Pada era digital ini, saat kegiatan sehari-hari manusia selalu menatap layar handphone atau komputer, salah satu organ yang bekerja paling keras adalah indera penglihatan, yaitu mata. 

Saat sedang bekerja, beristirahat, mengisi waktu luang, hingga menjelang waktu tidur di kamar yang gelap, kebiasaan melihat layar khususnya layar handphone menjadi kewajiban bagi kebanyakan orang.

Layar komputer dan handphone memiliki pancaran sinar biru yang bisa membuat mata manusia bekerja sangat keras dan akhirnya kelelahan. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka mata kita bisa mengalami gangguan penglihatan.

Tahukah Anda, jika angka penderita masalah penglihatan semakin meningkat tiap tahunnya? Berdasarkan data WHO gangguan penglihatan jadi masalah yang dialami banyak penduduk bumi.

Setidaknya ada 285 juta orang di dunia ini yang matanya bermasalah. Sebanyak 39 juta diantaranya mengalami kebutaan, 124 juta mengalami low vision, dan 153 juta lainnya memiliki gangguan penglihatan karena kelainan refraksi yang tidak terkoreksi.

Bahkan Kementerian Kesehatan RI memprediksi penderita masalah penglihatan ini akan naik dua kali lipat di tahun 2020 nanti. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mata kita.

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Pasti mau kan memiliki mata yang sehat hingga hari tua nanti? Oleh karena itu kita harus melakukan tindakan pencegahan. Ini bisa dilakukan dari dalam dan luar tubuh kita. Berikut 5 tips cara menjaga kesehatan mata:

1. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata

Semakin bertambahnya usia maka kemampuan penglihatan mata akan semakin menurun, oleh karena itu kita butuh asupan makanan bergizi untuk menunjang kinerja mata. 

Mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin A, C dan E, lutein, selenium, zinc, dan asam lemak omega-3 bisa membantu mengurangi risiko penurunan kemampuan penglihatan karena usia seperti katarak dan degenerasi makula.

Nutrisi ini bisa dengan mudah kita dapatkan dari sayuran berdaun hijau telur, kacang-kacangan, salmon, tuna, dan jeruk.

2. Istirahatkan Mata dengan Aturan 20-20-20

Jika pekerjaan menuntut kamu untuk terus menatap layar komputer atau handphone, maka berikan waktu mata untuk beristirahat. Dilansir dari American Academy of Dermatology, kita disarankan untuk menerapkan aturan 20-20-20.

Maksudnya, setiap 20 menit alihkan pandangan kita sejauh 20 feet (kurang lebih 6 meter) selama kurang lebih 20 detik.

3. Gunakan Sunglass Saat di Luar Ruangan

Saat keadaan sangat terik sebaiknya gunakan kacamata hitam. Sunglass bisa melindungi mata kita dari pancaran sinar UV matahari. Paparan radiasi sinar matahari bisa berdampak buruk untuk kesehatan mata.

Mulai dari potensi katarak, penebalan jaringan di lapisan luar mata (pinguecula), dan masalah lain.

Selain melindungi dari paparan sinar UV, menggunakan kacamata juga bisa lindungi mata kita dari debu-debu dan partikel kecil lainnya yang bisa menyebabkan iritasi pada mata.

Jika debu tak sengaja masuk ke dalam mata sebaiknya jangan dikucek karena hanya akan memperparah iritasi. Sebaiknya gunakan obat pembersih mata yang aman, salah satunya adalah Y-Rins.

Y-Rins adalah obat pencuci mata yang dapat membantu membersihkan, menyejukkan, dan menyegarkan mata yang lelah dan sakit.

Y-Rins juga bisa meringankan iritasi ringan pada mata yang disebabkan oleh udara yang berdebu atau berasap, mata lelah akibat mengemudi, atau mata lelah akibat terlalu lama menatap layar.

4. Hindari Rokok

Ternyata rokok tak hanya berbahaya untuk kesehatan pernapasan, ia juga bisa berbahaya untuk mata. Perokok aktif memiliki risiko tinggi mengalami katarak, degenerasi makula, uveitis, bahkan kebutaan.

Jika kamu perokok pasif sebaiknya hindari paparan asap rokok karena sebagai secondhand smoker kita juga punya resiko masalah yang sama.

5. Rutin Cek Kesehatan Mata ke Dokter

Tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan ke dokter mata. Terutama untuk kamu yang sudah berusia di atas 20 tahun. Namun bukan berarti yang masih anak-anak atau remaja tidak harus melakukannya.

Semakin cepat kita memeriksakan mata, maka dokter bisa mendeteksi masalah yang ada di penglihatan kita lebih dini. Dengan begitu dokter bisa melakukan penanganan secara maksimal.

Rutin cek mata juga bisa memberi tahu kita apakah resep kacamata yang sekarang kita pakai sudah tidak akurat lagi dan perlu diperbarui.