Hematoma adalah darah yang berkumpul di luar pembuluh darah. Ini terjadi saat ada kerusakan pada salah satu pembuluh darah besar di tubuh kita.

Hampir semua orang pernah mengalami hematoma di dalam hidupnya. Biasanya, hematoma terlihat seperti memar atau lebam.

Tapi, hematoma sebenarnya bukan memar biasa.

Apa itu hematoma dan apa bedanya dengan memar atau lebam? Simak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Hematoma?

Seperti sudah dijelaskan di atas, hematoma adalah kumpulan darah yang menggenang di luar pembuluh darah besar.

Ini bisa terjadi apabila pembuluh darah mengalami kerusakan, biasanya akibat cedera atau trauma di area tubuh tersebut.

Saat bagian tubuh kita mengalami cedera, misalnya benturan keras, pembuluh darah besar di area itu bisa pecah sehingga darah akan bocor ke jaringan di sekitarnya.

Apa bedanya hematoma dengan pendarahan dalam?

Hematoma berbeda dengan pendarahan internal alias pendarahan dalam. Pendarahan terjadi jika darah terus menerus keluar dari pembuluh darah tanpa henti. Sementara pada hematoma, perdarahan sudah berhenti dan yang tersisa adalah genangan darah yang berkumpul di luar pembuluh darah.

Jenis-Jenis Hematoma

Ada berbagai jenis hematoma yang dibedakan berdasarkan lokasinya di tubuh kita. Beberapa di antaranya cukup sering terjadi dan tidak berbahaya, tapi ada juga yang bisa berakibat fatal.

Jenis-jenis hematoma tersebut adalah:

  • Hematoma telinga: Hematoma telinga biasanya terjadi di sekitar tulang lunak kuping. Jenis hematoma ini sering terjadi pada pegulat, petinju, dan atlet lain yang sering mendapat pukulan atau benturan di kepala.
  • Subungual hematoma: Subungual hematoma adalah hematoma yang terjadi di bawah kuku. Sering terjadi saat ujung jari terjepit pintu atau terpukul beda keras.
  • Hematoma kulit kepala: Hematoma yang terjadi di kulit kepala biasanya diakibatkan oleh benturan di kepala dan menimbulkan benjol. Namun, benturannya hanya mempengaruhi kulit dan otot saja, sehingga tidak menimbulkan dampak serius bagi otak.
  • Septal hematoma: Septal hematoma adalah hematoma yang terjadi di hidung, biasanya akibat hidung patah atau cedera lain di hidung. Jika tidak segera ditangani, septal hematoma bisa menyebabkan masalah jangka panjang pada hidung Anda.
  • Subcutaneous hematoma: Disebut juga hematoma subkutan, ini adalah hematoma yang terjadi tepat di bawah kulit, biasanya di urat yang dekat dengan permukaan kulit.
  • Retroperitoneal hematoma: Ini adalah hematoma yang terjadi di dalam rongga perut, tapi bukan di organ penting di dalam perut.
  • Splenic hematoma: Ini adalah hematoma yang terjadi di limpa.
  • Hepatic hematoma: Adalah hematoma yang terjadi di hati (liver).
  • Spinal epidural hematoma: Istilah ini merujuk pada hematoma yang terjadi di sela-sela lapisan tulang belakang dan saraf tulang belakang.
  • Intracranial epidural hematoma: Ini adalah hematoma yang terjadi di sela-sela tengkorak kepala dan lapisan di luar otak.
  • Subdural hematoma: Subdural hematoma terjadi di sela-sela jaringan otak dan lapisan di dalam otak. Ini adalah jenis hematoma yang paling berbahaya.

Penyebab Hematoma

Cedera dan trauma adalah penyebab utama hematoma. Kerusakan sekecil apapun pada dinding pembuluh darah bisa menyebabkan kebocoran darah. Darah yang keluar akan menggenang di jaringan sekitarnya dan menyebabkan hematoma.

Bukan hanya cedera parah saja yang bisa menyebabkan hematoma. Bahkan cedera ringan seperti ujung jari tangan terjepit pintu, atau jempol kaki terbentur lemari, bisa menyebabkan hematoma di bawah kuku.

Cedera parah seperti kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian bisa menyebabkan hematoma yang fatal.

Ada juga beberapa obat pengencer darah yang bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami hematoma. Orang-orang yang secara rutin mengonsumsi obat aspirin, warfarin, atau dipyridamole biasanya lebih sering mengalami masalah perdarahan seperti hematoma.

Terkadang hematoma juga bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Gejala dan Ciri-Ciri Hematoma

Hematoma yang terjadi dekat dengan permukaan kulit biasanya akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bagian kulit berubah warna menjadi kemerahan
  • Terkadang diiringi bengkak
  • Terasa nyeri terutama saat ditekan, dan kadang meradang
  • Area kulit di sekitarnya berwarna kemerahan dan hangat

Hematoma internal yang terjadi jauh dari permukaan kulit agak sulit untuk dideteksi karena tidak menunjukkan ciri-ciri fisik.

Jika Anda baru mengalami cedera, ada baiknya periksakan diri ke dokter untuk mengecek adanya hematoma internal.

