Selama ini orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas lebih sering dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit berbahaya. Mulai dari kolesterol tinggi, darah tinggi, dan serangan jantung.

Akan tetapi menurut beberapa studi menunjukkan, bahwa orang dengan berat badan normal namun memiliki perut buncit lebih berbahaya dari orang yang obesitas biasa.

Penumpukan Lemak di Perut Berbahaya

Orang dengan obesitas sentral atau penumpukan lemak di area perut dilansir dari cbsnews.com ternyata memiliki risiko lebih besar mengalami berbagai masalah kesehatan ketimbang mereka yang memiliki obesitas biasa atau penyebaran lemak yang merata di seluruh tubuh.

Jadi jika Anda memiliki berat badan normal namun berperut buncit, waspadalah karena penumpukan lemak di perut bisa berbahaya bagi kinerja organ penting yang ada di perut. Hal ini karena lemak yang ada di perut akan menyelimuti organ penting seperti pankreas, hati, dan usus.

Beberapa organ tersebut jika terganggu kinerjanya bisa mendorong risiko diabetes tipe 2 karena terjadinya resistensi insulin, lalu serangan jantung, bahkan kanker.

Penyebab Perut Buncit Meski Berat Badan Normal

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan Anda memiliki perut buncit meskipun berat badan normal. Dengan mengetahui beberapa penyebab berikut, diharapkan Anda bisa melakukan langkah pencegahan agar bisa menghindari risiko penyakit berbahaya.

Gemar Konsumsi Makanan Manis

Anda penggemar makanan manis? Kini Anda harus mengurangi konsumsi berbagai makanan maupun minuman dengan kandungan gula berlebih. Karena asupan gula yang berlebihan bisa menyebabkan produksi lemak perut yang tinggi pula.

Hal tersebut karena tingginya kandungan fruktosa pada makanan dan minuman manis. Terutama pada produk seperti soda, teh/kopi manis, dan berbagai minuman kemasan dengan pemanis buatan.

Sesuai saran WHO, batas konsumsi gula harian kita adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.

Jam Tidur Berantakan

Terpenuhinya kebutuhan akan istirahat terutama tidur juga sangat mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Pastikan Anda memiliki tidur yang cukup.

Karena kurang tidur bisa memicu kita menjadi makan lebih banyak dan berujung pada obesitas. Hal tersebut juga pastinya berpengaruh pada produksi lemak perut.

Stress

Anggapan bahwa stres bisa menjadi pengaruh buruk pada kesehatan bukanlah omong kosong. Saat stres kelenjar adrenal akan memproduksi hormon kortisol atau yang selama ini dikenal sebagai hormon stres.

Saat seseorang mengalami stres mereka cenderung makan lebih banyak terutama makanan yang manis. Faktor inilah yang bisa berpengaruh pada naiknya berat badan terutama penumpukan lemak di area perut.

Penumpukan Lemak Visceral

Lemak perut di dunia medis dikenal dengan sebutan lemak visceral. Lemak ini berada di rongga perut dan menyelimuti banyak organ penting seperti hari, pankreas, dan usus.

Jika lemak ini dibiarkan saja maka lama kelamaan bisa menyebabkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan metabolisme seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Faktor Keturunan

Faktor genetik juga jadi salah satu faktor dalam risiko kelebihan berat badan. Lalu kecenderungan tubuh dalam menyimpan lemak di area perut juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Dimana termasuk di dalamnya gen reseptor yang mengatur kadar hormon kortisol dan gen yang memberi sinyal reseptor leptin untuk mengatur asupan kalori dan berat badan.

Kurang Olahraga dan Postur yang Buruk

Gaya hidup yang kurang sehat seperti kurang bergerak dan olahraga bisa menjadi pemicu penumpukan lemak berlebih pada area perut. Sebuah survei bahkan membuktikan bahwa ada kaitan erat antara aktivitas, berat badan, dan lingkar perut pada responden.

Selain faktor kurang olahraga, postur tubuh Anda yang membungkuk juga bisa jadi salah satu penyebab perut Anda terlihat lebih buncit dan badan terlihat gemuk. Oleh karena itu mulai saat ini diperlukan gaya hidup yang lebih aktif dan sehat untuk mengurangi penumpukan lemak di perut.

Bakteri di Usus

Penelitian menyebut pada orang yang memiliki berat badan berlebih ditemukan lebih banyak bakteri bernama firmicutes di dalam usus. Bakteri ini menyebabkan meningkatnya jumlah kalori yang diserap dari makanan sehingga berat badan seseorang menjadi naik.

Hal itu juga bisa mempengaruhi naiknya lemak di perut. Bakteri ini juga tidak menutup kemungkinan bisa ditemukan pada tubuh orang yang memiliki berat badan normal.

Cara Bakar Lemak di Perut

Bagi Anda orang yang sangat sibuk sampai lupa memperhatikan pola hidup dan akhirnya terjebak dengan kondisi perut buncit, sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa Anda lakukan. Hal pertama yang bisa mulai Anda lakukan adalah dengan merubah pola makan menjadi lebih sehat.

Setelah itu di tengah aktivitas harian, Anda bisa mengonsumsi suplemen khusus yang berfungsi sebagai pembakar lemak alias suplemen fat burner. Anda bisa mendapatkan suplemen fat burner di apotek atau toko obat terdekat. Salah satunya adalah Slendy.

Slendy adalah tablet hisap pembakar lemak (fat burner) pertama di Indonesia. Sebagai fat burner, Slendy membantu untuk mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Facebook
Twitter
LinkedIn