Sistem pencernaan merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Sistem ini meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Sistem pencernaan punya fungsi utama untuk mencerna nutrisi ke dalam tubuh dari makanan yang dikonsumsi.

Karena berbagai faktor seperti pola makan buruk berbagai penyakit bisa sebabkan gangguan sistem pencernaan. Gangguan sistem pencernaan bukanlah hal asing, dan sudah sangat umum terjadi di masyarakat Indonesia. 

Penyakit Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Menyerang Orang Indonesia

Ada berbagai macam penyakit gangguan pencernaan, dan hampir semua pernah terjadi di Indonesia. Berikut daftar penyakit gangguan pencernaan yang sering menyerang orang Indonesia.

Diare

Penyakit diare merupakan kondisi medis yang sangat umum terjadi. Setidaknya setiap orang pernah mengalami diare sekali dalam seumur hidupnya. Diare bisa terjadi karena keracunan makanan (kontaminasi bakteri), makan sesuatu yang terlalu pedas saat perut kosong, atau alergi makanan tertentu.

Seseorang dikatakan mengalami diare jika mengalami kenaikan frekuensi BAB dan disertai dengan feses yang berubah menjadi lebih lunak bahkan cair. Jika Anda mengalami diare disarankan untuk banyak minum air agar tidak dehidrasi dan banyak konsumsi makanan tinggi serat.

Wasir atau Ambeien

Ambeien atau dalam dunia medis dikenal sebagai hemoroid merupakan kondisi di mana terjadi peradangan atau pembengkakan pada pembuluh darah vena di area anus. Ambeien bisa terjadi karena diare akut, sembelit, dan kebiasaan mengejan terlalu kuat saat BAB.

Ambeien biasanya ditandai dengan rasa nyeri, gatal, dan BAB disertai darah. Wasir juga bisa memunculkan benjolan baik di dalam maupun di luar luang anus. Untuk mengatasinya Anda harus banyak konsumsi makanan berserat, minum cukup, atau memanfaatkan obat khusus wasir.

Gastritis

Gastritis merupakan kondisi dimana dinding lambung mengalami peradangan. Kondisi ini diakibatkan karena tingginya kadar asam klorida (HCL) dan konsumsi makanan yang banyak mengandung kuman penyebab penyakit.

Gejala gastritis diantaranya perut kembung, mual, muntah, nafsu makan menurun,perut sakit, hingga sensasi perut terbakar. Untuk mengatasi gastritis Anda bisa memanfaatkan obat antasida, obat antihistamine-2, dan juga obat pompa penghambat proton.

Usus Buntu

Dalam dunia medis usus buntu dikenal sebagai apendisitis, yakni kondisi saat usus buntu mengalami peradangan hebat. Usus buntu dapat ditandai dengan rasa sakit pada perut bagian kanan bawah.

Lalu mual dan muntah, demam ringan, sembelit atau diare, kembung, dan sakit perut saat batuk atau berjalan. Usus buntu bisa disebabkan karena berbagai faktor mulai dari konsumsi makanan yang kurang higienis hingga adanya penyumbatan pada saluran usus buntu akibat sisa makanan.

Radang usus buntu dapat diatasi melalui prosedur operasi pengangkatan atau pemotongan umbai cacing atau usus buntu tersebut.

Tukak Lambung

Tukak lambung adalah kondisi dimana lapisan lambung mengalami luka dan memunculkan rasa sakit. Gangguan pencernaan ini bisa disebabkan karena konsumsi obat pereda nyeri seperti NSAID dan juga infeksi bakteri H.pylori. 

Gejala seseorang yang mengalami tukak lambung diantaranya sensai perut terasa panas, mual dan muntah, nyeri di bagian perut, dan jadi lebih sering sendawa. Untuk mengatasi tukak lambung biasanya pasien akan disarankan untuk mengonsumsi antibiotik ataupun obat antasida.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS merupakan penyakit gangguan pencernaan yang menyeran bagian usus besar. Biasanya IBS ditandai dengan gejala kram perut, kembung, diare, sembelit, dan sakit perut. IBS terjadi karena usus besar yang terlalu sensitif dan juga adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh.

IBS merupakan kondisi medis yang cukup serius dan membutuhkan penanganan medis yang tepat. Untuk mengatasinya Anda bisa mengendalikan gejalanya dengan cara merubah gaya hidup dan pola makan jadi lebih sehat, dan hindari stres.

Sembelit atau Konstipasi

Konstipasi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk BAB. Kondisi ini bisa terjadi karena usus menyerap air secara berlebihan sehingga feses mengeras dan sulit dikeluarkan. Anda dikatakan mengalami semBelit jika frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Faktor yang memicu seseorang mengalami sembelit mulai dari terlalu banyak minum susu, kurang konsumsi serat, kurang bergerak, kekurangan cairan, dan juga stres. Untuk mengatasinya maka Anda bisa menghindari faktor penyebab tadi.

Jika dibiarkan sembelit bisa mengakibatkan masalah lain seperti wasir. Karena kecenderungan orang untuk mengejan saat BAB. Anda bisa mengonsumsi obat alami untuk mengatasi sembelit, seperti Clofen. Clofen adalah obat alami yang mengandung bahan-bahan tradisional seperti ekstrak pepaya yang dapat memperlancar BAB.

Facebook
Twitter
LinkedIn