Hematoma di kepala bisa berakibat fatal. Biasanya hematoma di kepala tidak menunjukkan ciri-ciri fisik, tapi ada beberapa gejala yang bisa muncul.

Gejala hematoma di kepala atau otak tidak akan langsung muncul setelah cedera, namun seringnya mulai terjadi sekitar 72 jam setelah cedera terjadi.

Gejala-gejala tersebut adalah:

  • Sakit kepala tak tertahankan yang makin lama makin memburuk
  • Pupil mata yang tidak sama antara kiri dan kanan
  • Kesulitan menggerakkan tangan atau kaki
  • Pendengaran berkurang atau bahkan hilang
  • Kesulitan menelan
  • Sering mengantuk dan lelah tanpa sebab
  • Pingsan atau hilang kesadaran

Apakah Hematoma Harus Diperiksakan ke Dokter?

Kebanyakan hematoma sebenarnya tidak berbahaya. Hematoma di bawah kuku atau di permukaan kulit memang terasa sakit, tapi biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi kesehatan dan akan hilang setelah diobati dengan salep obat memar seperti Thromboflash.

Namun, Anda harus periksakan diri ke dokter apabila hematoma terasa sangat sakit dan tidak kunjung sembuh meski sudah diobati.

Setelah mengalami cedera atau kecelakaaan, Anda juga harus mengecek ke dokter untuk mendeteksi apakah ada hematoma di organ tubuh dalam, terutama di kepala.

Hematoma Berbeda Dengan Memar Atau Lebam Biasa

Hematoma di bawah permukaan kulit memang terlihat sama seperti memar atau lebam biasa. Bedanya, memar atau lebam terjadi akibat kerusakan di pembuluh darah kecil, sedangkan hematoma terjadi karena kerusakan di pembuluh darah besar.

Inilah kenapa memar biasanya dianggap sepele dan akan hilang sendiri, sedangkan hematoma bisa berlanjut menjadi masalah serius dan bahkan berakibat fatal jika terjadi di kepala.

Apa Itu Memar?

Memar, juga dikenal dengan lebam atau luka dalam, adalah perubahan warna di permukaan kulit akibat trauma yang terjadi pada tubuh.

Memar terjadi saat pembuluh darah kecil, kapilari, otot, atau jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan. Memar biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami benturan atau pukulan keras.

Memar yang ringan akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu, atau bisa dipercepat penyembuhannya dengan salep obat memar seperti Thromboflash.

Memar yang lebih parah bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan menyebabkan infeksi yang mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Memar atau lebam jarang menyebabkan kerusakan organ dalam, namun benturan keras pada perut bisa membuat organ dalam perut mengalami lebam dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Penyebab memar selain benturan atau pukulan adalah kulit juga menipis seiring bertambahnya usia, menyebabkan memar lebih mudah terjadi.

Selain itu, ada beberapa orang yang lebih rentan mengalami memar, yaitu:

  • Penderita anemia dan kekurangan vitamin
  • Penderita kelainan perdarahan
  • Orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah

Perbedaan Memar Dengan Hematoma

Baik memar maupun hematoma terjadi saat pembuluh darah mengalami kebocoran setelah ada trauma pada bagian tubuh.

Beberapa perbedaan memar dan hematoma antara lain:

  • Memar seringnya terjadi di bawah permukaan kulit sehingga bisa terlihat. Hematoma seringnya terjadi di dalam tubuh sehingga tak memunculkan tanda-tanda di kulit.
  • Memar terjadi akibat kebocoran dari pembuluh darah kecil, sementara hematoma terjadi karena kebocoran dari pembuluh darah besar.
  • Memar biasanya hanya menyebabkan permukaan kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, dan terasa nyeri saat disentuh. Sedangkan hematoma seringnya tidak terlihat dari luar, tapi bila terjadi dekat dengan permukaan kulit akan menimbulkan benjolan kemerahan berisi cairan.
  • Memar akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu atau dipercepat dengan penggunakan salep obat memar seperti Thromboflash. Hematoma ringan biasanya juga bisa diatasi dengan cara yang sama, tapi hematoma internal yang terjadi di dalam tubuh, atau hematoma yang parah, sering kali memerlukan operasi untuk mengeluarkan genangan darah dari jaringan tubuh.

Bagaimana Cara Mengobati Hematoma?

Hematoma yang terjadi di permukaan kulit bisa diatasi dengan kompres dingin, atau dibantu dengan perban atau bebat kencang. Area yang mengalami hematoma perlu distabilkan supaya pembuluh darah tidak terbuka kembali, sekaligus juga untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

Rasa sakit yang ditimbulkan hematoma bisa diatasi dengan obat nyeri yang dijual di apotik, namun hindari minum aspirin karena malah bisa membuat perdarahan dalam menjadi lebih parah.

Pada banyak kasus, hematoma tidak membutuhkan pengobatan apa-apa karena tubuh akan menyerap kembali darah yang bocor tersebut setelah beberapa waktu.

Hematoma yang berpotensi mengganggu kerja saraf tulang belakang, otak, atau organ tubuh lain perlu diatasi dengan operasi. Bedah hematoma juga diperlukan apabila genangan darah tersebut bisa memicu infeksi.

Facebook
Twitter
LinkedIn