Beda halnya dengan patah tulang yang bisa dilihat dari luar, tulang retak lebih sulit diidentifikasi dan terkadang membuat penderitanya sendiri tidak sadar kalau memiliki tulang retak. Kondisi tulang retak biasanya dialami oleh seseorang yang mengalami benturan hebat maupun terjatuh.

Tulang retak bisa terjadi pada tulang di bagian tubuh manapun. Bisa pada tulang gerak aktif seperti kaki dan tangan, maupun tulang di luar sistem gerak aktif seperti tulang belakang. 

Tulang selain berfungsi sebagai penopang tubuh, juga memiliki fungsi untuk melindungi organ-organ penting. 

Jadi kesehatan tulang mutlak harus dijaga dan dilindungi. Ketika terjadi kerusakan seperti fraktur atau tulang retak, maka harus segera dilakukan penanganan agar tidak menyebabkan kondisi medis yang lebih berbahaya.

Faktor Penyebab Tulang Retak

Kondisi keretakan tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut faktor-faktor penyebab tulang retak ini:

Usia

Semakin tua usia seseorang maka kepadatan tulang juga akan semakin menurun. Oleh karena itu orang-orang yang sudah tua cenderung lebih mudah mengalami tulang retak karena adanya pengeroposan pada tulang.

Cedera

Tulang retak juga bisa disebabkan karena cedera atau benturan hebat. Seperti terjatuh, kecelakaan, maupun terbentur benda keras. Benturan selain bisa menyebabkan tulang retak juga bisa mengakibatkan patah tulang.

Bentuk Tubuh

Seseorang dengan bentuk tubuh yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko tulang retak yang lebih tinggi. Bobot berlebih membuat tulang harus menanggung beban yang sangat berat, akibatnya risiko keretakan tulang meningkat.

Penyakit Tertentu

Adanya riwayat penyakit tertentu yang mempengaruhi kesehatan tulang seperti osteoporosis atau TBC tulang  juga bisa meningkatkan risiko tulang retak. Penyakit tersebut mengakibatkan tulang rapuh, keropos dan rentan mengalami keretakan.

Jenis Kelamin

Wanita memiliki risiko terkena tulang retak ketimbang kaum adam. Hal ini terjadi karena kaum perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit osteoporosis.

Olahraga Tertentu

Orang-orang yang melakukan aktivitas olahraga seperti basket, tenis, tari, senam, dan lain-lain memiliki kemungkinan terjadinya fraktur stres. Fraktur stres adalah keretakan tulang yang disebabkan oleh cedera kecil yang berlangsung berulang-ulang.

Perubahan Ritme Aktivitas

Bagi Anda yang sedang dalam masa peralihan dari gaya hidup mageran ke pola hidup yang aktif dan banyak bergerak, Anda juga harus waspada dengan risiko tulang retak. Perubahan secara tiba-tiba ini juga bisa memicu fraktur stres.

Kekurangan Nutrisi

Agar terus dalam kondisi sehat, tulang juga butuh asupan nutrisi yang cukup, mulai dari kalsium hingga vitamin D. Jika kedua nutrisi tersebut gagal dipenuhi maka risiko tulang retak juga bisa meningkat.

Ciri-Ciri Tulang Retak

Tulang retak memang sangat sulit dideteksi, kecuali jika gejalanya sudah berlangsung cukup lama. Akan tetapi jika Anda mengalami beberapa ciri-ciri berikut, Anda perlu waspada karena kemungkinan Anda mengalami tulang retak.

Rasa Sakit atau Nyeri

Tulang retak dapat mengakibatkan susunan saraf terganggu karena struktur tulang yang menjadi tidak normal. Akibatnya Anda akan merasakan nyeri pada bagian tubuh yang mengalami tulang retak.

Sayangnya, banyak orang yang kerap menganggap hal ini terjadi karena kelelahan atau kram saja. Jika rasa nyeri tak kunjung hilang meski sudah dilakukan perawatan untuk kram otot, kemungkinan Anda mengalami tulang retak.

Bengkak

Tulang yang retak juga akan membuat otot disekitarnya mengalami peradangan. Peradangan inilah yang mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh yang mengalami cedera atau tulang retak.

Perubahan Warna Kulit

Kondisi tulang retak juga bisa melukai jaringan otot di sekitarnya. Selain otot, pembuluh darah di sekitarnya juga bisa pecah bahkan putus. Kondisi ini menyebabkan pendarahan dalam dan dapat ditandai dengan perubahan warna. Mulai dari merah, biru, hingga ungu kehitaman.

Sulit Digerakkan

Bagian tubuh yang mengalami tulang retak akan sulit digerakkan dan menimbulkan rasa sakit jika dipaksakan. Jika Anda mengalami cedera lalu bagian tubuh Anda terasa sakit saat digerakkan.

Maka ada kemungkinan Anda mengalami tulang retak. Hal tersebut karena adanya gangguan pada saraf di bagian tubuh yang mengalami cedera.

Tidak Mampu Menahan Beban Berat

Tulang retak bisa mengakibatkan otot-otot disekitarnya menjadi lemah dan akibatnya Anda akan kehilangan kemampuan untuk mengangkat beban yang berat. Otot yang lemah ini disebabkan oleh pembengkakan atau peradangan pada area yang mengalami cedera.

Menyebabkan Memar

Tulang retak bisa menyebabkan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang di dalam lapisan kulit. Memar ditandai dengan adanya noda berwarna biru, keunguan hingga hitam. Selain itu, bagian memar juga bisa sakit saat disentuh.

Untuk mengurangi memar ini Anda bisa memanfaatkan salep atau gel khusus yang mengandung heparin sodium. Kandungan ini mampu memecah gumpalan darah pada area memar dan melancarkan aliran dara di sekitarnya.

Kandungan ini bisa Anda temukan pada Thromboflash. Thromboflash adalah salep (gel) yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati gangguan pembuluh darah seperti luka dalam alias lebam atau memar.

Facebook
Twitter
LinkedIn