Diare merupakan salah satu kondisi kesehatan yang kerap menyerang anak-anak. Diare sendiri merupakan salah satu upaya tubuh membersihkan diri dari penyebab penyakit maupun racun.

Meski diare bukanlah kondisi medis yang serius, orangtua harus memperhatikan kondisi anak. Termasuk dalam memilih makanan yang baik untuk diare anak.

Diare pada anak biasanya ditandai dengan feses yang berubah menjadi encer, lalu diikuti dengan sakit perut, sakit kepala, atau bahkan muntah dan demam. Seorang anak dapat dikatakan terkena diare jika sudah mengalami feses encer dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari.

Perawatan Diare Pada Anak di Rumah

Meski dalam banyak kasus diare pada anak bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, bukan berarti orangtua boleh bersantai dan menyepelekan kondisi ini. Pemberian obat diare kepada anak sebenarnya tidak disarankan.

Oleh karena itu Anda harus melakukannya dengan persetujuan atau konsultasi dengan dokter anak. Untuk perawatan anak diare di rumah Anda bisa melakukan upaya dengan memastikan anak tetap mendapat asupan makanan yang baik dan memberikan istirahat yang cukup

Makanan dan Minuman yang Baik untuk Diare Anak

Jika Anda memiliki anak diare yang masih berusia di bawah 6 bulan maka Anda harus memberikan ASI eksklusif pada anak seperti biasa. Namun jika anak Anda sudah masuk ke tahap 6 bulan ke atas dan bisa makan apa saja maka Anda tetap bisa memberikan makan seperti biasa.

Akan tetapi porsinya menjadi lebih kecil, namun frekuensinya menjadi lebih sering. Berikut daftar makanan dan minuman yang baik untuk anak diare:

Makanan Tinggi Bakteri Baik

Saat anak diare makan beri ia asupan makanan yang tinggi akan bakteri baik atau probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang berupa bakteri atau jamur dan berada di dalam sistem pencernaan kita.

Selain probiotik alami yang diproduksi tubuh, kita juga bisa mendapatkan probiotik dari konsumsi asupan makanan. Probiotik biasanya didapat dari makanan yang telah melalui proses fermentasi.

Seperti tempe, yoghurt, acar, kefir, dan suplemen. Probiotik bernama lactobacillus dalam yoghurt misalnya, bisa Anda jadikan pilihan makanan untuk mengobati diare anak.

Makanan B.R.A.T

Profesor Gastroenterologi dari Universitas Michigan, Peter Higgins menyebut B.R.A.T atau singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (saus apel/apel yang dihaluskan), dan Toast (roti panggang) mampu menjadi makanan andalan saat anak terserang diare.

Keempat makanan ini sangat mudah dicerna, jadi tidak akan menambah parah diare pada anak. Pisang dan apel mengandung kaolin, pectin, dan kalium yang juga mampu memadatkan feses. Kalium baik pada pisang juga bisa menggantikan kebutuhan kalium yang hilang saat  terbuang bersama kotoran.

Nasi dan juga roti mungkin dianggap sebagai makanan ‘pengikat’ atau mampu menyebabkan sembelit. Namun pada kasus anak yang sedang diare, makanan ini justru membantu proses membuat feses jadi lebih padat.

Makanan Rendah Serat

Saat pencernaan normal, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat agar BAB bisa berjalan dengan lancar. Akan tetapi ketika anak mengalami diare, asupan makanan tinggi serat harus diganti dengan makanan rendah serat agar diare tidak semakin memburuk,

Makanan rendah serat akan menahan keluarnya cairan dari dalam tubuh secara berlebihan. Contoh makanan rendah serat yang cocok untuk anak misalnya bayam, buncis, tomat, labu siam, dan wortel. 

Makanan dan Minuman Tinggi Natrium

Natrium dalam makanan maupun minuman dapat berfungsi sebagai penyeimbang cairan dalam tubuh. Makanan yang tinggi natrium sendiri merupakan berbagai jenis makanan maupun minuman yang memiliki kadar garam tinggi di dalamnya.

Kadar garam elektrolit inilah yang berperan menggantikan cairan tubuh yang hilang dan menyeimbangkan kadar elektrolit saat anak diare. Contoh makanan tinggi natrium adalah keju, daging olahan, ikan olahan, sereal instan, dan kecap atau saus yang berbahan dasar kedelai.

Minuman Pengganti Cairan Tubuh

Saat anak diare, maka mereka sangat rentan mengalami dehidrasi karena banyaknya cairan dalam tubuh yang terbuang. Feses yang berubah menjadi cair akan membuat anak kehilangan banyak elektrolit.

Oleh karena itu dibutuhkan cairan atau minuman khusus yang mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang saat anak diare. Salah satu contoh yang aman dan bisa Anda dapatkan di apotek secara bebas adalah Renalyte.

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang. Renalyte mengandung komposisi yang merupakan formulasi dari WHO. Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.

Selain itu, Anda juga harus menghindari beberapa jenis makanan agar diare anak tidak semakin parah. Hindari pemberian makanan yang digoreng dan juga makanan cepat saji atau junk food.

Anak yang diare juga sebaiknya tidak diberikan makanan yang memicu gas seperti jagung, kacang polong, buah beri, dan brokoli.

Facebook
Twitter
LinkedIn