Marathon adalah olahraga lari jarak jauh yang menempuh jarak hingga 42 kilometer. Namun kini olahraga lari jarak jauh sudah mulai banyak digemari banyak orang.

Sehingga sudah sudah banyak juga perlombaan marathon untuk umum yang menempuh jarak hanya 20 kilometer atau 10 kilometer bagi para pemula atau pecinta olahraga lari.

Apakah Anda termasuk orang yang tertarik mengikuti trend lomba lari marathon? Jika iya, maka ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan.

Karena lari marathon menempuh jarak yang cukup jauh, maka diperlukan kondisi kesehatan yang maksimal dan beberapa persiapan agar Anda mampu mencapai garis finish tanpa kesulitan.

Lomba lari marathon tidak bisa dipersiapkan dalam semalam saja, melainkan harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar semakin maksimal dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu sebelum mengikuti marathon.

Cek Kesehatan

Sebelum mengikuti marathon ada baiknya Anda mengunjungi dokter untuk cek kesehatan dan konsultasi. Cek kesehatan penting untuk mengetahui rekam medis Anda apalagi jika ada riwayat penyakit jantung dan darah tinggi.

Cek kesehatan ini untuk memastikan jika tubuh Anda siap dan mampu menjalani rintangan fisik selama marathon. Baik Anda yang masih muda maupun sudah tua, wajib cek kesehatan ke dokter.

Terapkan Disiplin Latihan

Sebelum menghadapi rute marathon yang panjang dan menguras energi, maka tubuh harus dilatih melakukan aktivitas fisik secara bertahap. Idealnya Anda harus mulai berlatih 3 bulan sebelum marathon berlangsung.

Jika masih pemula, Anda bisa memulai dengan latihan lari setidaknya 2-3 kali dalam satu minggu.

Anda bisa membuat jadwal latihan dalam seminggu misalnya Senin untuk jalan santai, Rabu latihan jogging, Jumat berlatih sprint, Minggu untuk berlatih lari jarak jauh. Anda bisa beristirahat pada hari Selasa, Kamis, dan juga Sabtu.

Setiap minggunya tingkatkan intensitas dalam berlatih. Misal pada minggu pertama Anda memulai dengan berlatih lari 2 kilometer, maka di minggu berikutnya naik menjadi 5 kilometer, dan seterusnya.

Namun ketika sudah menjelang H-10 lomba marathon, Anda bisa menurunkan intensitas latihan.

Pola Makan yang Baik

Pola makan dengan asupan nutrisi yang baik mampu menunjang performa tubuh Anda saat melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga. Setidaknya 6 jam sebelum memulai berlari, biasakan untuk memiliki pola makan yang rendah serat dan tinggi karbohidrat.

Ini akan memberikan kesempatan tubuh untuk mencerna makanan dan mencegah risiko masalah perut saat Anda berlari. Selain itu imbangi juga dengan konsumsi buah, sayur, biji-bijian, serta makanan yang tinggi protein serta Omega-3. 

Gunakan Perlengkapan Olahraga yang Pas

Sebelum menjalani lari marathon, Anda juga harus mempersiapkan semua perlengkapan yang kita butuhkan untuk berlari. Mulai dari sepatu, pakaian olahraga, kacamata dan topi untuk menghindari terik matahari, atau bahkan busa pelindung kaki untuk mencegah cedera saat terjatuh.

Pakailah sepatu dan alat yang paling nyaman dari yang Anda miliki. Jika berniat menggunakan sepatu baru, ada baiknya gunakan dulu beberapa kali sebelum lomba agar kaki terbiasa.

Bagi Anda perempuan juga pilihlah sport bra yang nyaman, hindari yang berbahan katun dan pilihlah material sintetis agar badan dan kulit bisa bernapas dengan baik.

Jika marathon sedang di musim hujan dan memungkinkan terjadinya hujan, Anda juga bisa menyiapkan jaket olahraga maupun jas hujan.

Istirahat Cukup

Tak kalah penting adalah memastikan Anda mendapat tidur yang cukup dan juga berkualitas. Jelang mengikuti lomba marathon, Anda setidaknya harus tidur selama 8 jam setiap malamnya.

Apalagi jika pada hari tersebut Anda baru saja melakukan latihan dengan intensitas tinggi, maka disarankan untuk tidur selama 9 jam.

Dengan tidur yang berkualitas maka Anda akan mendapatkan beberapa manfaat penting mulai dari meningkatnya sistem kekebalan tubuh, mempertajam konsentrasi, dan memperbaiki serta membangun otot.

Jaga Rehidrasi Tubuh

Kekurangan dan kelebihan cairan tubuh sama-sama bahayanya. Kebanyakan minum bisa menyebabkan Anda merasa kembung dan akibatnya menjadi lebih sulit untuk berlari.

Sedangkan dehidrasi seperti yang sudah banyak kita tahu juga bisa memberikan dampak buruk pada tubuh.

Maka dari itu Anda disarankan untuk minum sedikit demi sedikit namun terus menerus, bukan dalam jumlah banyak sekaligus. Saat melakukan marathon Anda juga disarankan untuk menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein dan pemanis buatan.

Anda disarankan untuk mengonsumsi minuman yang mampu mengganti cairan tubuh, bukan sekedar air mineral biasa. Salah satu rekomendasi terbaik dan aman adalah Renalyte.

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang. Renalyte mengandung komposisi yang merupakan formulasi dari WHO.