Penyakit mata adalah penyakit yang mengganggu penglihatan pada mata. Beberapa penyakit mata yang ada, beberapa diantaranya sering terjadi di Indonesia. Penyakit mata ini ada yang dapat hilang dengan sendirinya hingga penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan. 

Apa saja penyakit mata yang sering terjadi di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Penyakit Mata Katarak

Katarak adalah penyakit mata yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan penglihatan berupa pandangan kabur dan tidak dapat melihat dengan jelas. Ketika mengalami katarak, penderita akan merasa penglihatannya terganggu seperti melihat jendela yang berasap.

Katarak merupakan penyakit yang disebabkan oleh lensa mata yang menjadi keruh dan berawan. Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil yang berfungsi untuk menfokuskan cahaya yang masuk melalui mata ke retina agar objek dapat terlihat jelas.

Penyakit ini umumnya sering dialami oleh lansia karena protein pada lensa akan menggumpal dan perlahan-lahan membuat lensa keruh dan berkabut. Hal ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan tidak jelas.

Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Sekitar 70-80% penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia adalah katarak. Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus kebutaan tertinggi setelah Etiopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.

Penyebab Katarak

Umumnya katarak terjadi pada lansia yang berumur di atas 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan jika penyakit ini menyerang orang yang lebih muda. Ada beberapa penyebab umum yang dapat membuat lensa mata mengeruh, diantaranya:

  • Kongenital atau bawaan sejak lahir. Hal in dapat disebabkan oleh ibunya yang terinfeksi virus ketika mengandung
  • Peradangan atau infeksi mata
  • Penderita diabetes melitus
  • Penggunaan obat-obat yang mengandung steroid
  • Cedera pada mata
  • Terlalu lama terpapar sinar UV

Gejala Katarak

Ketika mengalami katarak, penglihatan akan kabur dan buram. Sebelum penglihatan menjadi buram, gejala katarak akan muncul perlahan-lahan. Awalnya penderita tidak akan menyadari ada gangguan penglihatan, karena hanya sebagian kecil lensa mata yang mengalami katarak.

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda periksakan langsung kondisi Anda kepada dokter spesialis mata untuk segera dilakukan tindakan dan pencegahan. Berikut gejala-gejala yang sering muncul sebelum katarak terjadi.

  • Penglihatan samar atau berkabut adalah gejala awal yang perlu Anda waspadai.
  • Lebih sensitif terhadap cahaya. Mata akan terasa sakit ketika terpapar sinar secara langsung.
  • Cahaya redup membuat Anda tidak nyaman karena penglihatan akan sangat tidak jelas.
  • Warna lensa berubah, biasanya lensa mata akan berubah menjadi kecoklatan atau kekuningan. Perubahan ini dapat memengaruhi kemampuan mata Anda untuk membedakan warna.
  • Penglihatan ganda atau diplopia.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekeliling sumber cahaya.
  • Sering mengganti ukuran kacamata.

Cara Mencegah Katarak

Mencegah atau mengobati katarak tidak dapat dilakukan dengan pengobatan. Namun dengan mengubah kebiasaan dan gaya hidup sejak dini dapat mengurangi risiko katarak di usia tua. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko katarak adalah:

  • Menggunakan kacamata hitam ketika berada di bawah sinar matahari. Kacamata hitam dapat mengurangi sinar ultraviolet dari matahari untuk mengenai mata. 
  • Membatasi konsumsi karbohidrat. Menurut sebuah penelitian, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat meningkatkan risiko katarak tiga kali lebih banyak dari orang yang sedikit mengonsumsi karbohidrat.
  • Minum teh hijau atau teh hitam. Kedua jenis teh ini dapat menurunkan risiko diabetes yang menjadi salah satu penyebab katarak.
  • Perbanyak vitamin C.

Penyakit Mata Glaukoma

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Penyakit ini melibatkan kerusakan saraf optik yang disebabkan tekanan tinggi di dalam mata. Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata.

Glaukoma disebabkan saluran yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan menekan saraf mata yang berada di belakang mata. Kondisi ini membuat saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Penyakit ini yang umum terjadi. Namun tekanan pada bola mata lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan. 

Jenis dan Penyebab Glaukoma

Gejala umum penyakit ini disebabkan gangguan pada sistem aliran mata. Cairan alami pada mata berfungsi untuk menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membersihkan kotoran pada mata.

Glaukoma terjadi ketika gangguan pada sistem aliran cairan ini menyebabkan penimbunan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata.

