Coba lihat kembali rak sepatu Anda, pasti setidaknya ada satu sandal jepit yang tersimpan disana. Sandal jepit memang menjadi pilihan alas kaki bagi banyak masyarakat Indonesia. Kenyamanan adalah alasan utama sandal jepit begitu dicintai, namun tahukah Anda efek samping sandal jepit?

Beragam gaya dan model sandal jepit juga makin beragam dan makin fashionable, bukan hanya sandal jepit karet biasa. Sandal jepit biasanya dijadikan alas kaki sehari-hari seperti di rumah, jalan di sekitar komplek, jalan-jalan di pantai, bahkan ada yang menggunakannya untuk ke mall. 

Efek Samping Sandal Jepit pada Kesehatan

Akan tetapi siapa sangka, sandal jepit yang begitu disukai ini juga menyimpan efek samping bagi kesehatan pemakainya. Berikut beberapa efek samping sandal jepit yang harus Anda ketahui.

Rentan Terluka

Bentuk sandal jepit mungkin bisa menghindarkan kaki dari kadas, kurap, atau mata ikan akibat menginjak tanah yang lembab. Namun bentuk sandal jepit yang terbuka justru membuat kaki Anda jadi rentan terluka.

Kaki akan mudah terkena serangan berbagai benda asing seperti kaca, paku, duri, dan berbagai benda tajam lainnya. Apalagi dengan alas yang tipis, benda tajam bisa saja menembus lapisan tersebut dan melukai telapak kaki Anda.

Selain itu, alas sandal jepit sendiri biasanya cenderung licin, alhasil gesekan dan kelembaban dari air maupun keringat bisa menyebabkan lecet pada ujung jari dan tumit.

Gampang Terkilir dan Sakit Punggung

Menggunakan sandal jepit terlalu sering bisa membuat kaki lebih gampang cedera atau keseleo. Hal ini karena alas sandal jepit yang rata tidak mampu mendukung lengkungan alami kaki Anda.

Akibatnya bagian kaki akan refleks melakukan gerakan mencengkeram ke arah tengah agar posisi sandal tetap presisi saat melangkah. Kondisi ini mendorong Anda jadi mudah keseleo/terkilir karena pergelangan kaki terlalu sering memutar ke arah dalam atau keluar.

Selain itu alas sandal jepit juga tidak mampu mendukung tulang belakang dan akan mempengaruhi postur tubuh. Hal ini bisa berpengaruh pada struktur tulang belakang secara keseluruhan.

Jika terlalu sering mengenakan sandal jepit Anda berisiko tinggi untuk mengalami sakit punggung.

Sakit Pada Telapak Kaki dan Tumit

Selain terkilir, alas sandal jepit yang rata juga bisa menimbulkan rasa sakit pada telapak kaki serta tumit. Saat menggunakan sandal jepit urat-urat tendon pada telapak kaki akan tertarik dan menyebabkan peradangan.

Peradangan tersebut bisa menyebabkan tumit Anda sakit saat menapakkan kaki di lantai. Selain itu bisa juga terjadi pembengkakan pada kaki bagian atas, jika Anda terlalu sering menggunakan sandal jepit dengan alas yang rata.

Tali pada sandal jepit juga tidak mampu memberikan Anda stabilitas saat berjalan. Akibatnya Anda akan lebih mudah tersandung saat menggunakan sandal jepit ketimbang saat menggunakan sepatu.

Perubahan Cara Berjalan

Saat menggunakan sandal jepit, Anda akan cenderung berjalan lebih lambat dengan langkah-langkah yang lebih kecil. Kebiasaan ini tidaklah baik karena bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggul dan juga lutut. 

Nyeri pinggul dan pinggang juga bisa muncul akibat alas sandal jepit yang rata. Lengkungan telapak kaki berfungsi sebagai penyeimbang saat kita berjalan.

Namun karena alas yang rata, maka struktur telapak kaki juga bisa berubah menjadi rata. Kondisi ini menyebabkan nyeri pada kaki dan menjalar hingga pinggang.

Ancaman Jamur, Bakteri, dan Virus

Bentuknya yang terbuka membuat kaki Anda lebih rentan kotor dan terkena paparan berbagai virus, bakteri, dan jamur. Salah satu bakteri yang bisa menyerang saat kaki Anda kotor adalah Staphylococcus.

Bakteri ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit Anda, apalagi jika kondisi kaki Anda memiliki luka yang terbuka. Bakteri ini bisa menyebabkan luka semakin parah dan bahkan bisa menyebabkan amputasi. Oleh karena itu selalu perhatikan kebersihan kaki Anda saat menggunakan sandal jepit.

Kaki yang kotor juga bisa membuat Anda bisa saja terkena mata ikan, yang kerap muncul di telapak kaki. Mata ikan bisa disembuhkan dengan obat berbahan keratolitik. Seperti Callusol, cairan oles yang berfungsi sebagai obat untuk menghilangkan mata ikan, kutil, dan kapalan.

Kombinasi bahan-bahan keratolitik dari asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol di dalam larutan Callusol akan melunakkan dan melepaskan penebalan kulit secara bertahap. Setelah beberapa kali pemakaian, mata ikan akan terlepas sendiri dari kulit.