Berjalan adalah aktivitas yang dilakukan setiap hari, berjalan juga merupakan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan. Gaya berjalan dapat memengaruhi bentuk fisik, dan indikator kesehatan organ vital.

Namun masih banyak orang yang belum menyadari apakah gaya berjalan mereka sudah baik atau belum. Tapi, ada cara bagi untuk mengetahui apakah gaya berjalan Anda sudah tepat atau belum.

Gaya Berjalan yang Baik

Agar Anda bisa merasakan manfaat kesehatan dari berjalan, Anda harus mengetahui apakah gaya berjalan sudah benar apa belum agar berjalan bukanlah sekadar berjalan biasa. Sekarang Anda harus mengetahui gaya berjalan dengan baik.

Posisi Berdiri

Pertama, untuk bisa berjalan dengan benar, Anda terlebih dahulu harus tahu cara berdiri. Saat Anda berdiri, posisikan kaki selebar tulang pinggul, dan arah kaki berada posisi lurus, dan posisi punggung juga tegak tidak melengkung. Hindari posisi telapak kaki menghadap ke dalam atau ke luar. Kurang lebih posisi kita seperti angka satu jika dilihat dari depan.

Berjalan Tegak

Saat berjalan, berjalanlah dengan gaya badan yang tegak lurus, posisi punggung juga harus tegak. Posisikan kepala dan mata menatap ke depan. Turunkan bahu Anda agar otot-otot tidak terlalu tegang saat berjalan.

Kepala Tegak

Jangan menunduk ke bawah saat berjalan karena itu tidak bagus untuk postur tubuh, berjalanlah dengan posisi kepala yang tegak dengan arah pandangan 15 kaki ke depan. Agar suplai oksigen maksimal ke otot, pastikan leher Anda tidak tertekuk.

Busungkan Dada

Gaya berjalan yang satu ini tidak perlu Anda praktikan layaknya model. Cukup atur posisi tubuh yang tegak, dan santai. Tidak lupa tarik bahu Anda ke belakang, dan busungkan dada. Kesalahan yang sering terjadi adalah tubuh ikut dibawa ke depan bersama dengan langkah kaki.

Ayunkan Tangan

Menjaga denyut jantung dan pompa darah juga hal penting saat berjalan. Lakukan hal tersebut dengan mengayunkan tangan Anda ketika berjalan. Tekuk siku sedikit dan ayunkan secara alami. Ini juga bisa membantu otot-otot lengan dan pundak saat berjalan.

Langkah kaki

Menurut seorang ahli, gaya berjalan yang benar adalah memposisikan jarak antara kaki kiri dan kanan disesuaikan dengan lebar pinggul masing-masing orang bukan lebar bahu. Karena kaki terletak pada tulang pinggul. 

Jarak ketika melangkah antara kaki depan dan belakang yaitu setengah panjang telapak kaki Anda. Lalu ketika melangkah, tumit harus mendarat terlebih dahulu, setelahnya jari-jari kaki. 

Berjalan Cepat

Menurut hasil penelitian, mereka yang berjalan cepat cenderung memiliki peluang hidup yang lebih lama. Penelitian tersebut dilakukan pada mereka yang berusia di atas 65 tahun menunjukan bahwa orang yang berjalan lebih cepat cenderung hidup lebih lama.

Gaya Berjalan yang Tidak Baik

Gaya kita berjalan dapat menjadi indikasi penting tentang kesehatan tubuh kita. Para ahli telah mengidentifikasi gaya berjalan dan arti kesehatannya>

Berjalan dengan Lambat

Seseorang yang masih mudah, sehat, dan bugar rata-rata akan berjalan 1,2 hingga 1,4 meter per detik. Namun kecepatan jalan akan menurun jika Anda memiliki arthritis yang relatif ringan atau sakit dan nyeri lainnya. Orang yang memiliki arthritis biasanya kecepatan berjalannya kurang dari satu meter per detik. Hal ini dapat menunjukan harapan hidup yang lebih pendek, diabetes, dan risiko demensia.

