Salah satu bentuk gangguan yang paling sering dialami oleh mata adalah mata merah atau iritasi mata.Mata adalah organ tubuh yang cukup rentan dan sensitif. 

Di dalamnya terdapat banyak organ dan saraf penting yang dibutuhkan untuk melihat. Bagian-bagian ini jika mengalami gangguan sedikit dapat menimbulkan dampak yang dapat dilihat dan dirasa.

Mata merah atau iritasi mata merupakan kondisi yang sering terjadi pada semua orang. Kondisi ini ada yang dibarengi dengan mata berair, rasa tidak nyaman, atau bahkan timbul rasa sakit.

Anda tidak perlu khawatir, kondisi ini dapat segera diatasi dan dicegah jika Anda dapat menjaga kebersihan mata. 

Untuk mengenal mengapa mata merah bisa muncul, seperti apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa Mata Merah Bisa Terjadi

Mata merah atau konjungtivitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada membran transparan (conjunctiva) mata yang membatasi antara kelopak mata dan bola mata.

Peradangan ini menyebabkan pembuluh darah pada membran transparan menjadi mencolok dan terjadi perubahan menjadi warna merah atau merah muda pada bagian putih di bola mata Anda. 

Umumnya mata merah disebabkan oleh bakteri, infeksi virus, atau reaksi alergi. Segera mendiagnosis dan mengatasinya adalah cara yang terbaik untuk menghindari kondisi ini semakin parah dan untuk membatasi penyebarannya.

Penyebab Mata Merah

Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah kondisi peradangan mata yang umum terjadi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, alergi atau iritasi. 

Kondisi ini muncul akibat peradangan di lapisan bola mata dan bagian dalam permukaan kelopak mata yang menyebabkan pembuluh darah pada mata membengkak dan mata terlihat merah.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi akan berbeda dengan mata merah yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Jika disebabkan oleh alergi, mata merah akan disertai dengan gatal, mata berair, dan terkadang disertai dengan pembengkakan. 

Jika disebabkan oleh virus atau bakteri, mata merah akan muncul disertai dengan mata bernanah, mata terasa nyeri, dan bengkak. 

Mata Kering

Mata kering dapat disebabkan oleh banyak hal. Hal yang paling sering sering terjadi salah satunya adalah karena kelenjar air mata tidak memproduksi cairan mata seperti biasanya, baik dari segi kualitas maupun kualitas.

Jumlah air mata yang tidak sebanyak biasanya maupun terlalu banyak air mata yang menguap akan membuat mata kering dan terlihat merah. 

Cuaca panas, daerah kering, berangin, penggunaan lensa kontak, asap rokok, hingga kekurangan vitamin A pun dapat menjadi penyebab mata merah. 

Untuk mengatasi mata kering, Anda dapat menggunakan obat tetes mata. Jenis obat ini dapat didapatkan tanpa resep dan banyak tersedia di apotek atau toko obat. Gunakan obat tetes mata ini sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Mata Lelah dan Kurang Tidur

Mata lelah sering disertai dengan kondisi mata yang kering atau berair terus menerus. Bahkan dalam beberapa kasus, mata lelah dapat disertai sakit kepala dan lemas. 

Kurang tidur dan mata lelah dapat Anda atasi dengan memejamkan mata sejenak dan beristirahat. Anda juga dapat menggunakan kompres untuk membuat mata nyaman dan kembali segar setelah Anda beristirahat.

Alergi

Mata merah dapat menjadi pertanda alergi, hal ini dapat disimpulkan karena mata merah merupakan reaksi paling umum dari alergi. 

Ketika tubuh bereaksi terhadap zat asing seperti debu, asap yang tebal, bulu, atau bahan kimia dari kosmetik, tubuh akan bereaksi dengan melepaskan histamin untuk melawan sumber penyebab alergi. 

Histamin yang dikeluarkan akan menyebabkan pembuluh mata membesar serta membuat mata Anda merah dan berair.

