Meski sudah berhati-hati namun tidak jarang Anda dapat mengalami luka pada bagian tubuh. Baik itu luka ringan seperti lecet hingga luka berat yang dibutuhkan penanganan khusus. 

Luka atau yang dikenal dengan istilah vulnus dalam medis adalah rusaknya jaringan pada organ tubuh yang disebabkan oleh faktor eksternal. Luka ini dapat disebabkan oleh gesekan, tusukan, gigitan, hingga cuaca.

Luka memiliki beberapa jenis yang dapat dibedakan dari beberapa kategori, mulai dari jenis atau penyebab luka, sampai tingkat risiko luka.

Karena luka memiliki penyebab yang berbeda-beda, maka cara mengobati atau penanganan pertama luka pun berbeda-beda. Seperti apa? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Luka

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara mengobati luka, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis luka.

Jenis luka atau vulnus dapat dibagi menjadi 10 penyebab yang berbeda-beda. Untuk dapat mengobatinya dengan benar, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis luka yang dilihat dari penyebabnya.

Vulnus Laceratum (Laserasi)

Vulnus laceratum atau laserasi adalah jenis luka yang disebabkan oleh benturan dengan benda tumpul. Luka ini dapat juga menyebabkan sedikit pendarahan dan hanya merusak permukaan kulit.

Beberapa penyebab munculnya laserasi pada tubuh adalah ketika dipukul dengan kepalan tangan atau pemukul bisbol.

Vulnus Excoriasi (Luka Lecet)

Vulnus excoriasi atau luka lecet sering disebabkan oleh gesekan keras antara benda tumpul dengan bagian tubuh. Luka lecet sering terjadi ketika Anda mengalami kecelakaan berkendara. Luka ini hanya terjadi pada bagian permukaan kulit namun merupakan luka terbuka yang terkadang dapat menyebabkan pendarahan.

Vulnus Punctum (Luka Tusuk)

Vulnus punctum atau luka tusuk adalah jenis luka yang disebabkan oleh tusukan benda tajam. Umumnya luka ini tidak merusak bagian kulit terlalu besar namun cukup dalam sehingga berisiko untuk merusak organ di dalam tubuh. 

Luka ini juga memiliki risiko infeksi yang besar jika tidak segera ditangani. Terlebih jika benda tajam yang menusuk tubuh tidak bersih. 

Vulnus Contusum (Luka Kontusio)

Vulnus contusum atau luka kontusio adalah jenis luka yang sering Anda kenal dengan istilah memar. Luka ini disebabkan oleh benturan tubuh yang keras antara tubuh dengan benda tumpul.

Luka memar menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di bawah lapisan kulit, sehingga terjadi perubahan warna pada bagian luka tersebut.

Vulnus Incisivum (Luka Sayat)

Vulnus Incisivum atau luka sayat sering terjadi ketika Anda sedang memasak. Saat sedang menggunakan pisau untuk memotong bahan makanan, luka sayat umum terjadi.

Luka sayat adalah luka yang merobek lapisan kulit dengan sayatan yang panjang namun tipis dan dapat menyebabkan pendarahan.

Vulnus Sclopetarium

Vulnus Sclopetarium adalah luka yang disebabkan oleh senjata api seperti tembakan pistol atau granat. 

Vulnus Morsum (Luka Gigitan)

Vulnus morsum atau luka gigitan adalah luka yang terjadi akibat gigitan. Baik dari gigi manusia ataupun hewan. 

Vulnus Perforatum

Luka vulnus adalah jenis luka berat yang dapat menembus tubuh seperti panah. Luka ini cukup berbahaya karena selain dapat menyebabkan infeksi, luka ini juga berisiko untuk merusak organ di dalam tubuh.

Vulnus Amputatum

Vulnus amputan adalah luka yang yang disebabkan oleh potongan benda tajam berukuran besar. Luka membentuk lingkaran sesuai dengan organ yang dipotong, perdarahan hebat, dan memiliki resiko infeksi tinggi,

Vulnus Combustion (Luka Bakar)

Vulnus combustion atau luka bakar tidak hanya disebabkan oleh api saja, namun dapat disebabkan oleh aliran listrik maupun cairan kimia. Luka ini memiliki tingakatan berdasarkan besar dan kedalamannya. Jika tidak terlalu serius, luka ini hanya merusak jaringan kulit luar saja.

Luka Berdasarkan Luas dan Kedalamannya

Tingkat kedalaman luka dapat dibagi menjadi empat bagian. 

  • Stadium I

Luka yang terjadi pada lapisan kulit terluar atau epidermis

  • Stadium II

Luka yang menyebabkan hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis.

  • Stadium III

Hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya.

  • Stadium IV

Luka yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya kerusakan yang luas.

Cara Perawatan Luka yang Tepat Berdasarkan Jenisnya

Forefinger of a woman hand with a band aid

Pertolongan pertama ketika terjadi luka pada tubuh adalah untuk mencegah infeksi dan untuk menutup luka jika terjadi pendarahan. Hal utama yang perlu Anda perhatikan adalah menjaga agar luka tidak menyebabkan infeksi. 

