Anda mungkin sudah sering mendengar tentang katarak. Mungkin nenek, kakek, atau orangtua Anda dulu pernah menjalani operasi katarak?

Tapi, sebenarnya apa itu katarak? Kenapa sering terjadi pada usia lanjut? Dan bisakah kita mencegahnya?

Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Katarak?

Katarak adalah memburamnya lensa mata. Jika Anda menderita katarak, penglihatan yang biasanya terlihat jernih dan jelas akan menjadi buram, bagaikan memandang dari balik kaca jendela yang kotor atau berembun.

Penglihatan “berembun” ini membuat Anda kesulitan saat membaca, menyetir kendaraan (terutama di malam hari), atau bahkan melihat ekspresi di wajah seseorang.

Kebanyakan katarak muncul perlahan-lahan, dan awalnya tidak akan mengganggu penglihatan. Dengan bantuan cahaya terang dan kacamata, katarak tahap awal masih bisa diatasi.

Tapi lama kelamaan, katarak akan membuat Anda sulit melihat jelas. Jika sudah begitu, operasi katarak biasanya dibutuhkan untuk menyembuhkannya.

Gejala dan Ciri-Ciri Katarak

Ciri-ciri katarak yang sering terjadi antara lain adalah:

  • Penglihatan buram, redup, atau seperti berembun
  • Kesulitan melihat di dalam cahaya remang-remang atau di malam hari
  • Mata jadi sensitif terhadap cahaya
  • Anda membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau melakukan aktivitas lain
  • Saat melihat cahaya terang, ada lingkaran cahaya yang terlihat oleh mata Anda
  • Resep lensa kacamata atau lensa kontak Anda berubah-ubah terus
  • Warna-warna terlihat memudar atau menguning
  • Penglihatan ganda (sebuah benda terlihat seperti ada dua) di satu mata

Pada awalnya, buramnya penglihatan Anda akibat katarak mungkin hanya mempengaruhi sebagian kecil lensa mata saja, sehingga kalau ada gangguan penglihatan pun Anda mungkin tidak menyadari.

Namun, seiring dengan membesarnya area lensa mata yang terkena katarak, cahaya yang masuk ke lensa mata akan terganggu sehingga penglihatan menjadi makin buram.

Apa Penyebab Katarak?

Ada banyak penyebab katarak. Seringnya katarak terjadi seiring dengan bertambahnya usia, tapi orang-orang usia muda pun bisa mengalami katarak misalnya karena cedera yang mempengaruhi jaringan lensa mata.

Beberapa kelainan genetik atau masalah kesehatan juga bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena katarak, misalnya saja pada penderita diabetes.

Operasi mata di masa lalu, atau penggunaan obat-obaan jenis steroid dalam jangka panjang, juga bisa memicu terjadinya katarak.

Proses Terbentuknya Katarak di Lensa Mata

Katarak terbentuk di lensa mata. Lensa mata ini terletak di belakang iris mata.

Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata, sehingga menghasilkan gambar yang jernih dan bersih di retina. Retina sendiri adalah selaput di mata, yang sensitif pada cahaya dan berfungsi seperti gulungan film di kamera.

Saat kita mencapai usia lanjut, lensa mata tak lagi lentur, dan menjadi tebal serta tak lagi transparan seperti dulu. Beberapa kondisi medis juga bisa membuat jaringan di dalam mata menjadi rusak dan menggumpal, sehingga membuat sebagian permukaan lensa menjadi buram.

Seiring berkembangnya katarak, memburamnya lensa mata ini akan menjadi semakin nyata dan menutupi sebagian besar lensa mata. Katarak akan menyebar ke berbagai bagian lensa mata dan menghalangi masuknya cahaya, sehingga gambar yang terbentuk di retina menjadi buram dan tak jernih lagi.

Efeknya, penglihatan Anda pun menjadi buram dan terganggu.

Katarak sering kali terjadi di kedua mata sekaligus, tapi mata kiri dan kanan biasanya akan mengalami katarak dengan tingkat keparahan yang berbeda. Misalnya, katarak di mata kanan masih tergolong ringan sehingga Anda masih bisa melihat dengan cukup jelas meski tak sejernih dulu, tapi katarak di mata kiri mengalami katarak yang parah dengan penglihatan yang sangat buram.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Katarak?

Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih berisiko menderita katarak, di antaranya adalah:

  • Orang-orang dengan usia lanjut
  • Penderita diabetes
  • Orang-orang yang sering terpapar sinar matahari dalam jangka panjang
  • Perokok
  • Orang-orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Orang yang pernah mengalami cedera pada mata atau peradangan pada mata
  • Orang yang pernah menjalani operasi mata
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan jenis kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Orang yang sering minum-minuman alkohol dalam jumlah banyak

Kenapa Katarak Sering Terjadi Pada Orang Tua?

Meski bisa terjadi pada semua orang di usia berapa pun, katarak adalah kondisi yang umum terjadi pada orang-orang lanjut usia.

Mengapa demikian?

Di usia muda, lensa mata kita biasanya jernih seperti kaca sehingga kita bisa melihat dengan jelas melalui lensa yang bersih ini. Namun, saat beranjak tua, lensa ini menjadi buram dan seakan-akan berembun, sehingga mengganggu penglihatan.

Ada 4 Tipe Katarak yang Umum Terjadi

Katarak dibagi menjadi empat jenis, tiga di antaranya dibedakan berdasarkan bagian lensa mata yang terpengaruh.

1. Katarak Nuklear

Katarak nuklear atau nuclear sclerotic cataract adalah katarak yang mempengaruhi bagian tengah lensa mata, dan merupakan jenis katarak yang sering terjadi pada orang-orang lanjut usia.

Katarak nuklear pada awalnya akan membuat Anda jadi rabun jauh (minus mata bertambah), atau malah membuat rabun jadi membaik untuk sementara (minus mata berkurang).

Tapi lama kelamaan, lensa mata akan mulai menebal dan menguning sehingga mengganggu penglihatan Anda. Saat katarak sudah makin berkembang, lensa mata bahkan mungkin akan berubah menjadi kecokelatan.

Lensa yang sudah berubah kuning atau cokelat ini juga akan mempersulit Anda untuk membedakan warna-warna.

Katarak nuklear biasanya berkembang perlahan-lahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun dari awal kemunculannya sampai akhirnya benar-benar mengganggu penglihatan.

2. Katarak Kortikal

Cortical cataract atau katarak kortikal adalah kataral yang mempengaruhi bagian tepi lensa. Katarak jenis ini dimulai dengan “noda” putih berbentuk segitiga atau garis yang muncul di tepi luar lensa mata.

Ketika katarak makin berkembang, garis atau noda tersebut akan makin menyebar ke bagian tengah lensa dan mengganggu masuknya cahaya ke lensa mata.

Orang yang menderita katarak kortikal biasanya mengalami gangguan berupa penglihatan buram, kesulitan melihat cahaya terang karena cahaya akan terlihat berpendar, dan kesulitan mengira-ngira jarak sebuah benda.

Penderita diabetes biasanya lebih berisiko untuk terkena katarak kortikal.

3. Katarak Subkapsular Posterior

Katarak subkapsular posterior adalah katarak yang mempengaruhi bagian belakang lensa mata.

Katarak jenis ini biasanya dimulai dengan memburamnya area kecil di bagian belakang lensa, tepat di jalur cahaya. Lama kelamaan, penglihatan Anda akan terganggu, terutama saat membaca, saat melihat di area yang terang benderang, dan membuat cahaya terlihat berpendar di malam hari.

Katarak subkapsular posterior cenderung berkembang cepat, dari awal kemunculannya sampai ke mengganggu penglihatan biasanya terjadi hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

Katarak jenis ini sering terjadi pada orang yang menggunakan obat-obatan jenis steroid dalam jangka panjang, penderita diabetes, orang yang memiliki minus mata yang sangat tinggi, atau orang yang menderita retinitis pigmentosa.

4. Katarak Kongenital

Meski lebih dikenal sebagai penyakit orang tua, katarak juga bisa terjadi pada bayi dan anak-anak. Beberapa bayi terlahir dengan katarak, dan beberapa di antaranya terlahir normal tapi mulai menderita katarak di masa kanak-kanak.

Katarak yang terjadi pada anak-anak ini biasanya genetik (faktor keturunan), atau dipicu oleh infeksi atau trauma di dalam kandungan.

Beberapa penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi pada bayi juga bisa membuat si kecil lebih rentan terkena katarak, misalnya distrofi miotonik, galaktosemia, neurofibromatosis tipe 2, atau rubella (campak jerman).

Katarak kongenital tidak selalu menimbulkan masalah pada penglihatan. Namun, bila penglihatan si kecil terganggu akibat katarak, dokter biasanya akan langsung mengatasinya dengan operasi.

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Saya Menderita Katarak?

Untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda memiliki katarak, Anda harus memeriksakan diri ke dokter mata untuk diperiksa dengan seksama sehingga dokter bisa mendiagnosis dengan tepat.

