Dehidrasi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup. Hal ini biasanya terjadi karena jumlah cairan yang dikeluarkan tubuh jauh lebih banyak dibandingkan dengan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Sampai saat ini masih banyak orang yang masih menganggap jika dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan air. Sayangnya, anggapan ini kurang tepat. 

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tubuh tidak hanya kehilangan air saja. Tubuh juga akan kehilangan zat-zat seperti mineral, elektrolit, garam, hingga gula darah. Zat-zat tersebut penting untuk menjaga aliran darah di dalam tubuh hingga sumber energi bagi otak untuk dapat bekerja. 

Dehidrasi adalah kondisi yang sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Namun jika tidak segera diatasi, dehidrasi dapat berakibat fatal. Pada kondisi dehidrasi akut, penderitanya dapat mengalami kematian. 

Untuk itu, sebelum hal ini terjadi sebaiknya kenali terlebih dahulu beberapa hal yang paling sering menyebabkan dehidrasi.

Penyebab Umum Dehidrasi

Sebanyak 80% tubuh dibentuk dari cairan, ketika tubuh kekurangan cairan maka tubuh tidak dapat bekerja dengan sempurna. 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan dehidrasi. Pada intinya, dehidrasi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cairan tubuh yang cukup. 

Apa saja hal-hal yang paling sering menyebabkan dehidrasi? Berikut lima hal yang paling sering menyebabkan dehidrasi pada dewasa maupun pada anak-anak.

Diare

Ketika seseorang mengalami diare, tubuh akan sangat mudah kehilangan cairan karena frekuensi buang air besar pada penderita diare lebih tinggi dari biasanya. Hal ini akan lebih parah lagi jika diare yang disertai dengan muntah-muntah.

Keringat Berlebih

Keringat berlebih sering terjadi pada orang-orang yang melakukan aktivitas berat, berada di tempat yang panas, atau sedang mengalami demam yang tinggi. 

Ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat, hal ini dapat menyebabkan tubuh akan kehilangan keseimbangan cairan yang memicu dehidrasi.

Stress

Jarang orang yang menyadari jika stress memiliki banyak dampak yang buruk bagi tubuh. Salah satunya adalah dehidrasi. Ketika seseorang mengalami stress, tubuh dapat kehilangan kemampuan mengendalikan cairan dan elektrolit akibat penurunan kadar hormon aldosterone yang dipicu hormon adrenal.

Diabetes

Penderita diabetes akan lebih berisiko untuk mengalami dehidrasi. Hal ini disebabkan karena penderita diabetes memiliki kadar glukosa atau darah yang lebih tinggi dari batas normal. Ketika kadar gula lebih tinggi, darah akan berusaha untuk menyeimbangkan kadar gula lewat pembuangan urin. 

Mengonsumsi Alkohol 

Alkohol memiliki sifat diuretik atau sifat yang dapat memicu pembentukan urin lebih cepat dari normal. Ketika seseorang mengonsumsi alkohol berlebih, hal ini dapat menyebabkan seseorang memiliki frekuensi buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Cara Mencegah dan Mengatasi Dehidrasi

Sebelum tubuh mengalami dehidrasi, sebaiknya Anda mencegahnya. Cara paling mudah untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi adalah dengan banyak mengonsumsi air. Bagi orang dewasa sebaiknya mengonsumsi minimal delapan gelas air setiap harinya. 

Namun perlu Anda ketahui, dengan mengonsumsi air putih saja dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi. Ketika tubuh mengeluarkan banyak cairan, air putih tidak akan cukup menggantikan seluruh kebutuhan cairan pada tubuh. 

Ketika kehilangan banyak cairan, tubuh juga banyak kehilangan berbagai zat seperti elektrolit dan mineral. Untuk menggantinya tidak cukup dengan air putih saja.

Anda perlu mengonsumsi pengganti cairan tubuh yang mengandung seluruh kebutuhan cairan tubuh. Salah satunya adalah Renalyte. 

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang. Renalyte mengandung komposisi yang merupakan formulasi dari WHO. Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.

Renalyte baik dikonsumsi sebagai minuman untuk dehidrasi dan dapat berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang.