Diare adalah penyakit umum yang sering dialami oleh manusia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pengecualian. Baik pria atau wanita ataupun dewasa dan anak-anak memiliki risiko yang sama.

Penyakit diare bukan penyakit yang berbahaya namun bukan berarti dapat Anda biarkan begitu saja. Jika tidak segera dicegah dan ditangani, diare dapat berakibat fatal pada tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bayi, balita, dan anak-anak sangat rentan terhadap diare. Di Indonesia sendiri, diare merupakan penyebab kematian bayi kedua setelah pneumonia.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, anak-anak yang terjangkit diare di Indonesia sepanjang 2018 mencapai 4 juta orang.

Mengobati diare tidak sulit dan dapat dilakukan di rumah. Baik menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotek atau menggunakan bahan-bahan alami.

Apa Itu Diare

Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya sering buang air besar (BAB) dengan kondisi tinja yang encer dan terus menerus. Orang awam sering menyebut penyakit ini dengan istilah mencret. 

Penyebab diare yang paling sering terjadi disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. 

Ketika seseorang mengalami diare, usus yang berfungsi untuk menyerap makanan yang masuk tidak dapat bekerja dengan baik. Usus kehilangan kemampuan untuk menyerap air dan makanan dalam proses pencernaan karena terkontaminasi virus atau bakteri. 

Air yang tidak dapat diserap dengan baik dalam proses pencernaan akan menyebabkan penderitanya banyak mengeluarkan air ketika BAB.

Biasanya diare hanya berlangsung selama beberapa hari saja dan tidak berbahaya jika segera ditangani. Namun ketika diare tidak kunjung hilang meski sudah dilakukan pengobatan di rumah selama berminggu-minggu efeknya sangat berbahaya bahkan dapat merenggut nyawa penderitanya.

Jika diare sulit disembuhkan dan semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter agar diberikan tindakan medis untuk mengobati diare.

Gejala Diare yang Perlu Diperhatikan

Diare tidak muncul tiba-tiba. Biasanya diare muncul bersamaan dengan beberapa gejala umum yang sering terjadi. Gejala ini berbeda-beda tergantung dari penyebab diare itu sendiri.

Mengetahui gejala diare dapat membantu Anda mencegah penyakit ini menyerang tubuh secara terus-menerus. Berikut beberapa gejala diare yang umum dan sering muncul.

  • Perut terasa mulas dan sering terjadi kram
  • Mual dan muntah
  • Nyeri kepala
  • Demam
  • Air kencing kental dan berwarna kuning
  • Mengalami dehidrasi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Feses encer dan berdarah
  • Frekuensi BAB yang tinggi, berkali-kali, dan banyak.
  • Di atas adalah gejala umum yang sering terjadi.

Jika Anda memiliki gejala yang lain atau muncul kekhawatiran, sebaiknya Anda konsultasikan langsung kondisi Anda dengan dokter untuk segera dilakukan pengobatan dan pencegahan.

Cara Mencegah Diare

Salah satu penyebab utama diare adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bakteri, virus, dan parasit dapat tumbuh di mana saja dan dapat menular.

Namun Anda tidak perlu khawatir. Diare dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti:

  • Rajin mencuci tangan
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dicuci dengan bersih dan dimasak dengan sempurna
  • Hindari jajan sembarangan
  • Perhatikan kebersihan badan dan kebersihan lingkungan sekitar
  • Hindari banyak mengonsumsi makanan yang pedas
  • Jaga selalu kebersihan alat-alat masak dan peralatan makan Anda
  • Istirahat yang cukup dan rajin berolahraga
  • Perhatikan baik-baik kesehatan perut dan sistem pencernaan Anda

Obat Diare yang Dapat Digunakan

Jika Anda menderita diare, segera lakukan pengobatan agar tidak menyebabkan komplikasi atau keadaannya semakin parah. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati diare.

Menggunakan bahan-bahan alami ataupun menggunakan obat yang mudah didapatkan di apotek dapat Anda coba untuk mengatasi diare.

Umumnya diare dapat mudah dan cepat disembuhkan asalkan Anda melakukannya dengan benar.

Obat Diare yang Dapat Ditemukan di Apotek

Banyak obat diare yang beredar di pasaran. Sebagian besar obat ini termasuk golongan obat yang dapat Anda beli tanpa perlu menggunakan resep dokter. 

Hal yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan obat diare adalah dosisnya. Perhatikan baik-baik petunjuk pemakaian atau gunakan obat sesuai anjuran dokter.

Jika sudah melakukan pengobatan sendiri namun diare tidak kunjung hilang, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk dilakukan penanganan.

Apa saja obat diare yang dapat Anda konsumsi? Berikut beberapa contohnya.

Loperamide

Loperamide adalah obat diare yang berfungsi memperlambat gerak usus sehingga dapat menghasilkan feses yang lebih padat. Obat ini juga mampu mengurangi jumlah cairan yang keluar tubuh bagi penderita radang usus ketika mengalami diare. 

Efek samping loperamide meliputi sakit perut, mulut kering, mengantuk, pusing, sembelit, mual, dan muntah.

Sebaiknya Anda juga hindari mengemudi atau melakukan aktivitas lain karena Anda mungkin akan merasa sulit berkonsentrasi ketika mengonsumsi loperamide.

Dosis yang dianjurkan ketika mengonsumsi obat ini adalah sebanyak 4 mg dalam bentuk tablet minum, kapsul, sirup, atau tablet kunyah.

Dosis yang diminum tidak boleh lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam. Khusus untuk tablet kunyah, batas dosis hariannya tidak boleh melebihi dari 8 mg.

Jenis obat ini dilarang dikonsumsi oleh anak dengan usia kurang dari enam tahun dan bayi kurang dari 24 bulan. 

Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate adalah obat diare yang dapat meredakan rasa mual sekaligus untuk memperlambat perkembangan bakteri penyebab diare. 

Kandungan agen sitoprotektif pada bismuth subsalicylate berperan aktif dalam memperkuat dinding lambung dan usus kecil.

Sebaiknya hindari mengonsumsi bismuth subsalicylate jika feses Anda mengandung darah atau lendir ketika mengalami diare.

Anda dapat dengan mudah mendapatkan obat ini di apotek atau toko obat terdekat karena bismuth subsalicylate merupakan jenis obat bebas. Artinya bismuth subsalicylate dapat dibeli secara bebas dan dikonsumsi tanpa perlu menggunakan resep dokter.

Attapulgite

Attapulgite adalah zat yang banyak digunakan dalam beberapa jenis obat diare. Zat ini berfungsi untuk memperlambat kerja usus besar sehingga usus besar dapat menyerap lebih banyak air. 

Ketika air dapat diserap dengan baik oleh tubuh, feses yang akan dikeluarkan tidak akan mengandung terlalu banyak air sehingga feses menjadi lebih padat.

Rasa sakit perut yang sering menyertai diare pun akan berangsur-angsur pulih ketika mengonsumsi obat yang mengandung attapulgite.

Obat attapulgite dapat dikonsumsi baik sebelum atau sesudah makan. Bantu percepat proses penyembuhan juga dengan mengonsumsi banyak air putih. 

Efek samping seperti sembelit dan kembung dapat terjadi ketika mengonsumsi attapulgite, namun biasanya tidak efek lain yang muncul di luar saluran pencernaan.

Oralit

Oralit adalah obat yang paling umum diberikan kepada penderita diare. Obat ini sangat mudah didapatkan dan sangat aman untuk digunakan bagi anak-anak dan dewasa.

Oralit mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. 

Dosis oralit untuk dewasa:

  • Dehidrasi ringan: 50 ml cairan oralit per kg berat badan, diminum 4-6 jam sekali.
  • Dehidrasi sedang: 100 ml cairan oralit per kg berat badan, diminum 4-6 jam sekali.

Dosis oralit untuk anak-anak:

  • Bayi usia di bawah 2 tahun: 15 ml cairan oralit per kg berat badan, satu hari sekali.
  • Anak-anak usia 2-10 tahun: 50 ml cairan oralit per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama, kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya.

Oralit sangat bermanfaat ketika Anda mengalami dehidrasi akibat diare. Cara ini dipercaya sangat ampuh dan efektif untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang dibanding hanya dengan minum air saja.

Suplemen Probiotik

Diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. Coli dan Salmonella dapat disembuhkan dengan menggunakan suplemen probiotik.

Probiotik merupakan bakteri baik yang ampuh untuk melawan bakteri penyebab diare dan peradangan usus. Selain itu, probiotik juga dapat membantu untuk menyeimbangkan bakteri baik yang hidup di dalam usus agar sistem pencernaan tubuh kembali bekerja dengan normal.

Anda dapat menemukan banyak suplemen probiotik yang dijual dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk dan ekstrak cairan. Masing-masing jenisnya dapat memiliki jenis probiotik yang berbeda.

Sebaiknya sebelum membeli dan mengonsumsi suplemen probiotik untuk mengobati diare, konsultasikan terlebih dahulu kondisi Anda.

Renalyte

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, yang dapat dikonsumsi untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang.

Ketika mengalami diare, tubuh dapat dengan cepat kehilangan cairan akibat BAB terus menerus. Ketika tubuh kehilangan cairan (dehidrasi), sistem pencernaan dan beberapa organ tubuh lainnya tidak dapat bekerja dengan baik.