Beberapa tes mata yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis katarak adalah:

  • Visual Acuity Test
    Ini adalah tes mata yang paling umum dilakukan. Anda akan diminta duduk dan membaca sederet huruf dan angka dengan ukuran dari yang paling besar hingga yang paling kecil.
    Anda mungkin sudah pernah melakukan tes ini saat menentukan apakah Anda perlu kacamata.
  • Pemeriksaan dengan slit lamp
    Slit lamp adalah sebuah alat untuk memudahkan dokter melihat struktur mata Anda dengan jelas. Bisa dibilang slit lamp ini adalah semacam mikroskop untuk melihat mata, sehingga apapun kelainan yang terjadi di mata Anda akan dapat terlihat saat dicek melalui alat ini.
  • Pemeriksaan retina
    Sebelum pemeriksaan retina dilakukan, dokter biasanya akan memberi Anda obat tetes mata untuk melebarkan pupil mata. Ini dilakukan supaya dokter lebih mudah memeriksa bagian belakang mata (retina) menggunakan slit lamp atau dengan alat lain bernama ofthalmoskopi, untuk mengecek tanda-tanda munculnya katarak.

Bagaimana Cara Mengobati Katarak?

Katarak ringan biasanya masih bisa diatasi dengan kacamata. Tapi jika penggunaan kacamata sudah tidak membantu lagi dan penglihatan masih tetap buram, Anda harus menjalani operasi katarak.

Apakah Semua Penderita Katarak Harus Menjalani Operasi Katarak?

Tak semua penderita katarak harus menjalani bedah katarak. Kebanyakan dokter mata hanya akan menganjurkan operasi hanya jika katarak sudah parah sehingga Anda tak lagi bisa membaca atau berkendara di malam hari.

Bagi banyak orang, operasi katarak bukanlah sesuatu yang mutlak diperlukan, karena katarak itu sendiri tidak merusak mata, melainkan hanya mengganggu penglihatan. Namun, bagi penderita diabetes, katarak biasanya akan bertambah parah lebih cepat, sehingga operasi mungkin diperlukan.

Operasi katarak tak perlu dilakukan buru-buru. Tak apa-apa jika Anda ingin menunda operasi sembari memikirkan manfaat dan risikonya (atau sambil menabung biayanya). Baik jika Anda menjalani operasi dengan segera, atau menunda sampai katarak sudah benar-benar parah, kesuksesan operasi akan tetap sama.

Jika Anda memutuskan untuk menunda operasi katarak, jangan lupa tetap periksakan mata Anda ke dokter secara rutin untuk mengecek tingkat keparahan katarak Anda.

Seperti Apa, Sih, Operasi Katarak Itu?

Saat melakukan operasi katarak, dokter akan mengangkat lensa mata yang terkena katarak, dan menggantinya dengan lensa buatan yang jernih bernama lensa intraokular.

Lensa intraokular ini akan dipasang menggantikan lensa mata Anda, dan akan seterusnya menjadi bagian dari mata Anda.

Bagi beberapa orang yang memiliki masalah lainnya pada mata, lensa buatan mungkin tidak bisa digunakan. Jika demikian, dokter hanya akan membuang katarak, tapi kemudian penglihatan tetap harus dibantu dengan kacamata atau lensa kontak.

Selama operasi, Anda tidak akan dibius total. Dokter hanya akan membius bagian mata saja sehingga mata menjadi baal dan Anda tidak akan merasakan apa-apa, tapi Anda akan tetap terjaga selama operasi berlangsung.

Operasi katarak biasanya dilakukan dengan cepat dan Anda tak perlu menginap di rumah sakit (opname). Setelah selesai operasi, Anda bisa langsung pulang ke rumah.

Apakah Ada Risiko dan Efek Samping Operasi Katarak?

Operasi katarak adalah salah satu jenis operasi yang paling umum dilakukan, sehingga cenderung aman dan risikonya kecil.

Risiko operasi katarak yang mungkin terjadi adalah infeksi atau perdarahan, namun ini jarang terjadi dan biasanya dapat diatasi dengan segera oleh dokter.

Salah satu efek samping operasi katarak yang mungkin terjadi adalah pelepasan retina atau retinal detachment. Sesuai namanya, pelepasan retina adalah saat retina lepas dari jaringan di sekitarnya. Namun efek samping ini jarang sekali terjadi.

Apa yang Akan Terjadi Setelah Operasi Katarak Selesai?