Jika terjadi infeksi pada luka, selain dapat menyebabkan proses penyembuhan yang semakin lama, infeksi juga dapat menyebabkan luka yang lebih besar. 

Secara umum, berikut beberapa cara untuk mengobati luka:

  • Bilas luka dengan air bersih
  • Apabila terjadi pendarahan, usap dengan kapas atau kain bersih. Luka dengan pendarahan yang sedikit cenderung akan cepat hilang
  • Jika terjadi pendarahan yang cukup besar, tekan bagian dekat luka untuk menahan laju pendarahan

Cara di atas adalah cara umum tindakan pertama yang perlu Anda lakukan ketika mengalami luka. Namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, setiap luka memiliki cara pengobatan yang berbeda. Berikut beberapa cara yang perlu Anda lakukan untuk menangani luka berdasarkan penyebabnya. 

Luka Lecet

Luka lecet atau abrasi terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras. Biasanya luka jenis ini tidak mengeluarkan banyak perdarahan, tetapi luka perlu digosok dan dibersihkan agar tidak infeksi.

Caranya, cuci tangan Anda sampai bersih atau pakai sarung tangan. Kemudian bersihkan luka dengan menggosok lembut menggunakan sabun, air, dan lap bersih. Oleskan salep antibiotik atau obat luka, lalu balut area yang terluka dengan perban. Jangan lupa cuci tangan kembali setelahnya.

Luka Sobekan

Jika Anda mengalami luka goresan dan mengalami pendarahan yang masih ringan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan pendarahan.

  • Caranya adalah dengan tekan lembut bagian yang terluka dengan kain lembut atau kain kasa. Lalu posisikan luka menghadap ke atas.
  • Setelah itu bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir. Anda boleh menggunakan sabun, namun hanya pada bagian sekitar luka. Bukan pada bagian lukanya.
  • Jika Anda mendapati kotoran atau benda yang menancap pada area luka maka bersihkan menggunakan pinset yang sudah dibersihkan. 
  • Setelah itu oleskan salep antibiotik untuk membuat area luka tetap lembab. Antibiotik berperan untuk mencegah terjadinya infeksi saat penyembuhan luka.
  • Anda tidak perlu mengolesi luka dengan obat merah, hidrogen peroksida, maupun cairan yang mengandung iodine karena justru bisa menyebabkan iritasi.
  • Terakhir adalah tutup luka dengan perban agar tetap terjaga kebersihannya dari segala macam bakteri dan kotoran.

Luka Tusukan Ringan

Saat Anda mengalami luka tusuk dan terjadi pendarahan yang masih tergolong ringan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawat lukanya.

  • Sesegera mungkin lepaskan benda yang masuk menusuk tubuh Anda.
  • Biarkan darah mengalir keluar agar mikroorganisme yang terbawa dari benda yang masuk ke tubuh Anda ikut keluar.
  • Setelah itu segera bersihkan luka dengan air mengalir.
  • Selanjutnya bersihkan area luka dengan rivanol 2-4 kali sehari dan keringkan menggunakan kain kasa yang kering dan steril.
  • Oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Jika Anda mengalami luka tusuk yang cukup dalam maka sebaiknya Anda segera pergi ke tenaga medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Luka Bakar

Luka bakar bisa diakibatkan oleh panas yang berlebih seperti paparan sinar matahari, kontak dengan api, bahan kimia, atau listrik.

Untuk mengatasinya, pertama dinginkan dahulu area yang terbakar di bawah air dingin yang mengalir atau tempelkan kompres dingin sampai sakitnya berkurang.

Jika kulit mulai melepuh dan pecah, bersihkan dengan air. Oleskan salep antibiotik kecuali jika muncul ruam. Setelah luka mendingin, oleskan losion untuk mencegah pengeringan. Tutup luka dengan longgar menggunakan kasa steril.

Luka Memar

Luka memar atau luka lebam muncul akibat pecahnya pembuluh darah kapiler di dalam kulit akibat benturan yang keras dengan benda tumpul. Saat Anda mengalami benturan sangat keras dengan benda tumpul dan terjadi perdarahan internal.

Lakukan perawatan luka memar berikut ini:

  • Setelah terjadi benturan, kompres area yang lebam dengan es atau air dingin. Lakukan selama 10 menit untuk mengurangi pembengkakan.
  • Saat tidur istirahatkan daerah yang terluka dengan memposisikannya lebih tinggi dari jantung.

Dua hari pasca trauma lakukan kompres hangat pada area memar untuk meningkatkan aliran darah ke area yang terluka.

Untuk mempercepat proses hilangnya luka memar, Anda bisa memanfaatkan gel atau salep yang mengandung heparin sodium. Kandungan ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar.

Sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Anda dapat menemukan kandungan ini pada produk Thromboflash.

Thromboflash adalah salep (gel) yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati gangguan pembuluh darah seperti luka dalam alias lebam atau memar. Thromboflash dijamin kehalalannya karena menggunakan heparin bovine, yang diambil dari protein sapi.