Mata ikan atau dalam dunia medis dikenal sebagai clavus merupakan kondisi yang cukup umum dialami masyarakat.

Kondisi ini bisa menyerang siapapun tak peduli faktor usia. Namun memang mata ikan lebih sering menyerang anak-anak di usia 12-16 tahun.

Dalam banyak kasus, mata ikan memang bukan kondisi kesehatan yang serius. Mata ikan bisa kita cegah dengan cara menghindari faktor risikonya.

Namun munculnya mata ikan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bahkan nyeri. 

Mengenal Apa Itu Mata Ikan

Sebelum mengetahui faktor risiko penyebab mata ikan, Anda sebaiknya kenali terlebih dahulu apa itu mata ikan.

Mata ikan merupakan kondisi timbulnya benjolan keras yang biasanya muncul pada bagian tangan dan kaki. Bentuknya kecil dan memiliki titik di tengahnya dan membuatnya mirip seperti mata ikan.

Ada dua jenis mata ikan yang dibedakan dari penyebab terjadinya. Ada yang disebabkan oleh virus yaitu kutil plantar (plantar warts). Dan ada pula mata ikan yang disebabkan karena gesekan atau yang sering disebut corn.

Kedua jenis mata ikan ini memiliki tampilan yang mirip, dengan adanya benjolan kasar, keras, dan menebal. Untuk mata ikan yang disebabkan oleh virus biasanya muncul di area tumit dan daerah penopang kaki lainnya.

Sedangkan mata ikan yang disebabkan karena gesekan kerap muncul di area yang tidak menopang beban berat. Seperti di bagian atas kaki, samping, dan juga diantara jari-jari kaki. Biasanya berbentuk kecil, bundar, dan bagian tengahnya keras.

Penyebab Mata Ikan

Penyebab munculnya mata ikan juga bisa berbeda-beda tergantung jenis mata ikan yang dialami. Untuk mata ikan jenis corn atau yang disebabkan karena gesekan.

Mata ikan ini juga bisa terjadi di kaki maupun tangan. Berikut beberapa penyebab mata ikan akibat gesekan:

  • Menggunakan sepatu yang tidak nyaman

Jika Anda menggunakan sepatu yang tidak pas atau terlalu sempit dan sepatu hak tinggi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman karena menekan bagian kaki dan menyebabkan gesekan. Sebaiknya gunakan sepatu yang pas dan tidak terlalu sempit.

  • Tidak menggunakan kaus kaki

Mulai sekarang sebaiknya gunakan kaus kaki agar tak terjadi gesekan di antara kaki dan sepatu. Pastikan pula untuk menggunakan

  • Merokok

Bagi Anda perokok yang kerap menggunakan pemantik atau korek api memiliki risiko terkena mata ikan pada jempol tangan karena kerap terjadi gesekan.

  • Bermain Instrumen Musik Menggunakan Tangan

Pemain instrumen musik yang menggunakan tangan seperti gitar juga bisa terkena mata ikan akibat gesekan jari tangan dengan instrumen musik yang dipakai.

Sedangkan untuk mata ikan yang disebabkan oleh virus bisa terjadi karena beberapa hal. Virus bernama  human papillomavirus (HPV) ini bisa menyerang melalui:

  • Lingkungan yang lembab, contohnya kamar mandi.
  • Sepatu dan kaus kaki yang digunakan secara bersamaan dan bergantian dengan orang lain.
  • Lantai permukaan kolam renang.
  • Adanya luka terbuka di tubuh.
  • Selain itu virus juga bisa Anda dapatkan jika Anda berinteraksi dengan orang yang tengah terinfeksi.

Gejala atau Ciri-Ciri Mata Ikan

Ada beberapa gejala mata ikan yang harus Anda ketahui agar tidak terlambat dalam memberikan penanganan:

  • Munculnya bagian kulit yang menebal dan mengeras pada kulit.
  • Munculnya benjolan kecil, berdaging, dan kasar pada bagian pangkal jari kaki, bagian depan kaki, atau tumit.
  • Timbulnya bintik hitam yang kerap disebut biji kutil. Ini merupakan gumpalan pembuluh darah yang membeku.
  • Benjolan semakin keras dan terangkat.
  • Munculnya rasa nyeri atau sakit saat Anda berjalan atau berdiri.

Jika muncul beberapa gejala di atas Anda masih bisa melakukan perawatan mandiri di rumah untuk mengobati mata ikan.

Anda bisa memanfaatkan obat atau salep yang dijual bebas di apotek. Gunakan salep dengan kandungan asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol.

Kandungan ini bisa membantu melepaskan penebalan kulit secara bertahap. Salah satu produk yang memiliki 3 kandungan ini adalah Callusol. Produk ini aman dan bisa Anda gunakan tanpa resep dokter.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Jika telah melakukan perawatan sendiri namun tak kunjung membaik, ada baiknya Anda mendatangi dokter untuk berkonsultasi. Terlebih jika Anda juga mengalami beberapa gejala ini:

  • Benjolan berdarah
  • Benjolan meradang dan menimbulkan rasa sakit
  • Meski sudah diobati jumlahnya malah bertambah
  • Sudah lebih dari 3 minggu tapi tak kunjung sembuh
  • Bagian di mana munculnya mata ikan seperti mati rasa
Facebook
Twitter
LinkedIn