Setelah operasi katarak, Anda akan langsung diperbolehkan untuk pulang. Mata akan terasa tidak nyaman selama beberapa hari, tapi Anda sudah bisa melihat dengan cukup jelas.

Biasanya, mata akan dinyatakan sembuh total kira-kira 8 minggu setelah operasi.

Jika kedua mata Anda perlu dioperasi katarak, dokter biasanya akan menjalani operasi di satu mata dulu. Setelah mata tersebut sembuh total, barulah operasi katarak untuk mata sebelahnya bisa dilakukan.

Adakah Cara untuk Mencegah Katarak?

Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang berhasil menemukan bagaimana cara mencegah katarak. Namun, beberapa dokter mata sepakat bahwa ada beberapa hal yang bisa kita coba untuk menunda munculnya katarak atau memperlambat perkembangan katarak, di antaranya adalah:

  • Rutin memeriksakan mata ke dokter. Pemeriksaan mata rutin bisa membantu dokter untuk mendeteksi jika ada kelainan pada mata Anda, bukan hanya katarak tapi juga gangguan lain. Beberapa dokter menganjurkan periksa mata 6 bulan sekali.
  • Ketahui riwayat penyakit mata di keluarga Anda. Coba diskusikan dengan orangtua atau nenek kakek Anda apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit mata keturunan. Ini akan membantu dokter untuk mengecek apakah Anda memiliki risiko yang sama terkena penyakit tersebut.
  • Berhenti merokok. Anda mungkin sudah tahu berbagai risiko dan masalah kesehatan yang bisa muncul akibat merokok, tapi salah satunya adalah mengganggu kesehatan mata.
  • Kendalikan diabetes Anda. Penderita diabetes berisiko lebih tinggi untuk terkena katarak di usia lebih muda, atau mengalami katarak yang perkembangannya lebih cepat dibanding penderita yang tidak memiliki diabetes. Oleh karena itu, jika Anda punya diabetes, pastikan diabetes Anda selalu di bawah kontrol dan gula darah tetap normal. Ikuti pola makan anjuran dokter, olahraga, dan jalani pengobatan dengan disiplin.
  • Jaga berat badan sehat. Orang yang memiliki berat badan berlebih akan berisiko lebih tinggi terkena diabetes, yang kemudian akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit mata seperti katarak dan glaukoma.
  • Perbanyak makan buah dan sayur. Buah dan sayur adalah sumber utama vitamin dan antioksidan untuk menjaga kesehatan mata. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan vitamin dan mineral bisa membantu menurunkan risiko munculnya katarak.
  • Kurangi konsumsi alkohol. Minum-minuman alkohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko munculnya katarak.
  • Pakai kacamata hitam saat beraktivitas di terik matahari. Sinar ultraviolet dari matahari bisa memicu munculnya katarak di kemudian hari. Maka dari itu, jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan di siang hari, selalu gunakan kacamata hitam untuk mengeblok sinar ultraviolet dan melindungi mata Anda.
  • Istirahatkan mata saat beraktivitas. Jika Anda bekerja di depan komputer seharian, mata Anda terkadang lupa berkedip sehingga menjadi cepat lelah. Untuk mencegahnya, pasang alarm setiap 20 menit untuk mengingatkan diri sendiri untuk pejamkan mata sesaat, kemudian melihat ke jarak jauh selama sekitar 20 detik, sebelum kemudian kembali fokus ke layar komputer. Rutin merendam mata dengan larutan pembersih mata seperti Y-Rins juga bisa membantu mengatasi mata lelah akibat fokus di depan komputer seharian.
  • Jangan lupa bersihkan mata. Sama seperti wajah dan tangan, mata juga perlu dibersihkan dari debu dan kotoran. Memang mata kita memiliki sistem pembersihan sendiri lewat air mata, namun terkadang masih ada kotoran yang membandel dan sulit dikeluarkan dari mata. Menggunakan cairan pencuci mata seperti Y-Rins bisa membantu membersihkan mata dengan lebih seksama, sehingga mata bebas kotoran dan lebih segar.
  • Cuci tangan sebelum memakai lensa kontak, dan bersihkan lensa kontak dengan seksama. Untuk menghindari infeksi mata, selalu cuci tangan dulu sampai bersih sebelum mengambil dan memakai lensa kontak. Tentunya lensa kontak Anda harus dibersihkan dengan seksama dan disimpan dalam wadah yang juga dibersihkan rutin. Jika budget memungkinkan, gunakan lensa kontak sekali pakai supaya lebih steril.
Facebook
Twitter
LinkedIn