Saat kaki terlipat terlalu lama tak jarang kesemutan akan menyerang. Meski bisa reda sendiri, ternyata kesemutan juga bisa jadi tanda kondisi medis tertentu lho. Lalu apa saja penyebab kaki sering kesemutan?

Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah parestesia, yakni kondisi dimana terjadi sensasi mati rasa, geli, dan membuat penderitanya merasa seakan tertusuk-tusuk jarum.

Gejala Kesemutan

Kesemutan bisa terjadi karena adanya tekanan pada saraf, yang menyebabkan peredaran darah pada saraf tersebut menjadi tidak lancar. Maka dari itu kesemutan sering terjadi pada suatu bagian tubuh yang mendapat beban terlalu berat.

Saat mengalami kesemutan, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala:

  • Bagian yang kesemutan baik tangan atau kaki menjadi lemah.
  • Menjadi mati rasa.
  • Muncul sensasi geli atau seperti digerayangi semut.
  • Terasa dingin.
  • Sensasi seperti tertusuk jarum.
  • Terkadang diikuti dengan rasa sakit.

Mengenal Jenis Kesemutan dan Penyebabnya

Berdasarkan tingkat keparahannya, kesemutan dapat dibedakan menjadi 2. Yakni kesemutan sementara dan kesemutan kronis alias kesemutan yang terjadi berkepanjangan.

Kesemutan Sementara dan Penyebabnya

Kondisi kesemutan yang satu ini termasuk umum dan sering terjadi. Biasanya kesemutan akan menyerang bagian tubuh mulai dari kaki, lengan, dan tangan. Kesemutan terjadi saat bagian tubuh tersebut mengalami tekanan dalam waktu lama.

Peredaran darah yang tidak lancar pada saraf membuat Anda mengalami kesemutan yang akhirnya mereda sendiri. Biasanya terjadi saat kita menggunakan sepatu yang kekecilan atau saat duduk bersila terlalu lama.

Kesemutan juga bisa terjadi pada tangan, misalnya saat Anda tidur miring dan menggunakan tangan Anda sebagai bantalan. Selain karena aktivitas yang menyebabkan tertekannya saraf, kesemutan sementara juga bisa disebabkan oleh penyakit Raynaud.

Raynaud biasanya diidap oleh seseorang yang mengalami gelisah, stres, atau sedang berada di lingkungan bersuhu rendah. Penyakit ini mempengaruhi pasokan darah ke area tubuh tertentu seperti jari tangan dan kaki.

Kesemutan Kronis

Jika Anda mengalami kesemutan tak hanya sekali atau dua kali dan terjadi dalam waktu yang lama, mungkin Anda mengalami parestesia kronis. Nah untuk kesemutan jenis ini ada banyak faktor penyebabnya. Untuk Itu Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Penyebab Kaki Sering Kesemutan yang Harus Diwaspadai

Kesemutan yang terjadi dalam jangka panjang biasa saja disebabkan oleh gaya hidup dan juga karena adanya penyakit tertentu. Berikut beberapa faktor penyebab kaki sering kesemutan.

Kekurangan atau Kelebihan Vitamin

Pola makan yang buruk dan rendah nutrisi bisa menjadi salah satu penyebab kaki sering kesemutan lho. Vitamin yang dimaksud adalah vitamin B1, B6, B12, B3 (niacin), dan juga vitamin E.

Kekurangan berbagai vitamin tersebut dapat menimbulkan beberapa kondisi medis yang ditandai dengan seringnya Anda mengalami kesemutan terutama di kaki. Selain kekurangan, kelebihan vitamin juga tidak baik.

Kelebihan vitamin B6 ternyata bisa membuat Anda sering kesemutan baik di tangan dan juga di kaki. Oleh karena itu pastikan untuk memiliki gaya hidup sehat dan pola makan yang seimbang ya.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CTS atau sindrom lorong karpal ini merupakan sebuah kondisi medis yang menyebabkan tangan mengalami kesemutan, mati rasa, lemah, dan bahkan nyeri. Kondisi ini terjadi karena adanya saraf yang terjepit di pergelangan tangan.

Sindrom ini bisa disebabkan saat penderita menggunakan tangan pada suatu posisi yang sama dalam waktu lama. Atau karena adanya pembengkakan dan retensi cairan.

Penderita CTS biasanya akan mengalami nyeri pada jari tengah hingga kelingking, dan rasa terbakar pada jari tengah hingga ibu jari.

Saraf Terjepit

Jika Anda sering mengalami kesemutan pada bagian kaki, bisa jadi penyebabnya adalah saraf yang terjepit. Saraf terjepit bisa terjadi karena adanya cedera maupun pembengkakan yang sering tidak disadari penderitanya.

Herniasi nukleus pulposus adalah salah satu jenis saraf terjepit yang bisa menimbulkan rasa kebas dan juga kesemutan pada bagian kaki. Untuk memastikan penyebab dari faktor ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Adanya Penyakit Sistemik

Penyakit sistemik maksudnya adalah, sebuah penyakit yang bisa mempengaruhi kondisi tubuh secara umum. Nah beberapa penyakit sistemik ternyata bisa menimbulkan gejala yang salah satunya adalah seringnya mengalami kesemutan.

Contohnya adalah penyakit hati, gangguan ginjal, hipotiroid, tumor pada saraf, dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan darah. Beberapa penyakit tersebut dapat menjadi penyebab kaki sering kesemutan.

Konsumsi Alkohol Berlebih

Alkohol memang bisa membawa banyak dampak negatif pada tubuh. Salah satunya adalah membuat kaki sering kesemutan. Hal ini bisa terjadi karena 2 faktor.

Pertama, alkohol dapat merusak jaringan saraf yang ada di tubuh. Dalam dunia medis hal ini disebut dengan neuropati alkoholik. Kedua, konsumsi alkohol berlebih bisa sebabkan seseorang kekurangan thiamin dan vitamin yang penting dalam tubuh.

Akibatnya ia akan menderita gangguan saraf tepi atau neuropati perifer. Kedua kondisi medis tersebut akan menyebabkan seseorang mengalami kesemutan kronis yang berkepanjangan.

Keracunan atau Konsumsi Obat Tertentu

Penyebab kaki sering kesemutan juga bisa karena faktor keracunan zat tertentu. Seperti merkuri, timbal, dan arsenik. Keracunan bisa terjadi karena zat tersebut terserap melalui kulit ataupun termakan melalui makanan yang tercemar.

Selain itu konsumsi obat seperti antibiotik, antivirus, obat kemoterapi untuk kanker paru, dan obat darah tinggi juga bisa sebabkan kesemutan kronis.

Penyebab Lain

Kaki kesemutan juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lain. Mulai dari gigitan serangga, sakit kepala atau migrain, efek terapi radiasi, efek kemoterapi, dan lain-lain.

Beberapa penyakit yang cukup berbahaya juga bisa sebabkan gejala kesemutan di kaki. Seperti diabetes, kejang, stroke ringan, multiple sclerosis, pengerasan pembuluh darah, dan gangguan tiroid.

Jika Anda sering mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh dan terjadi dalam waktu lama, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter. Agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin.

Facebook
Twitter
LinkedIn