Apakah Anda pernah mengalami mata berair? Kondisi ini tidak hanya terjadi ketika menangis saja.

Ketika mata mengalami iritasi, kemasukan benda asing, atau ketika sedang mengalami flu, biasanya Anda akan merasakan mata berair atau mengeluarkan air lebih banyak dari biasanya.

Umumnya kondisi mata berair ini bisa disembuhkan sendiri, namun ada juga kasus yang mengindikasikan permasalahan serius. Apakah sering mengalami mata berair adalah kondisi yang normal? Berikut penjelasannya.

Tentang Air Mata dan Mata Berair 

Mata berair jadi salah satu kondisi yang umum dan banyak dialami masyarakat. Kondisi mata berair bisa naik volumenya saat mengiris bawang, tertawa hingga terbahak-bahak, dan juga saat menguap.

Setiap kali mengedip kelenjar pada kelopak mata kita akan memproduksi air mata yang fungsinya  melumasi bola mata dan mengeluarkan berbagai benda asing yang masuk.

Air mata merupakan salah satu komponen dari sistem kekebalan tubuh kita dan melindungi tubuh dari infeksi. Ia juga berfungsi sebagai pelumas untuk bola mata dan bisa mengeluarkan benda-benda asing yang masuk.

Selain memproduksi air mata, kelopak mata juga sekaligus menghasilkan minyak yang membuat air mata kita tak cepat menguap dan menetes keluar dari kelopak mata.

Penyebab Mata Berair

Dalam dunia medis, kondisi mata berair ini disebut epiphora. Kondisi ini terjadi saat kelenjar memproduksi terlalu banyak minyak. Oleh karena itu, air mata jadi cepat menguap dan mengering. Kondisi mata kering inilah yang mendorong produksi air mata meningkat dan menyebabkan mata berair.

Selain itu, mata berair juga bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan pada saluran air mata. Ada pula beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi mata berair:

  • Mata lelah
  • Radang kelopak mata
  • Adanya luka terbuka pada kornea
  • Masuknya benda asing ke dalam mata dan menyebabkan iritasi
  • Alergi
  • Bintitan
  • Infeksi pada salah satu bagian mata
  • Flu
  • Mengalami kondisi ektropion atau kelopak mata bawah menghadap keluar
  • Bulu mata yang tumbuh ke dalam
  • Cuaca sekitar yang berangin, banyak asap, banyak angin, dan juga cahaya yang sangat terang
  • Efek konsumsi obat-obatan tertentu
  • Menjalani pengobatan terapi radiasi
  • Memiliki penyakit sinus kronis, gangguan tiroid, bell’s palsy, dan tumor
  • Mata berair juga mudah terjadi pada bayi dan lansia di atas 50 tahun

Cara Mengatasi Mata Berair

Pada kebanyakan kasus, mata berair akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Anda juga bisa melakukan perawatan mandiri menggunakan obat yang dapat didapatkan di apotik terdekat. Untung mengatasi kondisi mata berair, Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah ini:

  • Kompres mata dengan handuk hangat. Lakukan beberapa kali sehari, kompres hangat bisa membantu melancarkan saluran air mata yang tersumbat.
  • Manfaatkan cairan pembersih mata yang memiliki kandungan witch hazel seperti Y-Rins. Kandungan ini baik untuk membersihkan sekaligus memberikan efek sejuk dan menenangkan untuk mata yang lelah.
  • Kurangi durasi menatap layar gadget elektronik, mulai dari HP, komputer, dan TV. Batasi juga durasi dalam membaca buku.
  • Jika kondisi mata berair disebabkan oleh alergi, coba untuk mengonsumsi obat antithistamin.
  • Jika Anda mengalami mata berair karena bulu mata yang tumbuh ke dalam, maka perlu tindakan medis dari dokter untuk mengatasinya.
  • Jika terjadi penyumbatan pada saluran air mata, dokter bisa saja merekomendasikan jalur operasi.
  • Mata berair yang disebabkan karena infeksi mata atau adanya masalah konjungtivitis biasanya akan direkomendasikan dokter untuk mengonsumsi obat antibiotik.
  • Kasus mata berair pada bayi umumnya disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran air mata. Namun ini bisa sembuh seiring waktu tanpa penanganan medis. untuk mempercepat penyembuhan coba pijat dengan lembut saluran air mata dengan tangan yang bersih. 

Jika Anda sudah melakukan perawatan sendiri di rumah namun kondisi mata berair tak kunjung membaik, maka segera mendatangi dokter mata untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Apalagi jika Anda juga mengalami gejala lain seperti nyeri, iritasi, peradangan, mata memerah, sakit kepala parah, memar di sekitar mata, dan juga gangguan penglihatan.

Facebook
Twitter
LinkedIn