Kehilangan cairan tubuh atau juga dikenal dengan dehidrasi sering tidak disadari oleh kita. Padahal, dua pertiga dari tubuh kita terdiri dari air, dengan begitu cairan tubuh sangat dibutuhkan oleh kita.

Rasa haus yang dialami tidak bisa serta merta menjadi tolak ukur dehidrasi. Berbagai penyebab kehilangan cairan tubuh sering tidak kita sadari sampai kita mengalami dehidrasi berat.

Lalu apa sajakah penyebab tubuh kita kehilangan cairan? 

Dehidrasi merupakan suatu kondisi di mana tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu:

  • Dehidrasi ringan
  • Dehidrasi sedang
  • Dehidrasi berat

Dehidrasi ringan dan sedang dapat dapat diatasi dengan lebih banyak mengonsumsi cairan. namun untuk dehidrasi berat bisa berakibat fatal. Kita sebenarnya bisa mengetahui apakah tubuh kita mengalami dehidrasi, berikut tanda saat diri Anda mengalami dehidrasi:

Mulut Kering dan Lidah Membengkak

Perubahan bentuk fisik yang satu ini menjadi sinyal tubuh mengalami dehidrasi. Cara untuk mengatasinya adalah dengan segera minum, namun bila rasa haus tidak hilang atau mulut masih juga terasa kering, bisa jadi ada faktor lainnya.

Warna Urine Kuning Pekat

Seperti yang kita ketahui, urine bisa menjadi indikator seberapa dehidrasi kita. Jika tubuh mengalami dehidrasi, ginjal akan menghentikan produksi urine. Alhasil urine akan berwarna gelap atau kuning pekat.

Kulit Kurang Elastis

Kita dapat menguji dehidrasi dengan mencubit kulit, cara ini juga kerap digunakan oleh para dokter. Jika saat kulit punggung tangan dicubit dan dilepas akan kembali normal, maka kita tidak mengalami dehidrasi, sebaliknya, jika mengalami dehidrasi, saat dicubit maka kulit akan lambat kembali menjadi normal.

Pusing

Salah satu ciri tubuh mengalami dehidrasi adalah tubuh merasa melayang ketika buru-buru berdiri dari posisi duduk atau tidur. Dehidrasi memang dapat menyebabkan pusing hingga pingsan.

Badan Selalu Merasa Kepanasan

Air juga memiliki peranan penting dalam menjaga suhu tubuh. Ketika tubuh mulai panas masa akan berkeringat. Keringat membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, jika sedang dehidrasi, tubuh berhenti mengeluarkan keringat, dan tubuh akan terus merasa panas.

Penyebab Kehilangan Cairan Tubuh

Faktor Iklim

Suatu tempat bisa mempengaruhi seseorang mengalami dehidrasi. Seperti saat Anda sedang di daerah tinggi. Dehidrasi dapat terjadi karena tubuh akan melakukan penyesuaian terhadap suhu di daerah yang dingin. Oleh sebab itu mungkin Anda akan lebih sering buang air kecil ketika berada di daerah tinggi. Karena itu lah tubuh akan kehilangan cairan.

Stress

Mungkin Anda tidak dapat menyangka bahwa kondisi mental yang tidak stabil dapat menyebabkan tubuh dehidrasi. Hal itu terjadi karena, hormon stress dapat melemahkan sistem aliran air dalam tubuh. Sehingga tubuh bisa kehilangan banyak cairan saat Anda stress.

Minum Alkohol

Selain memabukan, alkohol yang juga memiliki kandungan diuretik dapat membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Jika sudah sering buang air kecil, maka tubuh akan kekurangan cairan.

Diare

Diare yang membuat kita buang air besar lebih sering terjadi karena ada permasalah pada sistem pencernaan. Saat mengalami diare tubuh akan banyak kehilangan cairan tubuh sehingga tubuh merasa lemas dan letih. Oleh karena itu, saat Anda mengalami diare sangat dianjurkan untuk perbanyak minum air putih.

Pada anak kecil atau bayi, dehidrasi bisa berdampak serius, karena ukuran tubuh mereka yang masih kecil maka lebih mudah bagi mereka untuk kehilangan cairan.

Tanda-tanda saat bayi atau anak kecil mengalami dehidrasi yang harus Anda kenali dari mulut dan lidah yang kering, Selain itu, saat mereka menangis, air mata mereka tidak keluar.

Mata mereka cekung, serta terlihat lesu dan iritasi. Ini bisa terjadi karena disebabkan oleh muntah yang biasanya mereka alami.

Jika sudah seperti ini, Anda harus mulai mengambil tindakan dengan memberikan mereka cairan elektrolytes yang dapat menggantikan cairan tubuh. Untuk anak-anak, Anda dapat memberikan mereka Renalyte dengan rasa cocopandan yang enak dan steril. Dengan begitu anak-anak tetap merasa nyaman saat mengembalikan cairan tubuh mereka.