Lensa Kontak

Pemakaian lensa kontak sering menyebabkan mata merah jika tidak dilakukan dengan benar. Lensa kontak yang kotor, kering, atau terlalu lama menggunakan lensa kontak dapat menimbulkan iritasi, infeksi, dan mata merah. 

Jika Anda mengalami gejala mata merah ketika menggunakan lensa kontak, segera lepas dan bersihkan mata agar gejalanya dapat segera teratasi.

Mata yang kering pun sebaiknya jangan menggunakan lensa kontak terlebih dahulu karena hal ini dapat menghambat oksigen ke kornea dan dapat membatasi aliran cairan mata. 

Computer Vision Syndrome

Terlalu lama melihat layar komputer, televisi, atau telepon genggam dapat menyebabkan mata merah dan juga lelah. Sindrom ini disebut dengan istilah computer vision syndrome. 

Hal ini dapat terjadi karena ketika melihat layar, mata akan berkedip lebih sedikit dari biasanya sehingga akan membuat mata menjadi cepat kering. 

Sebaiknya Anda batasi waktu ketika melihat layar terutama layar komputer. Berikan waktu beberapa saat bagi mata agar tidak cepat lelah dan Anda pun dapat tetap terus berkonsentrasi. 

Asap Rokok

Asap rokok merupakan salah satu penyebab iritasi mata. Asap rokok yang berada di sekitar mata dapat membuat mata merah, kering, dan gatal. 

Berenang

Ketika berenang, mata rentan menjadi merah karena terkena cairan seperti air laut yang banyak mengandung garam serta air kolam renang yang mengandung klorin. Zat-zat ini dapat membuat mata merah karena pH dari air tersebut berbeda dengan cairan pada mata. 

Untuk menghindari mata merah karena berenang, sebaiknya Anda menggunakan kacamata berenang yang dapat mengisolasi mata dari air kolam atau air laut.

Jenis-jenis Mata Merah

Konjungtivitis Alergi

Mata merah karena alergi terjadi ketika alergen bersentuhan dengan mata, seperti debu, tungau, serbuk sari, atau bulu binatang. Alergen membuat sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi dengan berlebihan, menyebabkan iritasi dan peradangan.

Konjungtivitis Kimia (Iritan)

Sakit mata conjunctivitis bisa meradang bila sesuatu benda kecil mengiritasi. Iritasi itu bisa berupa bulu mata yang salah arah ke mata, atau terkena klorin saat berenang di kolam renang.

Konjungtivitis Infektif

Bakteri atau virus dapat menyebabkan infeksi, membuat mata merah atau merah muda dan mengeluarkan air mata. Akibatnya, muncul lapisan lengket di bulu mata dan lendir di mata seperti belek.

Periksakan ke Dokter Jika

Mata merah dapat dengan mudah dihilangkan dengan beberapa cara atau menggunakan obat tetes mata. Namun bukan berarti Anda tidak perlu berhati-hati dalam menangani masalah ini. 

Mata merupakan organ tubuh yang penting dan sangat sensitif, apabila tidak dijaga dengan baik, risiko yang muncul dapat merugikan Anda. 

Apabila Anda mengalami mata merah serta disertai beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk diberikan perawatan dan penanganan dengan segera. Beberapa gejalanya adalah

  • Sakit mata conjunctivitis
  • Mata sangat merah, berbeda dengan penyakit mata merah pada umumnya
  • Mata merah yang membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Banyak mengeluarkan air mata
  • Gejala yang memburuk atau tidak kunjung membaik setelah dilakukan penanganan selama 24 jam.

Apa Benar Mata Merah Dapat Menular?

Menurut mitos yang banyak beredar di masyarakat, mata merah merupakan kondisi yang dapat menular. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa?

Mata merah atau iritasi mata dapat menyebar dan menular kepada orang lain. Namun, bukan dengan cara lewat tatapan.

Mata merah umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus ini dapat menyebar dan menyerang jika Anda tidak menjaga baik-baik kebersihan mata dan tangan Anda.