Penyebab glaukoma tergantung dari jenisnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab berdasarkan jenisnya:

  • Glaukoma sudut terbuka merupakan kondisi gangguan mata yang paling sering terjadi. Penyebab glaukoma tipe ini adalah penyumbatan parsial di trabecular meshwork. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata.
  • Glaukoma sudut tertutup adalah penyumbatan terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan. 
  • Glaukoma tekanan normal disebabkan oleh kerusakan saraf mata biasanya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas.
  • Glaukoma sekunder disebabkan oleh kondisi kesehatan lain atau akibat obat-obatan.

Gejala Glaukoma

Gejala yang dirasakan sebelum glaukoma terjadi berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh jenis dan penyebab munculnya glaukoma pada seseorang. Namun penderita glaukoma umumnya akan mengalami gangguan penglihatan terlebih dahulu seperti:

  • Penglihatan kabur
  • Terdapat lingkaran pelangi ketika melihat cahaya terang
  • Memiliki sudut buta (blind spot)
  • Nyeri pada mata
  • Sakit kepala

Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas atau gejala lainnya. Segera hubungi dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Faktor yang Meningkatkan Risiko Glaukoma

Risiko mata seseorang mengalami glaukoma dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti:

  • Usia lebih dari 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini (orangtua atau saudara kandung)
  • Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang panjang
  • Memiliki penyakit lain jantung, hipertensi, dan penyakit sel sabit.
  • Memiliki penyakit diabetes. Orang yang memiliki diabetes 40% lebih berisiko mengalami glaukoma.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.

Gangguan Refraksi Mata

Gangguan refraksi mata adalah penyakit mata yang paling umum diderita oleh manusia. Kondisi ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan atau pandangan menjadi buram dan tidak tajam. 

Penyebab umum gangguan refraksi mata biasanya disebabkan oleh bola mata terlalu panjang atau pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata.

Gangguan refraksi mata tidak dapat dicegah, namun dapat didiagnosis dan diatasi dengan kacamata, lensa kontak atau operasi refraksi.

Apabila diperbaiki tepat waktu, kondisi in tidak akan mengganggu perkembangan dan fungsi penglihatan lebih lanjut.

Jenis Gangguan Refraksi Mata

Gangguan refraksi mata berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Secara umum penyakit mata ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti:

  • Miopia atau rabun jauh adalah kondisi di mana penderitanya dapat melihat jelas objek yang dekat namun sulit untuk melihat objek jarak jauh. Hal ini disebabkan oleh bola mata yang panjang atau kekuatan bias kornea yang terlalu kuat.
  • Hipermetropia atau rabun dekat adalah kebalikan dari miopia di mana penderitanya dapat melihat jelas objek yang jauh namun sulit untuk melihat objek jarak dekat. Hal ini disebabkan oleh bola mata yang terlalu pendek atau kekuatan bias kornea yang terlalu lemah.
  • Presbiopia atau mata tua yaitu kondisi hilang atau berkurangnya kemampuan mata untuk mengatur kecembungan lensa untuk menyesuaikan perubahan jarak. Hal ini disebabkan oleh pertambahan usia dan merupakan perubahan yang alamiah.
  • Astigmatisme atau mata silinder adalah gangguan penglihatan yang diakibatkan cacat pada lengkungan lensa atau kornea. Penyakit mata ini menyebabkan pandangan kabur dalam berbagai jarak.

Gejala Gangguan Refraksi Mata

Menurut data dari WHO, diperkirakan sekitar 153 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi mata. 

Gangguan ini merupakan penyakit mata yang umum dialami oleh manusia, dengan gejala yang biasanya ditimbulkan seperti:

  • Penglihatan ganda
  • Mata seperti terhalang kabut
  • Silau atau lingkaran sekitar cahaya ketika melihat cahaya secara langsung
  • Sering menyipitkan mata untuk melihat jarak tertentu
  • Sakit kepala
  • Mata tegang

Penanganan Medis Gangguan Refraksi Mata

Penyakit mata ini sulit untuk dicegah. Namun ketika Anda mengalami gangguan refraksi mata, umumnya dokter spesialis mata akan memberikan solusinya, diantaranya:

  • Menggunakan kacamata adalah solusi yang paling mudah dan paling banyak dilakukan untuk membantu mata dalam mengatasi gangguan refraksi mata yang Anda derita.
  • Pemakaian lensa kontak dipilih jika Anda merasa terganggu atau tidak nyaman dalam menggunakan kacamata. Fungsi kacamata dan lensa kontak sama-sama untuk membantu gangguan refraksi mata yang Anda derita.
  • Bedah refraksi adalah tindakan untuk mengubah bentuk kornea sesuai dengan gangguan yang Anda derita.

Konjungtivitis (mata merah)

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata. Ketika mata mengalami peradangan, pembuluh darah konjungtiva pada bagian mata berwarna putih akan terlihat merah atau merah muda. 

Peradangan yang menyebabkan konjungtivitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, atau reaksi dari alergi. 

Konjungtivitis adalah penyakit yang sangat umum terjadi dan biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan. Biasanya penyakit ini dapat menular jika tidak dijaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Gejala Konjungtivitis

Gejala yang menyebabkan konjungtivitis berbeda-beda tergantung penyebabnya, namun berikut adalah beberapa gejala yang umumnya muncul ketika Anda mengalami konjungtivitis. Diantaranya adalah:

  • Bagian putih mata akan memerah karena meradang
  • Mata akan terasa gatal jika konjungtivitis disebabkan oleh alergi
  • Mata bengkak, kering, dan banyak air mengalir
  • Sakit dan iritasi mata
  • Mata mengeluarkan kotoran yang lengket

Cara Mencegah Konjungtivitis

Konjungtivitis bukan penyakit yang serius dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun kondisi ini dapat mengganggu penglihatan Anda dan mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Untuk itu sebaiknya Anda mencegah datangnya konjungtivitis dengan beberapa cara seperti:

  • Rajin mencuci tangan
  • Jangan gunakan kosmetik, khususnya kosmetik mata yang sudah lama
  • Jangan mengucek atau menggosok mata Anda secara langsung
  • Rutin membersihkan mata. Ketika membersihkan mata sebaiknya Anda menggunakan cairan khusus pembersih mata. Produk pencuci mata yang paling aman adalah produk yang memiliki cairan steril, tanpa bahan pengawet, memiliki pH yang sama dengan pH cairan mata manusia.

Salah satu produk yang memenuhi kriteria tersebut adalah Yrins. Yrins diproduksi menggunakan bahan-bahan yang halal dan tanpa bahan pengawet sehingga aman jika digunakan setiap hari, bahkan dalam jangka waktu yang panjang.

Yrins dapat digunakan dua kali dalam sehari. Pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari setelah beraktivitas.

Pterigium atau Surfer’s Eye

Penyakit mata pterigium atau surfer’s eye adalah penyakit mata yang belum banyak diketahui oleh orang. Namun kondisi ini ternyata cukup umum dialami oleh orang, terutama orang yang tinggal di daerah garis khatulistiwa. 

Pterigium adalah pertumbuhan selaput jaringan berbentuk segitiga berwarna merah muda yang biasnya muncul pada bagian putih bola mata. Penyakit ini adalah pertumbuhan non-kanker yang membuat pembuluh darah sedikit menonjol dan terlihat. 

Penyakit ini biasanya muncul dari bagian tepi mata dekat hidung dan menyebar ke arah tengah mata. Ketika pertumbuhannya sampai mencapai kornea, kemampuan melihat dapat terganggu karena menghalangi cahaya yang masuk. 

Gejala dan Tanda Pterigium

Ketika mengalami pterigium, gejala yang ditimbulkan biasanya tidak serius. Gejala-gejala ringan tersebut adalah:

  • Mata merah
  • Pandangan kabur
  • Gatal
  • Iritasi mata
  • Mata terasa seperti ada sesuatu yang mengganggu

Penyebab Pterigium

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab utama penyakit mata pterigium. Namun beberapa ahli dan peneliti percaya jika pancaran sinar matahari dan mata kering adalah salah satu penyebabnya utamanya.

Pterigium umumnya sering terjadi pada orang yang sering berada di luar ruangan. Orang yang tinggal pada iklim tropis atau kering sangat berisiko untuk mengalami pterigium. Di Indonesia sendiri, kasus pterigium sering terjadi pada petani dan nelayan. 

Cara Mencegah dan Mengobati Pterigium

Pancaran sinar matahari dan mata kering dipercaya sebagai salah satu penyebab utamanya. Untuk itu, untuk mencegahnya sebaiknya hindari mata Anda untuk terkena pancaran sinar matahari secara langsung. Gunakan kacamata hitam adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan.

Untuk mengobati penyakit ini, satu-satunya cara adalah dengan operasi untuk menghilangkan selaput yang mengganggu. Namun tidak selamanya penyakit ini harus dioperasi, tindakan ini hanya dilakukan jika penyakit sudah sangat mengganggu. 

Untuk gejala ringan biasanya tidak membutuhkan obat apapun. Jika kondisi ini membuat mata Anda merah, biasanya dokter akan menyarankan obat tetes mata untuk mengurangi keluhannya.

Facebook
Twitter
LinkedIn