Terkadang di tengah aktivitas yang sibuk, kita menjadi lalai dan akhirnya terjadi insiden yang menyebabkan luka pada bagian tubuh. Entah tak sengaja mengiris jari saat memasak, terjatuh karena terlalu fokus pada smartphone.

Selain akibat benturan dan gesekan, luka juga bisa terjadi karena alasan lain seperti operasi misalnya. Saat tubuh mengalami luka, maka diperlukan perhatian khusus. Menyembuhkan luka tidak hanya dilakukan dengan menggunakan obat luar atau mengonsumsi obat oral saja.

Penyembuhan luka luar prosesnya dapat lebih cepat dengan menggunakan jenis-jenis makanan tertentu. Apa saja?

Makanan Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Luar

Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk regenerasi kulit dan penyembuhan bisa membantu Anda sembuh lebih cepat. Lalu makanan apa yang cocok untuk orang yang sedang dalam proses penyembuhan luka?

Berikut beberapa rekomendasi makanan penyembuh luka yang mudah didapat dan bisa Anda coba:

Brokoli

Banyak orang yang tidak menyukai jenis sayuran ini, seperti tokoh kartun Jepang Sinchan. Bagi Anda yang seperti Sinchan kurang menyukai brokoli, harus segera berubah pikiran.

Karena brokoli kaya akan kandungan vitamin C dan zat fitonutrien yang berperan penting dalam penyembuhan luka.

Vitamin C pada brokoli berfungsi untuk memelihara perbaikan dan pertumbuhan segala bentuk jaringan mulai dari pembuluh darah hingga ke lapisan kulit bagian atas.

Selain itu, dilansir dari National Institute of Health, brokoli jadi sumber makanan yang tinggi antioksidan dan bisa membantu mengelola peradangan serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Kedelai

Makanan penyembuh luka yang kedua adalah kedelai. Kedelai tinggi akan kandungan vitamin A, C, D, E, dan K yang berfungsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan kulit terutama kulit yang sedang terluka dan meradang.

Selain itu kedelai juga tinggi akan kandungan protein yang berperan sebagai pembentuk jaringan baru pada sel-sel kulit. Tak hanya sehat untuk penyembuhan luka, kedelai juga bisa meningkatkan fungsi pencernaan menjadi lebih baik.

Coklat Hitam

Selain enak, ternyata coklat juga bermanfaat sebagai makanan penyembuh luka khususnya coklat hitam (dark chocolate). Dark chocolate mengandung tinggi oksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan mencegah infeksi pada luka.

Selain itu, dilansir dari Contemporary Reviews in Cardiovascular Medicine ternyata dark chocolate juga memiliki kemampuan menstabilkan tekanan darah.

Kondisi ini berdampak pada kemampuan tubuh mendistribusikan vitamin, oksigen, dan nutrisi lainnya ke jaringan-jaringan tubuh terutama bagian yang terluka.

Makanan Laut

Makanan laut atau seafood juga bisa menjadi makanan penyembuh luka yang efektif. Seafood memiliki kandungan zinc yang tinggi.

Pada tubuh zinc memiliki peranan untuk memaksimalkan fungsi imun dan enzim untuk memilah sumber protein dan mengubahnya menjadi asam amino yang berguna untuk mendukung pertumbuhan sel-sel otot.

Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian juga bisa membantu penyembuhan luka dan membuatnya cepat kering dan berganti sel.

Kandungan vitamin E pada kacang-kacangan seperti gandum, almond, dan kacang tanah, sangat baik untuk kesehatan kulit dan menyamarkan bekas lukanya.

Telur

Telur memiliki kandungan protein tinggi yang baik dalam proses menyembuhkan luka. Protein yang terkandung dalam telur ini juga mampu melawan kuman dan bakteri yang bisa saja menyerang luka.

Sehingga luka tetap terjaga dari infeksi sampai luka terbuka kemudian tertutup dengan lapisan kulit baru.

Selain protein, bagian putih telur juga tinggi akan asam amino. Asam amino merupakan senyawa yang berperan untuk memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh yang rusak.

Makanan Tinggi Vitamin C dan Flavonoid

Makanan yang tinggi kandungan vitamin C dan flavonoid seperti tomat, beragam jenis jeruk, stroberi, brokoli, bayam, dan teh hijau, mengandung jaringan ikat dan mampu mendukung produksi kolagen.

Dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin C ini proses penggantian lapisan kulit baru karena luka sayatan atau robek menjadi lebih cepat.

Selain mengonsumsi makanan-makanan tadi, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan konsumsi air putih yang cukup.

Makanan yang Harus Dihindari Saat Penyembuhan Luka

Agar proses penyembuhan luka berjalan lebih efisien, maka ada pula beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari.

Makanan Kandungan Gula Tinggi

Saat Anda berada di masa pemulihan luka, maka sebaiknya hindari makanan maupun minuman yang mengandung gula tinggi. Karena konsumsi panganan mengandung gula akan berpengaruh pada kolagen pada kulit.

Kolagen merupakan komponen yang penting dalam penyembuhan luka. Konsumsi makanan dengan gula tinggi akan merusak kekebalan karena mengganggu kemampuan sel darah putih dalam menghancurkan bakteri. Akibatnya proses penyembuhan luka berjalan lebih lama.

Makanan Mengandung Rempah

Dilansir dari John Hopkins Medical School makanan yang mengandung rempah seperti jahe dan kunyit sangat tidak baik untuk proses penyembuhan luka. Pada luka yang masih baru dan basah dibutuhkan proses penggumpalan darah agar luka cepat mengering.

Namun kandungan yang ada pada jahe dan kunyit justru membuat proses penggumpalan darah sulit terjadi. 

Cara Ampuh Mengatasi Luka Luar

Luka luar seperti memar sering muncul pada lapisan kulit luar Anda. Apalagi bagi Anda yang kurang berhati-hati. Luka memar yang muncul bukan luka yang berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. 

Namun, luka ini terkadang dapat membuat Anda kurang nyaman dan menimbulkan rasa kurang nyaman.

Untuk mengobati luka luar seperti memar, Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan yang disebut di atas dan juga menggunakan obat memar untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Obat oles untuk mengatasi memar yang ampuh adalah yang obat yang mengandung heparin sodium. Salah satunya adalah thromboflash.

Thromboflash obat memar adalah salep memar yang mengandung heparin sodium yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.