Penyakit mata seperti rabun dekat, rabun jauh, atau mata silinder merupakan gangguan mata manusia yang umum terjadi. Solusi untuk mengatasi gangguan ini adalah dengan operasi atau menggunakan alat bantu penglihatan seperti lensa kontak atau kacamata.

Diantara semua opsi tersebut, kacamata merupakan solusi yang paling mudah dan paling sering dipilih banyak orang.

Kacamata Perlu Disesuaikan Dengan Bentuk Wajah

Sejak dahulu kala, kacamata sudah menjadi alat yang umum digunakan oleh manusia sebagai alat bantu penglihatan.

Selain memanfaatkan fungsi utama dari kacamata ini, kacamata pun sering digunakan oleh banyak orang sebagai aksesoris atau sebagai pelengkap penampilan atau gaya berbusana.

Tapi hati-hati, salah pilih gaya kacamata malah bisa membuat penampilan Anda terganggu. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan kacamata dengan bentuk wajah Anda.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli kacamata, ada dua hal penting yang perlu Anda perhatikan terlebih dahulu.

Pertama adalah memilih bingkai kacamata (frame) seperti apa yang cocok, kemudian lensa apa yang ingin Anda gunakan.

Untuk dapat menentukan bentuk bingkai kacamata yang cocok serta lensa yang tepat terkadang menjadi pilihan yang sulit. Banyak produsen kacamata yang memiliki beragam jenis bingkai kacamata dan lensa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, gaya, dan tentunya harga.

Bentuk Bingkai Kacamata (Frame)

Memilih bingkai kacamata merupakan proses yang cukup membingungkan. Kini banyak sekali pilihan kacamata dengan berbagai pilihan bentuk, warna, bahan, dan tentunya harga.

Untuk mencari yang paling tepat untuk Anda, cara yang paling mudah adalah dengan mencobanya di optik. Namun, untuk mempermudah Anda memilih kacamata kami akan membantu untuk memilih bentuk-bentuk kacamata yang cocok dengan Anda dilihat dari bentuk wajah Anda.

Frame Kacamata untuk Wajah Bulat

Ciri-ciri wajah bulat adalah wajah tampak bulat dengan lebar dan tinggi wajah hampir sama. Biasanya pemilik wajah bulat memiliki garis rahang dan dagu yang membentuk setengah lingkaran.

Bentuk frame kacamata yang paling tepat bagi Anda yang memiliki wajah bulat adalah bingkai kacamata yang berbentuk kotak atau persegi panjang dengan garis tegas. Sebaiknya ukuran kacamata ini lebih lebar dari lebar wajah Anda.

Hindari menggunakan bingkai kacamata bulat karena bentuk kacamata ini akan membuat wajah Anda terlihat lebih bulat dan tembam.

Frame Kacamata untuk Wajah Kotak

Ciri-ciri wajah kotak adalah lebar yang sama antara area wajah atas dekat mata dan area bawah wajah sekitar mulut. Wajah kotak biasanya memiliki bentuk rahang yang lebar dan tegas.

Bagi Anda yang memiliki bentuk wajah kotak, sebaiknya Anda menggunakan kacamata yang memiliki bentuk bingkai yang melengkung atau bulat. Aksen bingkai yang bulat ini akan membuat wajah Anda terlihat lebih proporsional.

Bingkai kacamata yang berbentuk kotak pun dapat Anda gunakan jika Anda ingin mendapatkan kesan wajah yang lebih tegas dan profesional.

Frame Kacamata untuk Wajah Segitiga

Bentuk wajah segitiga memiliki ciri-ciri lebar area wajah pada bagian bawah lebih lebar daripada bagian wajah atas  pada area kening.

Bagi Anda yang memiliki bentuk wajah seperti ini, Anda dapat memilih bingkai kacamata yang berbentuk seperti mata kucing dengan detail pada bagian atas atau bentuk kacamata yang melebar ke bawah.