Mengonsumsi renalyte efektif untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh karena mengandung komposisi yang merupakan formulasi dari WHO.

Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.

Renalyte juga mengandung cairan elektrolit yang memiliki muatan positif dan negatif.

Komponen elektrolit yang ada di dalam tubuh memiliki peran penting bagi aktivitas organ tubuh Anda seperti untuk aktivitas otak, saraf, otot, dan pembuatan jaringan baru di dalam tubuh.

Jika kadar elektrolit yang ada di dalam tubuh tidak seimbang, maka fungsi organ tubuh Anda akan mengalami gangguan. 

Kandungan Renalyte seperti Natrium, Kalium, Klorida, Sitrat, dan Glukosa merupakan sumber elektrolit yang dibutuhkan tubuh manusia untuk rehidrasi dan mengembalikan kerja otot dan saraf tubuh kembali normal setelah tubuh kehilangan banyak cairan.

Obat Diare Dari Bahan Alami

Selain menggunakan beberapa obat yang sudah dijelaskan di atas, Anda dapat menggunakan bahan-bahan alami berikut ini untuk mengobati diare.

Untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda dapat menggunakan obat diare dan juga bahan-bahan alami ini.

Apa saja bahan-bahan alami yang dapat Anda konsumsi untuk mengobati diare? Berikut beberapa contohnya.

Yoghurt

Yoghurt dapat Anda gunakan untuk mengobati diare. Sama seperti suplemen probiotik, yoghurt juga mengandung bakteri probiotik yang ampuh mengatasi diare akibat bakteri E. Coli dan Salmonella.

Membuat Larutan Oralit Sendiri

Ketika diare menyerang dan Anda tidak memiliki oralit, Anda tidak perlu khawatir. Cairan oralit dapat Anda buat dengan menggunakan bahan-bahan yang pasti tersedia di rumah. Cukup menyediakan air, garam, dan gula untuk membuat cairan oralit sendiri di rumah.

Berikut langkah untuk membuat oralit sendiri:

  • Pertama-tama, siapkan kurang lebih 200 cc atau satu gelas kecil air hangat serta gula dan garam. Air hangat ini dibutuhkan untuk melarutkan gula dan garam serta untuk memberikan efek nyaman bagi penderita diare ketika mengonsumsinya. Anda dapat menggunakan air hangat yang sudah tersedia dari dispenser atau memanaskan air di kompor.
  • Bersihkan tangan Anda dan pastikan tidak ada noda yang tersisa. Hal ini sangat penting untuk menghindari kotoran dan kuman yang mampu mengontaminasi larutan oralit yang Anda buat.
  • Campurkan satu sendok teh gula pasir berserta ¼ sendok teh garam dengan air hangat yang sudah disiapkan. Aduk dengan rata dan pastikan semua bahan telah larut dengan sempurna.
  • Konsumsi secara perlahan larutan yang telah Anda buat.

Air Putih dan Jus Buah

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, Anda juga diwajibkan untuk mengonsumsi banyak air putih.Konsumsi air putih setidaknya satu liter setiap satu atau dua jam. 

Buah-buahan baik dikonsumsi langsung maupun di jus pun memiliki manfaat yang baik untuk mengobati diare. Buah-buahan memiliki banyak kandungan air dan serat yang dapat membantu tubuh melawan diare. 

Kentang

Kentang memiliki kandungan nutrisi kalium yang baik untuk mengatasi diare. Konsumsi kentang yang dikukus atau direbus dan tanpa kulit. 

Anda dapat mencampurkan sedikit garam untuk sedikit menambah rasa ketika dikonsumsi.

Namun hindari menggunakan terlalu banyak mentega, margarin, bumbu asam, atau saus yang pedas, karena bahan-bahan ini dapat memperburuk kondisi diare Anda.

Jahe

Jahe adalah rempah yang memiliki sifat antiinflamasi, analgesik, antibakteri, serta antioksidan yang baik sebagai obat diare alami. 

Mengonsumsi jahe dapat Anda campurkan dengan teh atau hanya dengan air hangat. Cara ini juga baik untuk membuat perut nyaman dan baik untuk kesehatan perut. 

BRAT

BRAT atau banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toast (roti) adalah pola makan yang dianjurkan bagi penderita diare. 

Bahan-bahan tersebut baik untuk kebutuhan energi serta ampuh untuk mengobati diare karena memiliki kadar serat rendah. Dengan begitu, tekstur feses dapat menjadi lebih padat. 

BRAT hanya dianjurkan sebagai pola makan ketika Anda mengalami diare. Ketika diare sudah hilang, sebaiknya mulai kembali kepada pola makan yang sehat karena pola BRAT tidak mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh.