Pernah mengalami kondisi munculnya luka memar secara tiba-tiba? Beredar mitos di masyarakat yang muncul terkait luka memar yang datang tiba-tiba, salah satunya karena dijilat setan. 

Pastinya, itu bukanlah jawaban yang masuk akal. Ada penjelasan medis mengapa di tubuh dapat muncul luka memar tiba-tiba.

Kondisi memar bisa saja terjadi karena benturan yang tidak kita sadari atau indikator dari penyakit yang lebih serius. Sebelum mengetahui apa penyebab memar, kenali dulu apa, sih memar dalam dunia medis.

Apa Itu Luka Memar?

Memar adalah kondisi saat terjadi pendarahan pada pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit akibat trauma apapun. 

Hal yang paling sering terjadi adalah karena benturan yang keras dengan benda tumpul. Warnanya biasanya biru, keunguan, menghitam, dan lama kelamaan akan semakin memudar seiring proses penyembuhan.

Memar dapat dikategorikan berdasarkan lokasi lapisan jaringan munculnya luka.

Pertama adalah memar periosteal yang terjadi pada tulang. Kedua adalah memar subkutan, yang terjadi pada kulit. Lalu ketiga ada memar intramuskular yang terjadi pada otot yang ada di bawah kulit.

Gejala Luka Memar

Luka memar yang disebabkan karena adanya trauma atau benturan dengan benda tumpul umumnya akan memunculkan beberapa gejala seperti pembengkakan, rasa nyeri, dan perubahan warna kulit.

Pada kasus memar akibat benturan biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis.

Namun jika setelah beberapa hari memar tak kunjung membaik dan kita tidak tahu apa penyebabnya, bisa jadi luka tersebut adalah indikator dari penyakit yang menyerang tubuh kita.

Penyebab Luka Memar

Luka memar yang muncul di tubuh kita bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor ini bisa datang dari luar tubuh seperti trauma benturan pada benda tumpul.

Maupun faktor dari dalam tubuh yaitu indikator sebuah penyakit yang menyerang tubuh kita. Diantaranya adalah:

Cedera Otot Saat Berolahraga

Bagi Anda yang gemar berolahraga seperti angkat beban biasanya menjadi salah satu faktor munculnya luka memar. Kondisi ini terjadi karena otot-otot dan tendon tubuh menegang dan tertarik karena adanya tekanan yang besar.

Untuk menghindari hal ini maka sebaiknya lakukan pemanasan yang benar sebelum melakukan olahraga.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi obat dengan kandungan seperti antikoagulan dan kontrasepsi ternyata bisa melemahkan pembuluh darah dan menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah.

Efek inilah yang bisa menyebabkan munculnya memar secara tiba-tiba.

Purpura Dermatosis

Kondisi ini biasanya dialami oleh para lansia, gejala yang muncul adalah timbulnya memar kemerahan di permukaan kulit terutama di sekitar tulang kering.

Memar ini disebabkan karena adanya gangguan pada pembuluh darah akibat darah yang merembes keluar dari pembuluh kapiler. Selain memar kemerahan kondisi ini juga biasanya memicu rasa gatal.

Diabetes

Diabetes terjadi akibat tingginya kadar gula darah pada tubuh. Penyakit ini menimbulkan beberapa gejala yang salah satunya adalah munculnya luka memar dan akan sulit atau lama hilang. 

Selain luka memar gejala lain dari diabetes yang mungkin muncul adalah sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun, pandangan kabur, dan sering merasa lelah.

Kelainan atau Penyakit Darah

Beberapa penyakit kelainan darah seperti hemofilia, leukimia, varises, willebrand, dan trombositopenia bisa menyebabkan permasalahan pada sirkulasi darah dan pada ujungnya menyebabkan munculnya luka memar.

Kurang asupan nutrisi

Tubuh kita membutuhkan beberapa asupan seperti vitamin K yang baik untuk pembekuan darah, vitamin C untuk penciptaan jaringan baru, dan B12 yang dibutuhkan untuk memproduksi darah.

Jika kita kekurangan nutrisi tersebut, bisa saja memar muncul karena ketidakseimbangan nutrisi.

Cara Mengatasi Luka Memar

Jika Anda mengalami luka memar akibat trauma benturan pada benda tumpul tanpa disertai indikasi lain seperti nyeri hebat dan pembengkakan, maka perawatan mandiri di rumah sudah cukup.

Anda bisa memanfaatkan beberapa langkah berikut :

Kompres Luka

Anda bisa meredakan memar dengan kompres es lalu kompres hangat. Kompres dengan es selama 15-20 menit bisa membantu menyempitkan pembuluh darah dan mencegah luka memar semakin luas.

Setelah melakukan kompres dingin, 2 hari setelahnya mulai lakukan kompres hangat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan pembekuan yang terjadi diserap lebih cepat dan warna memar pun akan memudar.

Gunakan Salep Khusus Luka

Selain melakukan kompres, kita juga bisa memanfaatkan salep atau gel khusus untuk menyembuhkan luka.

Gunakan salep yang mengandung heparin sodium, kandungan ini berfungsi untuk melarutkan gumpalan darah yang terjadi di bawah permukaan kulit. 

Anda bisa mendapatkan salep yang dijual bebas di apotek, salah satunya adalah Thromboflash. Thromboflash aman digunakan tanpa memerlukan resep dokter. 

Tinggikan Bagian Tubuh yang Muncul Memar

Saat Anda tidur posisikan bagian tubuh yang terkena memar lebih tinggi dari dada. Misal terjadi memar pada kaki atau lengan, manfaatkan bantal untuk mengangkat bagian tubuh tersebut.

Tujuannya adalah mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga memar tidak melebar dan meredakan pembengkakan

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika luka memar tidak kunjung sembuh setelah melakukan perawatan di rumah ada baiknya Anda segera menghubungi dokter. Apalagi jika memar yang Anda alami juga diikuti beberapa indikasi berikut:

  • Disertai bengkak dan nyeri yang hebat
  • Terjadi lebih sering dari biasanya
  • Tidak sembuh setelah 2 minggu
  • Disertai gusi berdarah atau mimisan

Dengan penanganan medis yang tepat, dokter dapat melakukan pengecekan keseluruhan untuk mengetahui penyebab memar yang Anda alami.

Facebook
Twitter
LinkedIn