Anda pasti sudah akrab bukan dengan obat bernama oralit? Obat ini sering dikenal sebagai obat diare, padahal itu bukanlah fungsi utamanya lho. Ada baiknya Anda mengetahui kandungan oralit dan juga manfaatnya sebelum menggunakannya.

Apa Itu Oralit dan Apa Fungsinya

Dalam bahasa Inggris oralit disebut dengan istilah ORS atau oral rehydration salts. Sedangkan di Indonesia oralit akrab dengan sebutan LGG atau larutan gula garam. 

Oralit bukanlah obat diare, itu hanya salah satu fungsinya. Jika didefinisikan, oralit adalah larutan rehidrasi oral yang digunakan untuk mengatasi kondisi tubuh yang kekurangan elektrolit dan mineral akibat dehidrasi.

Nah dehidrasi sendiri bisa disebabkan banyak hal, mulai dari muntah kronis, aktivitas fisik atau olahraga berlebihan, dan pastinya diare. Untuk mencegah dehidrasi dan terjadi efek dehidrasi yang berbahaya, maka seseorang perlu mengonsumsi oralit.

Kenapa oralit sering direkomendasikan untuk obati diare? Karena oralit mampu mengganti cairan tubuh yang hilang bersama feses. Dengan begitu dehidrasi bisa dihindari.

Apa Kandungan di Dalam Oralit?

Sebagaimana fungsinya, yaitu untuk mengganti cairan tubuh maka oralit berisi berbagai kandungan yang mampu menghidrasi tubuh dengan baik. Kandungan oralit secara spesifik terdiri dari Glucose anhydrous, Natrium bicarbonate, Natrium klorida, dan CaCl2.

Umumnya oralit merupakan campuran antara NaCl dengan gula (baik glukosa maupun sukrosa). Oralit biasanya dibuat dari campuran gula dan juga garam. 

Garam memiliki kemampuan untuk meningkatkan pengangkutan dan meningkatkan daya absorbsi gula melalui membran sel. 

Lalu gula dalam larutan NaCl (garam dapur) berfungsi untuk meningkatkan daya penyerapan air pada dinding usus. Sehingga proses dehidrasi pada tubuh dapat diatasi dan dikurangi. 

Apakah Oralit Punya Efek Samping?

Oralit ternyata juga punya efek samping, namun hal ini tidak dialami semua orang. Kembali lagi pada kondisi fisik masing-masing orang, tingkat keparahan dehidrasi, dan juga jenis atau merk oralit yang dikonsumsi.

Namun untuk berjaga-jaga Anda tetap perlu mengetahui beberapa efek samping dari oralit berikut ini:

  • Perut kembung.
  • Mual.
  • Peningkatan kadar kalsium

Penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan dosis pemakaian dan juga riwayat penyakit dari seseorang yang akan mengonsumsi oralit. Terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit gagal jantung, gagal ginjal, dan juga hiperklemia. 

Beberapa kondisi medis ini kinerja oralit tidak akan maksimal, terganggu, atau bahkan justru membahayakan diri Anda. Oleh karena itu, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

Seai efek samping, seseorang juga bisa mengalami overdosis oralit lho. Overdosis oralit ini bisa ditandai dengan gejala bengkak, kadar kalsium dalam darah naik, dan juga retensi air. Untuk mengatasinya Anda harus segera menghubungi dokter.

Kapan Seseorang Butuh Oralit?

Seperti yang sudah dijelaskan, oralit berfungsi sebagai larutan pengganti cairan tubuh akibat dehidrasi. Anda membutuhkan oralit jika mengalami beberapa kondisi seperti diare, muntah, dan aktivitas fisik berlebih.

  • Diare bisa ditandai jika frekuensi BAB Anda meningkat menjadi tiga kali sehari atau bahkan lebih. Selain itu konsistensi tinja juga menjadi lebih encer. 
  • Anda juga butuh oralit jika sudah mengalami muntah-muntah. Baik itu yang berbarengan diare alias muntaber, maupun tidak.

Gejala dehidrasi atau tanda dimana tubuh mulai kehilangan banyak cairan ini bisa ditandai dengan:

  • Mulut dan kulit terasa kering.
  • Frekuensi kencing menurun dan warnanya menjadi pekat.
  • Rasa haus yang meningkat.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Mengantuk

Jika mengalami beberapa gejala di atas sebaiknya segera konsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi semakin parah. Jika tidak ditangani dengan cepat dehidrasi bisa semakin parah dan menimbulkan masalah lain.

Anda harus segera menghubungi dokter apabila gejala dehidrasi tak juga menghilang. Tingkat dehidrasi yang semakin parah ini bisa ditandai dengan:

  • Feses berwarna hitam dan juga disertai darah.
  • Muntah kronis.
  • Demam tinggi.
  • Sindrom dehidrasi berat mulai dari lesu, mata cekung, pusing, dan tidak kencing selama 12 jam terakhir.

Cara Membuat Oralit

Oralit memang bisa dengan mudah dibeli di apotek. Akan tetapi jika Anda dalam keadaan darurat maka bisa juga membuatnya sendiri di rumah. Beberapa bahan yang diperlukan adalah air, gula, dan juga garam.

  • Mulai dengan siapkan 1 liter air matang.
  • Lalu campurkan air dengan ½ sendok teh garam dan 8 sendok teh gula.
  • Aduk hingga rata.

Setelah itu oralit bisa langsung dikonsumsi. Namun perhatikan pula dosis penggunaannya. Setiap usia punya dosis yang berbeda-beda. Anda bisa mengetahui dosis penggunaan oralit di sini.

Jika Anda tidak yakin dengan oralit racikan sendiri. Atau tak suka karena rasanya yang tidak enak, maka kini sudah ada alternatifnya. Anda bisa mencoba larutan elektrolit layaknya oralit yang bisa langsung diminum yaitu Renalyte.

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang. Kadungan atau komposisi di dalam Renalyte juga sesuai dengan standar dari WHO.

Minuman rehidrasi Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril. 

Kandungan Renalyte seperti Natrium, Kalium, Klorida, Sitrat, dan Glukosa merupakan sumber elektrolit. Ini dibutuhkan tubuh untuk rehidrasi dan mengembalikan kerja otot dan saraf tubuh kembali normal setelah tubuh kehilangan banyak cairan.