Hidup di negara tropis, Anda pasti akrab dengan cuaca hari yang begitu terik. Selain membuat gerah, haus, dan kulit terasa seperti terbakar, kadang cuaca terik sebabkan kepala pusing pada beberapa orang.

Anda pernah mengalaminya juga? Paparan sinar matahari dan suhu yang begitu terik nyatanya memang bisa sebabkan sakit kepala dan pusing. Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Simak penjelasan di bawah ini.

Penyebab Kepala Pusing Akibat Sinar Terik Matahari

Ternyata kondisi ini sangat umum terjadi, dan ada kaitan antara suhu panas dengan risiko sakit kepala. Bahkan hal ini sudah dibuktikan melalui sebuah penelitian. Berikut beberapa faktor atau penyebab kepala pusing saat terkena sinar terik matahari.

Suhu Tinggi

Penelitian yang dilakukan di Harvard Medical School menyebut bahwa kenaikan suhu 5 derajat celcius saja dapat meningkatkan risiko sakit kepala sebesar 7,5 persen. 

Suhu yang tinggi dan panas akibat terik matahari bisa membuat pembuluh darah di kepala mengembang. Lalu menyebabkan sakit kepala yang berdenyut. Kondisi ini akan semakin parah saat seseorang sudah memiliki riwayat sakit kepala seperti migrain.

Dehidrasi

Saat terpapar panas terik matahari biasanya tubuh kita akan mengeluarkan lebih banyak keringat. Ini merupakan upaya tubuh untuk menjaga temperatur dirinya agar tetap stabil di tengah suhu yang panas.

Ketika tubuh banyak mengeluarkan cairan sedangkan asupan cairan kurang, maka tubuh tak lagi mampu memproduksi keringat. Alhasil tubuh kita akan mengalami dehidrasi. Salah satu gejala dehidrasi adalah sakit kepala.

Heat Stroke

Kondisi suhu yang panas ditambah dengan dehidrasi dapat memicu tubuh kita terserang heat stroke. Ini merupakan kondisi dimana tubuh tak lagi mampu mendinginkan suhunya secara otomatis.

Gejala heat stroke antara lain sakit kepala dan pusing yang sangat hebat, jantung yang berdebar-debar, bahkan hingga pingsan.

Saat suhu tubuh mencapai suhu 40 derajat celcius, kondisi ini bisa sangat membahayakan. Heat stroke bisa mengakibatkan kerusakan sistem saraf pusat, penurunan kesadaran, bahkan kematian.

Cahaya Silau

Jika Anda memiliki riwayat sakit kepala seperti migrain, maka risiko sakit kepala saat terik matahari bisa terjadi. Hal ini bisa diakibatkan oleh terik matahari yang sangat menyilaukan.

Cahaya yang silau ini menjadi salah satu faktor penyebab kambuhnya sakit kepala jenis migrain. Ada baiknya Anda menggunakan pelindung kepala dan juga kacamata UV filter saat beraktivitas di luar ruangan. 

Tips Atasi Sakit Kepala Akibat Terik Matahari

Cuaca panas memang sulit kita hindari, oleh karena itu kita harus pintar beradaptasi. Jika Anda kerap alami sakit kepala pusing akibat matahari, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Kurangi Aktivitas Ruangan

Saat kondisi sangat terik, sebisa mungkin batasi aktivitas di luar ruangan. Akan tetapi jika tidak memungkinkan, Anda disarankan untuk menggunakan penutup kepala dan juga kacamata pelindung sinar UV untuk langkah pencegahan.

Jika Anda sudah mulai merasakan gejala sakit kepala menyerang, ada baiknya segera cari tempat berteduh. Ketika Anda masuk ke dalam ruangan ber-AC setelah terpapar terik matahari segeralah duduk.

Duduk lalu luruskan kaki sedikit lebih tinggi dari dada, agar posisinya berada di atas jantung. Posisi ini bisa melancarkan peredaran darah Anda.

Hindari Minuman Kafein Tinggi

Saat suasana terik dan panas pasti Anda tergoda untuk minum-minuman dingin yang manis. Baik soda, kopi, teh, atau bahkan alkohol. Ada baiknya Anda menghindari minuman-minuman berkafein tinggi saat kehausan.

Bukannya mengatasi gejala haus dan dehidrasi, minuman jenis ini justru bisa membuat dehidrasi Anda semakin parah. Minuman berkafein memiliki kandungan diuretik yang justru membuat Anda kehilangan lebih banyak cairan.

Air Putih Saja Tidak Cukup!

Dehidrasi memang menjadi penyebab umum pusing akibat terik matahari. Oleh karena itu Anda disarankan untuk mengonsumsi cukup cairan agar tidak terserang dehidrasi. Akan tetapi air mineral atau air putih saja tidak cukup.

Anda butuh cairan rehidrasi khusus untuk mencukupi kebutuhan cairan dan bantu redakan gejala sakit kepala. Pilihlah produk minuman yang memang diformulasikan khusus untuk mengatasi dehidrasi.

Salah satunya adalah Renalyte, larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang. Komposisi dan kandungan di dalam Renalyte merupakan formulasi dari WHO.

Selain mampu ganti cairan tubuh yang hilang secara efektif, Renalyte juga enak dan segar dikonsumsi karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.