti bermain HP, membaca buku atau koran, dan lain-lain. Padahal kebiasaan terlalu lama duduk di toilet ini bisa menimbulkan masalah kesehatan salah satunya adalah wasir.
  • Wasir atau ambeien ini terjadi karena BAB dengan toilet duduk cenderung lebih lama dan membuat kita mengejan lebih keras. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan di pembuluh darah vena pada area anus dan menimbulkan wasir. 

Ada banyak cara mengobati ambeien, salah satunya adalah dengan menggunakan beberapa bahan alami dan obat-obatan yang dijual bebas di apotek maupun toko obat.

Salah satu obat ambeien yang ampuh, mengandung bahan alami, dan dapat dengan mudah didapatkan adalah Clofen.

Clofen adalah obat ambeien alami yang mengandung bahan-bahan tradisional seperti ekstrak pepaya yang dapat memperlancar buang air besar.

Selain itu, Clofen juga mengandung troxerotin dan daun wangu untuk memperbaiki kelenturan pembuluh darah serta mencegah radang pada ambeien.

  • Selain wasir ancaman kesehatan lain yang bisa muncul adalah sembelit, risiko gangguan usus besar, hingga risiko infeksi saluran kencing.
  • Selain itu kekurangan toilet duduk juga terkait harganya yang relatif lebih mahal.
  • Desain kurang higienis karena bagian tubuh kita harus menempel langsung pada permukaan toilet. Kondisi ini membuat toilet duduk menjadi sarang bakteri seperti e.coli dan shigella, bahkan virus hepatitis A. Risiko kita terserang penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit pun jadi meningkat.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Jongkok

Tak hanya di Indonesia, toilet jongkok juga umum kita temui di berbagai negara di Asia. Meski kini toilet jongkok memiliki kesan yang kurang kekinian dibanding toilet duduk, namun nyatanya ia memiliki banyak kelebihan bagi kesehatan terutama pencernaan kita.

Keunggulan Toilet Jongkok

  • Banyak penelitian menyebut BAB di toilet jongkok membutuhkan waktu lebih singkat dan lebih lancar.
  • Posisi BAB dengan berjongkok juga mengurangi risiko penyakit seperti wasir, kembung, dan sembelit.
  • Baik untuk ibu hamil karena bisa memperkuat otot panggul.
  • Desain toilet jongkok juga lebih higienis karena tidak terjadi sentuhan langsung antara permukaan toilet dengan anggota tubuh.
  • Harga cenderung lebih murah.

Kekurangan Toilet Jongkok

  • Desain terkesan kuno.
  • Kerap menimbulkan rasa tidak nyaman seperti kaki kesemutan, nyeri pada tumit serta paha.
  • Sulit digunakan pada orang yang memiliki gangguan pada pergelangan kaki misalnya keseleo, patah tulang, radang sendi, hingga tendonitis.

Posisi BAB Rekomendasi Dokter

Menurut ahli medis sendiri sudah banyak penelitian yang menyebut bahwa posisi BAB dengan berjongkok lebih efektif dan sehat bagi sistem pencernaan manusia.

Hal tersebut terjadi karena saat posisi kita jongkok organ pencernaan berada pada posisi terbaik. Ada 2 faktor penting dalam hal buang air besar yang harus Anda ketahui:

Otot Puborectalis

Adalah otot yang menekan usus besar saat kita berdiri sehingga feses tidak keluar. Ketika kita menggunakan toilet jongkok, seluruh otot ini mengendur dan tidak bekerja. Sehingga feses jadi lebih mudah keluar.

Sedangkan saat kita menggunakan toilet duduk, otot ini hanya mengendur sebagian jadi saluran pembuangan tidak terbuka maksimal sehingga feses lebih sulit keluar.

Sudut Anorektal

Sudut anorektal adalah posisi yang terbentuk antara anus dan juga rektum. Posisi ini juga berperan dalam lancar tidaknya feses keluar. Saat menggunakan toilet duduk, jalur pembuangan dalam posisi tertekuk, sedangkan saat menggunakan toilet jongkok jalur ini posisinya lurus dan memudahkan fese keluar lebih cepat.

Posisi BAB jongkok juga membuat kita jadi lebih sedikit mengejan dan menurunkan risiko penyakit sembelit maupun wasir. 

Lalu Bagaimana Jika ingin BAB Tapi Hanya Ada Toilet Duduk?

Jika Anda hanya memiliki toilet duduk di rumah, atau sedang di tempat umum dan tidak tersedia toilet jongkok, jangan panik. Anda masih tetap bisa menggunakan toilet duduk.

Agar posisi organ pencernaan lebih maksimal posisikan kaki lebih terangkat. Bisa gunakan kursi kecil atau yang sering disebut dingklik. Atau jika di tempat umum pakai tempat sampah yang biasanya disediakan di tiap bilik.

Dengan begitu otot puborectalis menjadi lebih rileks dan feses bisa dikeluarkan dengan lebih mudah.