Punya masalah perut buncit? Selain mengganggu penampilan dan rasa percaya diri, nyatanya lemak yang menumpuk di bagian perut ini bisa berbahaya dan mengancam kesehatan Anda.

Dalam banyak kasus penumpukan lemak ini terjadi karena pola hidup yang kurang sehat.

Seperti banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi, makanan tinggi gula, kurang olahraga, kebiasaan setelah makan yang buruk, dan lain-lain.

Ternyata sebuah penelitian terbaru, penumpukan lemak perut ini bisa mengacu pada ancaman penyakit, mulai dari diabetes hingga kanker.

Kenapa Lemak Perut Bahaya?

Sebelum mengenal risiko dan bahaya lemak perut, kita kenali dulu jenis-jenis lemak yang ada di dalam tubuh.

Pada tubuh manusia terdapat dua jenis lemak. Pertama adalah lemak subkutan yang berada di balik kulit. Kedua, adalah lemak viseral yang berada di dalam rongga perut.

Lemak subkutan biasa kita temukan di bagian tubuh seperti paha, lengan bagian atas, dan bokong. Anda bisa mengecek lemak ini dengan mencubit bagian tubuh tersebut dan merasakan lemak di balik kulit.

Penumpukan lemak viseral inilah yang membuat perut kita terlihat buncit. Lemak viseral yang menumpuk bisa berbahaya karena letaknya yang menyelimuti organ penting dalam tubuh mulai dari pankreas, usus, dan hati.

Dr M. Sue Kirkman, Direktur Medis Diabetes Care Center Clinical Trials Unit di Division of Endocrinology and Metabolism University of North Carolina menyebut penumpukan lemak viseral ini berbahaya sebab lemak jenis ini cenderung aktif. 

Lemak viseral memproduksi hormon dan faktor peradangan yang menyebabkan gangguan pada daya tahan insulin, kolesterol, serta risiko diabetes tipe-2, penyakit jantung, bahkan kanker.

Lemak viseral ini bisa menumpuk karena beberapa faktor seperti stres, kurang tidur, kebiasaan mager, berat badan berlebih, kondisi genetik, kebiasaan makan yang buruk, dan juga faktor usia.

Kondisi perut buncit sudah mencapai level berbahaya jika lingkar pinggang Anda sudah melebihi batas normal. Bagi laki-laki 102 cm, sedangkan bagi perempuan adalah 88 cm.

Risiko Penyakit Akibat Penumpukan Lemak Perut

Bagi Anda yang memiliki perut buncit sebaiknya mulai waspada karena bukan hanya penampilan yang terganggu, namun komplikasi penyakit serius bisa menghantui. Berikut beberapa akibat bahaya penumpukan lemak di perut.

Diabetes Tipe 2

Kondisi ini bisa menyerang siapapun, termasuk Anda yang tidak memiliki keturunan penyakit diabetes. Penumpukan lemak viseral akan menghambat kerja insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Lemak viseral menghasilkan retinol-binding protein yang membuat insulin menjadi resisten. Insulin yang tidak bekerja dengan baik akan meningkatkan risiko gula darah tinggi dan ujungnya adalah diabetes. 

Tekanan Darah Tinggi

Sebaih penelitian yang dilansir dari American College of Cardiology menyebut penumpukan lemak viseral meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi 22% dibanding mereka yang perutnya tidak buncit.

Hal ini disebabkan karena lemak viseral mempengaruhi kinerja ginjal. Posisi lemak viseral yang berada di rongga perut menyelimuti beberapa organ termasuk ginjal dan kelenjar adrenal yang berpengaruh pada peningkatan tekanan darah.

Jantung dan Stroke

Lemak viseral aktif mengeluarkan kadar sitokin, yaitu zat kimia yang memicu peradangan dan menimbulkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Selain itu penumpukan lemak viseral juga memiliki kaitan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (lemak jahat).

Kolesterol tinggi memungkinkan terbentuknya plak di pembuluh darah dan menyumbat aliran darah ke jantung. Plak ini dapat menyebabkan serangan jantung dan gangguan jantung lainnya.

Selain itu plak juga bisa menyumbat aliran darah ke otak dan berujung penyakit stroke.

Kanker

Para peneliti menyebut lemak viseral menghasilkan zat fibroblast growth factor-2 (FG2) yang lebih banyak ketimbang lemak subkutan. Zat inilah yang berbahaya karena mampu mengubah sel normal menjadi sel kanker.

Zat sitokin yang menimbulkan peradangan juga turut serta memicu perubahan sel sehat menjadi sel kanker yang berbahaya.

Jenis kanker yang kerap muncul akibat perut yang buncit adalah kanker kolorektal dan payudara.

Lalu Bagaimana Langkah Pencegahannya?

Mulai sekarang ubahlah pola hidup Anda jika tidak ingin berbagai risiko penyakit tersebut datang menghampiri. Mulai dengan atur pola makan yang sehat, lakukan olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan hindari stres.

Anda juga bisa memanfaatkan produk obat atau suplemen yang berfungsi sebagai pembakar lemak atau fat burner untuk membantu mempercepat pembakaran lemak di perut Anda.

Salah satu yang aman dan bisa Anda dapatkan tanpa resep dokter adalah Slendy.

Slendy adalah tablet hisap pembakar lemak (fat burner) pertama di Indonesia. Sebagai fat burner, Slendy membantu untuk mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Tablet hisap Slendy fat burner rasa jeruk efektif memaksimalkan pembakaran kalori di dalam tubuh karena mengandung L-Carnitine tartrate dan Chromium.

Facebook
Twitter
LinkedIn