Banyak pasangan yang telah berkeluarga belum memahami pentingnya menggunakan pil kontrasepsi atau pil KB. Padahal kontrasepsi penting untuk rencana keluarga.

Kontrasepsi dapat membantu membatasi jumlah anak dan menunda kehamilan. Banyak yang belum memakai pil KB karena kurangnya pemahaman akan pentingnya menggunakan alat kontrasepsi dan mitos yang beredar mengenai mengonsumsi pil KB dapat membuat wanita menjadi gemuk.

Tapi apakah benar pil KB bikin gemuk? Mari kita ketahui faktanya bersama.

Apa Benar Pil KB Bikin Gemuk?

Dari beragam alat kontrasepsi, pil KB adalah salah satunya dan masih banyak wanita yang tidak mau menggunakannya karena takut dengan efek samping seperti gemuk, mudah mual, dan sering muntah-muntah. 

Pil KB adalah salah satu jenis kontrasepsi berbentuk tablet yang umumnya terdiri dari 21-35 tablet yang diminum dalam satu siklus berkelanjutan. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja karena penambahan estrogen dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Ibu menyusui dianjurkan untuk menggunakan KB jenis ini.

Sering disebut bisa membuat pemakaiannya gemuk, menyebabkan mual dan muntah. Itu hanyalah mitos pil KB. Dulu di tahun 1960 memang digunakan pil KB hormonal dengan dosis estrogen dan progesteron yang tinggi. Pil KB jenis ini memang dapat menyebabkan kegemukan karena efek yang disebut retensi cairan.

Retensi cairan ini sendiri yang membuat cairan tubuh tertahan atau tertimbun. Ini disebabkan oleh komponen estrogen. Tapi kini dosis tersebut telah diturunkan dari 50 mikrogram menjadi 20 mikrogram. Pengurangan dosis tersebut membuat efek samping berkurang tetapi hormonnya makin baik karena mendekati hormon alami.

Pil KB generasi pertama ini mengandung 1000 kali jumlah hormon dibanding pil KB saat ini. Dengan begitu dapat mencegah terjadinya penumpukan cairan sehingga berat badan tetap stabil.

Pil KB dan Berat Badan

Ada sebuah penelitian di tahun 2011 yang dilakukan oleh University of Gothenburg Swedia yang meneliti apakah ada kaitan antara pil KB dan berat badan. Dari hasil riset tersebut diketahui penggunaan pil kontrasepsi jenis kombinasi tidak akan menyumbang lemak tambahan pada tubuh penggunanya.

Dalam penelitian ini melibatkan 1.749 yang diamati pola hidupnya yang berhubungan pada kontrasepsi, kehamilan, berat badan hingga kebiasaan buruk seperti merokok selama bertahun-tahun. 

Hasil penelitian menunjukan, wanita yang menggunakan pil kontrasepsi dan melakukan kontrol rutin tidak menaikan berat badan yang lebih banyak dibanding mereka yang tidak meminum pil KB.

Faktor yang membuat berat badan bertambah justru adalah pertambahan usia, dan kebiasaan merokok. Dalam penelitian ditemukan bahwa wanita yang merokok terdapat kenaikan berat badan sekitar 0,45 kilogram per tahun.

Sebagian mereka yang mengonsumsi pil KB memang mengalami berat badan. Namun, peningkatan berat badan tersebut tidaklah signifikan, sehingga tidak bisa disebut penyebab kegemukan.

Jika wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami kenaikan berat badan, itu hanyalah efek samping yang sementara. Berat badan akan kembali normal dalam 2-3 bulan setelah tubuh mulai terbiasa.

Cara Menjaga Berat Badan saat Menggunakan Pil KB

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengerti bahwa pertambahan berat badan saat menggunakan pil KB disebabkan beberapa hal. Ada baiknya kita menjaga berat badan kita agar tidak menjadi gemuk dengan mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang lebih sehat.  Dengan cara berikut:

Tetap Terhidrasi

Salah satu efek yang dihasilkan dari mengonsumsi pil KB adalah retensi cairan. Nah, hal ini dapat dicegah dengan meminum banyak cairan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dengan begitu Anda pun bisa menjaga berat badan.

Makan-makanan Berserat

Peningkatan nafsu makan tidak akan membuat Anda gemuk jika yang dikonsumsi adalah makanan berserat.  Makanan berserat dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Percepat Metabolisme Tubuh

Saat Anda meminum pil KB, metabolisme tubuh akan sedikit terhambat. Metabolisme tubuh yang terhambat dapat membuat Anda mudah merasa lelah dan meningkatkan berat badan. Untuk mensiasati hal ini, Anda dapat melakukan latihan selama 20 menit, tiga kali per minggu.

Selain membuat Anda sehat, latihan tersebut dapat membakar kalori, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan dopamin untuk membuat suasana hati menjadi baik.

Sambil latihan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang dapat melancarkan metabolisme tubuh. Anda bisa mencoba Slendy, tablet hisap yang punya dua rasa buah anggur dan jeruk dan mengandung L-Carnitine tartrate dan Chromium yang membantu proses metabolisme tubuh sehingga proses pembakaran kalori dalam tubuh.

Slendy juga aman untuk mereka yang sedang menyusui dan bisa dikonsumsi tanpa resep dokter.

Facebook
Twitter
LinkedIn