Mata kering menjadi salah satu kondisi kesehatan yang umum dialami masyarakat. Setidaknya gejala ini sudah menyerang lebih dari 337 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri terjadi lebih dari 2 juta kasus per tahun.

Gejala mata kering ini terjadi akibat kurangnya pelumas pada indera penglihatan manusia, yaitu air mata. Kondisi ini menyebabkan mata tidak bisa mengeluarkan atau menghilangkan debu dan berbagai benda asing yang masuk.

Ketika hal ini terjadi, mata menjadi tidak nyaman dan dapat memicu beberapa gangguan penglihatan seperti iritasi mata.

Apa Faktor Penyebab Mata Kering?

Mata yang kering tidak terjadi tiba-tiba, melainkan ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Banyak alasan yang menyebabkan tubuh tidak memproduksi cukup air mata untuk jadi pelumas, diantaranya:

  • Pola makan yang minim nutrisi baik untuk mata
  • Terlalu lama di ruangan berudara kering. Menggunakan AC, kipas angin, atau penghangat ruangan
  • Menghabiskan banyak waktu menatap layar
  • Menggunakan lensa kontak dalam waktu yang lama
  • Efek samping dari beberapa obat yang dikonsumsi
  • Memiliki kelainan refraksi mata
  • Berusia di atas 50 tahun. Seiring bertambahnya usia maka produksi air mata juga semakin berkurang
  • Perubahan pada hormon, hal ini kerap terjadi pada wanita yang mengonsumsi pil KB, sedang hamil, atau memasuki masa menopause.

Selain beberapa faktor di atas, mata kering juga didorong karena adanya masalah kesehatan mata lainnya seperti penyakit blefaritis akut dan distikiasis yang bisa mengganggu komponen lemak air mata.

Bisa juga karena adanya gangguan kelenjar air mata diantaranya sindrom sjogren, alacrima kongenital, dan atropin.

Gejala Mata Kering yang Sering Terjadi

Setiap gejala bisa saja berbeda pada tiap orang karena kondisi dan faktor penyebab yang berbeda. Umumnya banyak yang mengalami gatal, sensitif terhadap cahaya, nyeri, bahkan penglihatan yang menjadi kabur.

Selain itu ada gejala mata kering lain yang harus Anda ketahui:

  • Mata kemerahan hingga radang/bengkak
  • Terasa seperti berpasir dan kering
  • Mata terasa panas
  • Penglihatan menjadi buram
  • Ketika bangun tidur sulit membuka mata karena kelopak atas dan bawah menempel
  • Muncul lendir di area mata
  • Mata menjadi cepat lelah
  • Mata lebih sensitif pada sinar matahari
  • Mata jadi lebih banyak mengeluarkan kotoran
  • Nyeri pada mata
  • Muncul rasa tidak nyaman, seakan ada sesuatu di dalam mata

Gejala-gejala tersebut bisa semakin parah jika seseorang bekerja di lokasi yang berudara kering, harus menatap layar dalam waktu lama, terlalu lama membaca. 

Mata kering juga bisa menyebabkan permukaan mata Anda radang yang nantinya bisa memicu timbulnya jaringan parut atau infeksi bakteri.

Cara Mengobati Mata Kering

Penanganan mata kering bisa berbeda tergantung faktor penyebabnya. Jika mata kering yang Anda alami merupakan efek samping dari obat yang dikonsumsi maka Anda harus menghentikan konsumsi obat tersebut.

Umumnya mata kering bersifat kondisi medis ringan. Anda bisa melakukan perawatan secara mandiri di rumah. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan diantaranya:

  • Banyak konsumsi makanan bernutrisi baik untuk mata khususnya omega-3 yang mampu perbaiki kondisi mata kering. Omega-3 bisa didapatkan dari berbagai jenis ikan seperti sardine, salmon, tuna, dan makarel.
  • Gunakan air mata buatan sebagai pelumas yang bisa berupa tetes mata, gel, maupun salep. Anda juga bisa memanfaatkan cairan pembersih mata dengan kandungan witch hazel yang bisa membuat mata sejuk dan segar kembali. Salah satu produk yang aman dan mudah didapatkan adalah Y-Rins.
  • Hindari penggunaan riasan pada mata.
  • Lindungi mata dari lingkungan berudara kering. Gunakan kacamata dan pelembab ruangan jika memang Anda harus bekerja di lingkungan yang berudara kering.
  • Batasi durasi menatap layar gadget, jangan lupa untuk memberikan waktu istirahat untuk mata.
  • Jaga kebersihan mata dengan cara membuang kotoran atau minyak yang muncul di kelopak mata. Anda bisa melakukannya dengan melakukan kompres hangat di sekitar kelenjar mata.
  • Hindari merokok maupun paparan asapnya.

Jika Anda sudah melakukan upaya mandiri namun gejala mata kering tak kunjung membaik, maka segera hubungi dokter.

Jika tidak mendapat penanganan yang tepat mata kering bisa memicu komplikasi serius seperti kerusakan permukaan kornea, luka pada kornea, dan gangguan penglihatan lainnya.