Bentuk Kaki X atau O

Kaki X atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan genu valgum atau knock knee. Bentuk kaki ini memang banyak disebabkan karena penyakit. Namun cara berjalan yang tidak baik bisa juga menjadi penyebabnya. Namun jika disebabkan karena gaya berjalan yang salah, gangguan ini bisa diperbaiki.

Berjalan dengan Langkah Pendek

Saat Anda berjalan langkah pendek dapat menunjukan  osteoarthritis pada pinggul. Pinggul terlalu menjorok ke kiri dan kekiri ketika berjalan tidak berayun sejauh yang ia bisa. Pada wanita, ini bisa jadi karena Anda menggunakan high heels.

Gaya berjalan ini dapat memberikan tekanan besar pada lutut maupun tumit sehingga mudah sekali mengalami cedera.

Berjalan Menyeret

Gaya berjalan yang menyeret bisa menjadi gejala klasik penyakit parkinson. Tubuh penderita parkinson juga cenderung terdorong ke depan dan belakang, tidak jarang juga jatuh yang menyebabkan mudahnya terjadi cidera.

Parkinson merupakan sebuah gangguan neurologis yang progresif, yang menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol otot-otot dan gerak.

Menghentak Kaki

Ketika kaki menyentuh dataran, kaki akan memberikan sinyal pada otak tentang posisi ekstremitas dalam fenomena yang dikenal dengan proprioception. Seseorang yang memiliki gangguan proprioception akan kehilangan sensasi tersebut yang menyebabkan gaya yang tidak terkoordinasi.

Penderita biasanya akan mengangkat kaki dan tangan setinggi mungkin kemudian menghentakannya ke permukaan untuk mengetahui di mana kaki berpijak. Kondisi ini menyebabkan hilangnya sensasi di kaki termasuk diabetes dan kurang vitamin B12 karena bisa merusak saraf yang mengontrol gerakan.

Berjalan Pincang

Ketidak seimbangan antara kaki kiri dan kanan sehingga tidak lurus saat berjalan. Cara mengetahuinya adalah sol sepatu yang cepat aus di satu sisi. Gaya berjalan pincang bisa juga karena  osteoarthritic pinggul. Kondisi ini karena beban berat yang Anda panggul di satu sisi saja.

Kurangnya Ayunan Tangan

Sudah umum bahwa ketika berjalan orang akan mengayunkan lengan mereka ke sisi yang berlawanan dengan langkah kaki. Tapi jangkauan terbatas di bahu atau punggung dapat mengganggu proses ini. 

Jika satu bahu dapat mengayunkan lengan dengan bebas sementara satu lainnya terasa canggung. Bisa jadi ada masalah pada punggung atau leher. 

Bokong Bergoyang-goyang

Jika Anda berjalan berlenggak lenggok layaknya model, sebaiknya Anda harus berhati-hati Anda bisa menuju pada nyeri pinggul. Saat kita berjalan atau berlari, tubuh menggunakan otot kecil di bagian bokong yang juga disebut gluteus medius yang punya fungsi menjaga panggul stabil dan kaki tetap lurus. Nah, berjalan dengan gaya tersebut bisa membuat otot tersebut menjadi lemah.

Gaya berjalan yang tidak baik juga dipengaruhi oleh alas kaki yang digunakan. Penggunaan alas kaki yang terlalu tipis, hak sepatu yang terlalu tinggi atau terlalu sempit menyebabkan gerakan kaki menjadi tidak tepat dan stabil. Hal ini juga bisa menimbulkan cedera, kapalan, hingga mata ikan. 

Ketika dalam keadaan seperti itu, kaki jadi tidak terasa nyaman untuk dibawa berjalan dan dapat berakhir parah pada kondisi kaki dan tubuh dikemudian hari.

Tentu Anda tidak ingin seperti itu, ketika mata ikan atau kapalan, segera mungkin untuk meredakannya dengan cairan oles Callusol yang sudah terbukti cepat menyembuhkan mata ikan atau kapalan. 

Untuk mendapatkan Callusol juga mudah, karena masuk dalam jenis obat berlogo hijau yang bisa didapatkan tanpa resep dokter. Percayakan mata ikan atau kapalan Anda pada Callusol.