Jadi mitos jika mata merah dapat ditularkan lewat tatapan mata adalah anggapan yang salah. Mata merah dapat ditularkan karena kebersihan diri yang kurang terjaga.

Cara Mencegah Mata Merah

Mata merah bukan kondisi yang dapat muncul tiba-tiba. Kondisi ini dapat Anda cegah dan hindari dengan menjaga kebersihan khususnya bagian mata dan tangan Anda.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebersihan mata dan tangan Anda untuk mencegah mata merah.

  • Hindari mata terkena kontak langsung dengan debu dan asap. Kedua hal ini sering menjadi penyebab utama mata merah
  • Hentikan kebiasaan menggaruk atau mengucek mata. Apabila mata terasa gatal atau perih, cuci atau kompres mata Anda dengan larutan pembersih mata. Menggaruk dan mengucek justru akan memperparah kondisi mata Anda.
  • Jangan menyentuh mata secara langsung dengan tangan. Gunakan sapu tangan atau tisu. 
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air sampai bersih jika melakukan kontak dengan penderita mata merah.
  • Bersihkan mata dan bagian sekitarnya apabila Anda telah menggunakan kosmetik. Jangan biarkan kosmetik menempel seharian hingga Anda tertidur.
  • Menjaga kebersihan lensa kontak. Cuci bersih tangan Anda dan lensa kontak sebelum menggunakan atau melepas lensa kontak.
  • Jangan menggunakan lensa kontak ketika tidur serta selalu ikuti petunjuk penggunaan kebersihannya. 
  • Jaga selalu kebersihan kacamata
  • Menggunakan kacamata ketika berenang. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah bakteri atau zat kimia yang terdapat pada air masuk ke dalam mata dan menyebabkan iritasi.

Cara Mengatasi Mata Merah

Mengompres Mata

Mengompres mata dapat Anda lakukan untuk meredakan mata merah akibat mata lelah atau mata kering. 

Gunakan kain katun atau bahan yang memiliki permukaan halus lalu bilas dengan air. Anda dapat menggunakan air hangat atau air dingin. Peras kain hingga tidak ada lagi air yang menetes lalu tempelkan pada kelopak mata selama beberapa menit. 

Menggunakan Obat Tetes Mata

Gunakan tetes mata jika Anda mengalami mata kering atau iritasi. Namun perlu Anda perhatikan jika semua orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap obat tetes mata. 

Sebaiknya gunakan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya. 

Penggunaan obat tetes mata dalam jangka waktu yang panjang juga tidak disarankan karena dapat menimbulkan efek samping seperti pembengkakan atau kondisi mata Anda semakin parah.

Menjaga Kebersihan Mata

Menjaga mata agar terhindar dari mata merah dapat Anda lakukan dengan rutin membersihkan mata. 

Seperti organ tubuh lainnya, mata perlu Anda jaga kebersihannya. Jangan menggunakan air untuk mencuci mata karena air memiliki pH yang berbeda dengan air mata manusia. 

Produk pencuci mata yang paling aman adalah produk yang memiliki cairan steril, tanpa bahan pengawet, memiliki pH yang sama dengan pH cairan mata manusia. Salah satu produk yang memenuhi kriteria tersebut adalah Yrins.

Yrins diproduksi menggunakan bahan-bahan yang halal dan tanpa bahan pengawet sehingga aman jika digunakan setiap hari, bahkan dalam jangka waktu yang panjang.

Yrins dapat digunakan dua kali dalam sehari. Pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari setelah beraktivitas.

Y-Rins adalah produk pencuci mata yang dapat membantu membersihkan, menyejukkan, dan menyegarkan mata yang lelah dan sakit.

Y-Rins juga bisa meringankan iritasi ringan pada mata yang disebabkan oleh udara yang berdebu atau berasap, dan mata lelah akibat mengemudi atau pekerjaan yang memerlukan penglihatan dekat.