Pembuluh darah menjadi salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Organ tubuh ini bertugas sebagai pembawa pasokan oksigen dan nutrisi ke semua organ yang ada di dalam tubuh.

Jika pembuluh darah mengalami kerusakan atau bahkan pecah, maka akibatnya bisa sangat berbahaya bahkan bisa mengancam nyawa.

Tahukah Anda, setiap hari setidaknya pembuluh darah mengangkut 6800 liter darah per hari. Jika dibentangkan, pembuluh darah bisa mencapai panjang 96 ribu kilometer atau setara dengan dua kali keliling bumi.

Bisa dibayangkan betapa berat dan pentingnya tugas pembuluh darah dalam hidup manusia.

Jenis-Jenis Pembuluh Darah

Pembuluh darah sendiri dibagi menjadi 5. Berikut penjelasan jenis-jenis pembuluh darah:

Pembuluh Arteri

Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh organ tubuh.  Pembuluh arteri sendiri memiliki beragam bentuk dan juga elastisitas.

Pembuluh Darah Kapiler 

Pembuluh darah kapiler adalah pembuluh kecil dengan dinding yang sangat tipis dan menghubungkan antara arteriol dengan venula. Pembuluh kapiler kerap juga disebut pembuluh pertukaran, karena bisa dilewati oleh darah bersih yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh organ/jaringan tubuh maupun menerima zat sisa dari jaringan tubuh.

Pembuluh Darah Vena

Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Vena mempunyai katup yang berfungsi untuk menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi jantung.

Pembuluh Venula

Venula merupakan kumpulan dari pembuluh kapiler. Venula bertugas mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler lalu mengalirkannya ke pembuluh darah vena.

Arteriol

Arteriol merupakan pembuluh arteri yang berukuran sangat kecil dan bertugas mengalirkan darah ke pembuluh kapiler. 

Ciri-Ciri Pembuluh Darah Pecah berdasarkan Lokasi Terjadinya

Karena beberapa hal, pembuluh darah bisa rusak dan pecah. Pecahnya pembuluh darah yang kerap ditemukan dan ditakuti adalah jika terjadi di otak dan menyebabkan stroke.

Namun sebenarnya pembuluh darah tidak hanya bisa pecah di bagian otak, lho! Berikut ciri-ciri pembuluh darah pecah sesuai lokasi terjadinya:

Pembuluh Darah Pecah di Mata

Bola mata kita juga memiliki pembuluh darah yang sangat tipis di dalamnya untuk mengalirkan darah sampai ke retina. Pembuluh darah yang pecah di mata disebut perdarahan subconjunctiva. 

Ketika pembuluh darah pecah di mata maka biasanya akan menampakkan ciri yang bisa dilihat secara kasat mata namun umumnya tidak menimbulkan efek rasa sakit. 

Biasanya orang baru menyadarinya saat bercermin dan melihat bercak darah merah terang di bola mata.

Subconjunctiva bisa terjadi karena beberapa hal mulai dari bersin atau batuk yang terlalu keras, mengucek mata terlalu kasar, mengangkat benda berat, atau ada benda asing yang masuk ke dalam mata. 

Jika Anda mengalami hal ini jangan panik karena dalam banyak kasus subconjunctiva bukanlah hal berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya berkisar 1-2 minggu.

Pembuluh Darah Pecah di Dalam Kulit

Kulit merupakan bagian yang paling besar karena menyelimuti seluruh bagian tubuh. Oleh karenanya kulit juga memiliki pembuluh darah yang begitu banyak mengalir di bawahnya.

Ketika terjadi pembuluh darah pecah di kulit maka Anda bisa mengenalinya dengan cara menekan.

Kulit bagian tubuh yang normal saat ditekan akan menampakkan warna putih dan berangsur merah kembali saat dilepas.

Namun kulit yang mengalami pecah pembuluh darah saat ditekan maupun tidak akan tetap meninggalkan warna merah atau nampak seperti memar.

Jika Anda mengalami ini coba perawatan pertama dengan salep seperti Thromboflash, yang mampu atasi luka memar karena pecah pembuluh darah ringan akibat trauma benda tumpul.

Pecahnya pembuluh darah di kulit bisa disebabkan karena infeksi darah, reaksi alergi, cedera, melahirkan, konsumsi obat tertentu, atau karena adanya penyakit seperti leukimia. 

Pembuluh Darah Pecah di Otak

Ketika pembuluh darah pecah di dalam otak maka akibat yang paling ditakutkan adalah terjadinya stroke. Saat pembuluh darah arteri pecah di otak maka akan terjadi pendarahan lokal dan mengakibatkan kematian sel-sel otak.

Saat darah yang keluar dari pembuluh yang pecah mencapai jaringan otak, otak akan membengkak karena dipenuhi darah. Kondisi ini menyebabkan tekanan di sekitar jaringan otak dan mengurangi aliran darah ke otak, sehingga sel otak bisa mati. 

Pecah pembuluh darah di otak bisa disebabkan karena tekanan darah tinggi, benturan dengan kepala, tumor otak, penyakit hati, aneurisma, dan amyloid. Beberapa ciri-ciri pembuluh darah pecah di otak adalah:

  • Sakit kepala hebat
  • Tiba-tiba kesemutan di wajah, lengan, dan kaki
  • Sulit menelan
  • Mual dan muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Mengigau atau kebingungan
  • Hilang kesadaran. ngantuk, dan lesu
  • Hilang keseimbangan
Facebook
Twitter
LinkedIn