Frame Kacamata untuk Wajah Oval

Wajah dengan bentuk oval dapat terlihat dari wajah yang memiliki tinggi wajah lebih panjang dibandingkan lebar wajah. Biasanya ciri-ciri orang yang memiliki wajah oval dapat dilihat dari bentuk rahang dan dagu yang memiliki bentuk mengerucut.

Dalam hal memilih kacamata, orang yang memiliki bentuk wajah oval paling fleksibel dan mudah.

Bentuk wajah ini cenderung cocok dengan hampir semua jenis bingkai kacamata. Mulai dari bingkai tebal atau tipis hingga bentuknya yang berbentuk kotak tegas atau yang berbentuk lingkaran.

Memilih Lensa Kacamata

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih lensa kacamata yang tepat untuk Anda. Simak penjelasannya berikut ini.

Jenis Lensa

Berbeda gangguan penglihatan berbeda pula jenis lensa yang dibutuhkan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui jenis-jenis lensa dan apa fungsinya.

1. Lensa Visi Tunggal

Lensa visi tunggal dibutuhkan untuk mengatasi hanya satu gangguan penglihatan saja. Misalnya, untuk membantu yang memiliki gangguan seperti rabun jauh atau rabun dekat saja.

2. Lensa Bifocal

Lensa bifocal memiliki dua titik fokus yang berbeda pada satu lensa, biasanya perpaduan antara lensa untuk jarak dekat dan lensa untuk jarak jauh.

Pada lensa ini biasanya terdapat garis yang memisahkan antara dua lensa tersebut.

3. Lensa Progresif

Lensa ini memiliki fungsi yang sama dengan lensa bifocal, namun yang membedakannya adalah lensa progresif tidak memiliki garis pembatas antara dua lensa yang berbeda.

Akibatnya, lensa ini memiliki penampilan yang lebih polos jika dibandingkan dengan lensa bifocal.

4. Lensa Transisi

Lensa transisi adalah lensa yang mampu berubah warna sesuai dengan kondisi cahaya di sekitarnya.

Lensa ini akan terlihat bening pada ketika Anda berada di dalam ruangan yang redup cahaya, namun ketika berada di luar ruangan dengan terik sinar matahari, lensa ini akan berubah menjadi lebih gelap.

Bahan Lensa

Berbagai macam penemuan teknologi kini sudah dilakukan untuk menciptakan lensa dari berbagai bahan. Tentu setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Anda dapat memilih bahan lensa ini berdasarkan karakternya dan tentu harga yang tepat bagi kantong Anda.

1. Lensa Kacamata Bahan Kaca

Kaca merupakan bahan baku yang paling umum digunakan untuk membuat lensa. Lensa yang terbuat dari kaca cenderung lebih tebal dan berat dari bahan lainnya.

Risiko terbesarnya, jika lensa ini terkena benturan yang kuat, dapat pecah. Namun, keunggulan lensa kaca adalah kemampuan optiknya yang terbaik serta lebih tahan terhadap goresan.

2. Bahan Plastik

Lensa yang terbuat dari bahan plastik akan jauh lebih ringan dari lensa yang terbuat dari kaca sehingga tidak akan membuat Anda cepat pegal.

Namun, kelemahan dari plastik adalah bahannya yang mudah tergores dan meninggalkan bekas.

3. Bahan Polikarbonat

Lensa dari bahan polikarbonat paling tepat Anda pilih jika Anda adalah orang yang aktif dan sering melakukan olahraga dengan menggunakan kacamata.

Lensa dari polikarbonat cenderung ringan dan sangat tahan terhadap benturan.

4. Lensa Asperic

Lensa jenis ini memiliki derajat kelengkungan yang berbeda jika dibandingkan dengan lensa jenis lainnya sehingga lensa ini lebih tipis.

Lensa asperic cocok digunakan bagi Anda yang memiliki minus yang besar.

Nah, sudah tahu seperti apa bingkai dan lensa kacamata yang akan Anda pilih? Apapun kacamatanya, jangan lupa jaga terus kesehatan mata dengan makanan sehat, istirahatkan mata setelah lama di depan layar, dan bila perlu gunakan cairan pencuci mata untuk menyegarkan mata lelah dan membersihkan debu dan kotoran di dalam mata.