Pernahkah Anda mendapati lendir dalam BAB Anda? Jika iya tidak perlu khawatir karena ini bukanlah kondisi medis yang berbahaya. Karena lendir ada dan diproduksi secara alami oleh tubuh.

 

Lendir memiliki banyak fungsi, namun jika BAB berlendir dan disertai gejala lain, Anda harus waspada.

 

Dalam kondisi sehat, normalnya tubuh manusia bisa menghasilkan setidaknya 1 liter lendir setiap harinya. Lendir ini dapat ditemui di hidung, tenggorokan, telinga, mata, sampai di sistem pencernaan seperti usus.
Tekstur, warna, dan jumlah lendir bisa berbeda pada tiap orang tergantung dari gaya hidup, pola makan, dan faktor lingkungan. Umumnya lendir akan berwarna jernih dan tipis atau terkadang putih kekuningan.

Manfaat Lendir dalam Tubuh

Tubuh memproduksi lendir bukan tanpa alasan. Lendir memiliki beberapa fungsi yang penting bagi kinerja tubuh, termasuk dalam sistem pencernaan. Berikut beberapa manfaat atau fungsi lendir dalam tubuh:

 

  • Melapisi dan melindungi organ seperti mulut, hidung, tenggorokan, sinus, paru-paru, serta usus.
  • Melindungi organ-organ tersebut dan tubuh dari kerusakan akibat serangan bakteri, virus, dan jamur.
  • Pada sistem pencernaan lendir berfungsi melindungi lapisan dalam usus dan melumasi permukaannya.
  • Melancarkan proses saat makanan melewati usus.
  • Melindungi saluran cerna dari asam lambung serta cairan berbahaya yang lain.

Apakah BAB Berlendir Bahaya?

Lendir dalam BAB adalah sesuatu yang normal dan tidak berbahaya. BAB berlendir yang bahaya adalah jika ada gejala lain yang mengikuti, seperti:

 

  • BAB berlendir disertai darah.
  • Perut terasa nyeri atau kram.
  • Frekuensi BAB meningkat atau menurun.
  • Terjadi diare.
Jika anda mengalami BAB berlendir dalam kurun waktu yang cukup lama dan disertai beberapa gejala di atas, sebaiknya Anda segera kunjungi dokter untuk konsultasi.

 

Ini bisa menjadi tanda jika Anda mengalami gangguan pencernaan. Hal ini hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan menyeluruh oleh dokter yang profesional.

Penyebab BAB Berlendir

Jika Anda mengalami BAB berlendir bisa jadi itu merupakan tanda dari tubuh Anda yang mengalami beberapa penyakit. Berikut beberapa penyebab BAB berlendir yang harus Anda waspadai.

Infeksi Bakteri

Beberapa bakteri seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Yersinia dapat menyebabkan keracunan makanan. Ketika saluran cerna terinfeksi bakteri ini maka bisa terjadi peradangan usus. Inilah yang menyebabkan produksi lendir meningkat dan jadi penyebab BAB berlendir.
Infeksi bakteri pada usus ini selain menyebabkan diare juga bisa menimbulkan gejala lain. Mulai dari mual, muntah, kram perut, bahkan bisa juga diikuti dengan demam.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan yang belum diketahui penyebab tepatnya. Namun dugaan kuatnya adalah karena kelainan saraf pada usus atau usus yang terlalu sensitif.
Penyakit IBS ini bisa menimbulkan beberapa gejala mulai dari perut kembung, perut tidak nyaman, sering mulas, frekuensi BAB meningkat atau menurun, dan juga BAB berlendir. Saat mengalami IBS, lendir akan diproduksi lebih banyak dan dibuang melalui feses.

Penyakit Radang Usus

Peradangan kronis ini terjadi pada selaput lendir di usus dan juga rektum. Peradangan pada usus ada beberapa jenisnya, seperti crohn dan juga kolitis ulseratif.  Kolitis ulseratif menyebabkan dinding usus besar akan mengalami luka, berdarah, bernanah, dan berlendir.
Sedangkan crohn menyebabkan peradangan meluas pada saluran cerna, termasuk pada mulut dan anus. Radang usus membuat produksi lendir meningkat dan biasAnya akan terbawa saat feses dibuang melalui proses BAB.

Alergi Makanan

Anda punya alergi dengan jenis makanan tertentu? Ini juga bisa jadi salah satu penyebab BAB berlendir lho. Alergi makanan yang bisa jadi penyebab BAB berlendir adalah kacang-kacangan, gluten, dan laktosa.
Alergi terhadap makanan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan Anda. Akibatnya memunculkan beberapa gejala seperti diare, kembung, sembelit, ruam, termasuk BAB berlendir.

Cystic fibrosis

Ini adalah sebuah penyakit yang menyebabkan produksi lendir di dalam tubuh kita menjadi lebih banyak dari biasanya. Cystic fibrosis biasanya lebih sering menyerang organ paru-paru. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa menyerang sistem pencernaan.
Saat saluran cerna terkena cystic fibrosis lendir akan menghalangi lubang atau saluran dalam pankreas. Akibatnya enzim yang berfungsi menyerap lemak dan protein tidak bisa masuk ke dalam usus.

 

Kondisi ini bisa mengakibatkan BAB berlendir, berminyak, berbau tidak sedap, dan diare dalam kurun waktu yang lama.

Kanker Usus

Kanker usus besar juga bisa menjadi salah satu penyebab BAB berlendir. Kanker usus biasanya akan menimbulkan beberapa gejala seperti BAB berdarah, perut nyeri, penurunan berat badan, dan termasuk BAB berlendir. 
Selain berlendir feses orang yang mengalami kanker usus juga bisa berubah pada tekstur, bentuk, dan warnanya. 

Diare

Kasus BAB berlendir biasanya sering terjadi pada orang yang mengalami diare. Saat diare biasanya feses menjadi encer dan disertai lendir yang lebih banyak dari biasanya. Umumnya ini disebabkan karena pola makan yang buruk.
Jika Anda mengalami BAB berlendir karena diare akibat pola makan buruk, Anda masih bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Konsumsi obat alami seperti Clofen, yang mengandung bahan-bahan tradisional seperti ekstrak pepaya yang dapat memperlancar buang air besar (BAB).