Siapa sih yang ingin memiliki tubuh gemuk? Pasti tidak ada kan, semua orang pasti mengharapkan berat badan yang ideal.

Namun data menyebut pada tahun 2018 hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebut tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat ke angka 21,8%.

Prevalensi ini meningkat dari hasil Riskesdas pada tahun 2013 yang menyebut bahwa angka obesitas di Indonesia hanya mencapai 14,8%. Selain mengganggu penampilan, tubuh gemuk juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit.

Penyebab badan gemuk bukan hanya karena kebiasaan atau pola makan yang kurang baik, ternyata ada beberapa hal yang tanpa kita sadari membuat tubuh kita jadi kelebihan berat badan. 

Penyebab Badan Gemuk yang Tidak Anda Sadari

Berat badan bertambah atau tubuh menjadi lebih gemuk tidak hanya disebabkan oleh terlalu banyak makan atau kurang olahraga.

Meskipun Anda sudah rajin berolahraga dan mengatur pola makan, berat badan Anda tidak turun atau bahkan naik. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sederhana yang jarang disadari oleh banyak orang.

Apa saja? Berikut beberapa hal yang sering menyebabkan berat badan bertambah tanpa Anda sadari.

Stress

Badan dan pikiran yang stres ternyata dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme tubuh. Stres juga bisa memicu kita untuk sulit tidur dan kelelahan, hal ini memengaruhi hormon yang bekerja mengatur rasa lapar dan kenyang.

Bahkan di Swedia pernah dilakukan penelitian pada 3.800 perempuan pekerja selama 20 tahun. Hasilnya terungkap bahwa semakin tinggi level stress seseorang di tempat kerjanya maka makin naik pula berat badannya.

Konsumsi Obat Tertentu

Pada beberapa penelitian, ternyata konsumsi obat tertentu bisa meningkatkan nafsu makan dan membuat badan lebih gemuk.

Salah satu obat tersebut adalah antihistamin. Peneliti di Universitas Yale bahkan telah menemukan korelasi antara obesitas dan konsumsi obat antihistamin secara teratur.

Bahkan obat antihistamin seperti benadryl juga bisa menyebabkan ngantuk. Jika Anda mengonsumsinya secara teratur Anda menjadi lebih banyak tidur dan berakibat pada naiknya berat badan.

Gangguan Hormon Insulin

Insulin merupakan hormon yang bertugas memberi sinyal ke tubuh untuk mengeluarkan glukosa dari aliran darah dan menyimpannya di otot, hati, serat lemak.

Ketika Anda mengalami kelebihan berat badan, maka sel-sel tubuh tidak dapat mengenali insulin. Akibatnya pankreas bekerja lebih keras memproduksi dan memompa insulin hingga 3 kali jumlah normal sampai sel tubuh merespon.

Tingginya kadar insulin ini membuat tubuh kita masuk dalam ‘mode penyimpanan’ dan membuat berat badan sulit turun. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai resistensi insulin.

Jika tidak mendapat penanganan yang baik resistensi insulin ini bisa menyebabkan diabetes melitus. untuk menghindarinya maka Anda harus mengubah pola makan.

Kurangi makanan tinggi kalori dan gula, buat badan lebih aktif agar otot bisa merespon insulin dengan baik.

Faktor Usia

Semakin tua umur maka kemampuan fisik juga semakin melemah, salah satunya adalah fungsi metabolisme tubuh. Laju metabolisme basal atau Basal Metabolism Rate (BMR) melambat seiring bertambahnya usia.

Massa otot yang mampu membakar kalori lebih efisien akan terus berkurang. Oleh karena itu untuk menghindarinya mulai sekarang perbanyak olahraga yang membentuk otot.

Selain itu ganti asupan karbohidrat dengan makanan yang tinggi protein. Karena makanan dengan karbohidrat tinggi butuh lebih banyak energi untuk dicerna.

Pengaruh Jam Makan

Tubuh kita memiliki jam biologis yang kerap disebut dengan jam sirkadian. Tubuh akan mengingat kapan waktu makan, kapan waktu tidur, dan lain-lain. Jadi jika Anda makan di waktu yang salah bisa saja mengakibatkan kenaikan berat badan.

Misalnya Anda makan disaat menjelang waktu tidur, saat itu ritme sirkadian sedang menyuruh tubuh untuk bersiap tidur.

Maka makanan yang Anda makan akan butuh lebih banyak energi untuk dicerna. Akibatnya proses pencernaan berjalan lambat. 

Konsumsi Makanan Tinggi Kalori

Setiap kali akan makan perhatikan kandungan kalori di dalamnya. Semangkuk salad mungkin lebih sehat dengan sepotong ayam goreng.

Namun bisa saja justru kalori di dalam semangkuk salad tersebut lebih tinggi daripada sepotong ayam goreng.

Ketika mengonsumsi makanan sehat, tetap perhatikan sinyal lapar dan kenyang.

Karena sebuah penelitian menyebut bahwa ketika Anda makan sehat seperti alpukat, salad, yogurt atau biji-bijian, bagian dari otak yang memberi sinyal perut sudah kenyang cenderung berhenti bekerja.

Itulah enam hal yang menjadi penyebab gemuk tanpa kita sadari. Hal terpenting dalam menurunkan berat badan adalah dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup yang lebih sehat.

Untuk membantu proses menurunkan berat badan Anda bisa memanfaatkan suplemen fat burner.

Suplemen fat burner membantu proses pembakaran lemak di tengah aktivitas sehari-hari Anda. Salah satu suplemen yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek adalah Slendy. Slendy adalah tablet hisap pembakar lemak (fat burner) pertama di Indonesia.

Sebagai fat burner, Slendy membantu untuk mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Tablet hisap Slendy fat burner rasa jeruk efektif memaksimalkan pembakaran kalori di dalam tubuh karena mengandung L-Carnitine tartrate dan Chromium.

Facebook
Twitter
LinkedIn