Timbulnya bercak atau perubahan warna kulit bisa menjadi tanda suatu kondisi medis dalam tubuh. Selain penyakit perubahan warna bisa timbul akibat cedera dan peradangan. Apa saja kondisi yang sebabkan perubahan warna pada kulit? Simak penjelasan berikut.

Kulit bisa menjadi indikator kesehatan seseorang. Mulai dari tekstur hingga perubahan warna yang terjadi. Ternyata ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab kulit berubah warna.

Penyebab Kulit Berubah Warna

Perubahan pada warna kulit yang kerap muncul seperti bercak dengan bentuk tak teratur. Ini merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Bentuk dan warnanya juga bisa mengindikasikan penyebab dari perubahan tersebut.

Umumnya perubahan warna kulit dapat disebabkan karena adanya penyakit, cedera, maupun peradangan. Selain itu masih ada beberapa kondisi yang juga bisa jadi penyebab kulit berubah warna. Berikut penjelasannya.

Kulit Berwarna Abu-Abu

Apakah Anda pernah mengalami kulit yang terlihat abu-abu? Sepertinya Anda harus waspada. Karena kondisi ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang buruk. Penyebab pertama adalah karena kurangnya oksigen yang mengalir dalam darah.

Kondisi itu mungkin tanda Anda memiliki penyakit bernama emsifema, yang pada jangka panjang bisa terjadi serangan jantung. Penyakit lain yang juga ditandai dengan kulit keabuan adalah pneumonia, tuberkulosis paru, peritonitis, dan juga jenis kanker tertentu.

Vitiligo

Penyakit vitiligo bisa ditandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna putih di permukaan kulit. Vitiligo merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil pigmen.

Bercak-bercak ini biasanya pertama kali muncul pada area tertentu yang banyak terpapar sinar matahari. Mulai dari lengan, tangan, wajah, bibir, dan kaki. Bercak muncul karena berkurangnya melanin secara lokal pada area-area tersebut.

Melasma

Jika vitiligo memunculkan bercak putih, maka melasma sebaliknya yakni menimbulkan bercak hitam. Melasma juga muncul di area-area yang terpapar sinar matahari seperti pipi, batang hidung, dahi, dagu, tangan, dan leher.

Kasus ini bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Meski lebih banyak kasus terjadi pada wanita. Jika muncul pada ibu hamil maka melasma disebut dengan chloasma, dan biasanya bisa hilang sendiri setelah masa kehamilan usai.

Diabetes

Penyakit diabetes termasuk dalam penyakit metabolik. Diabetes terjadi saat kadar gula di dalam darah berada di atas normal. Penyakit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk sebabkan perubahan warna kulit.

Komplikasi tersebut adalah acanthosis nigricans. Di mana kulit berubah menjadi gelap, menjadi tebal, dan teksturnya menjadi kasar seperti kain beludru.

Lupus

Penyebab kulit berubah warna juga bisa karena adanya penyakit lupus. Penderita lupus biasanya memiliki ciri yang khas. Yakni terjadinya ruam kemerahan pada area pipi dan hidung.

Seperti vitiligo, lupus juga termasuk dalam gangguan autoimun. Selain ruam kemerahan, penderita lupus juga bisa mengalami lesi pada kulit apabila terpapar sinar matahari.

Hiperpigmentasi Akibat Inflamasi

Kondisi ini bisa ditandai dengan warna kulit yang berubah menjadi lebih gelap atau lebih terang pasca terjadinya iritasi atau peradangan. Bisa berupa luka bakar, infeksi kulit, atau paparan zat yang mengiritasi kulit.

Albinisme

Mungkin dalam masyarakat umum kondisi ini lebih sering disebut dengan albino. Albinisme sebabkan kulit jadi kehilangan warna. Bahkan tak hanya kulit, bagian lain seperti rambut dan mata juga bisa ikut kehilangan pigmen warna aslinya.

Albinisme terjadi akibat adanya kelainan gen, di mana sel-sel yang memproduksi melanin tidak lagi berfungsi. Untuk penderita albinisme sangat disarankan untuk selalu menggunakan tabir surya saat aktivitas luar. Karena risiko kerusakan kulit menjadi lebih besar.

Memar

Hantaman pada bagian tubuh yang sangat keras bisa sebabkan memar dan permukaan kulit yang berubah warna. Biasanya berwarna gelap baik hitam, kemerahan, atau keunguan. Warnanya sendiri akan semakin memudar seiring waktu.

Perubahan warna ini akibat adanya pembuluh darah yang pecah dan sebabkan gumpalan di bawah permukaan kulit. Untuk mempercepat hilangnya kulit gelap, Anda bisa menggunakan salep khusus yang mengandung heparin sodium.

Heparin sodium yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Tapi hati-hati karena ada heparin sodium yang tidak halal (heparin porcine) karena dibuat atau diambil dari protein babi. Anda bisa mendapat kandungan heparin yang halal pada produk bernama Thromboflash. Thromboflash halal karena dibuat dari heparin bovine yang diambil dari protein sapi.