Timbangan yang kita miliki di rumah mungkin bisa membantu mengetahui berapa berat badan kita. Namun, timbangan tersebut tidak dapat membantu Anda untuk mengetahui berapa banyak lemak yang Anda miliki.

Padahal dengan mengetahui lemak dalam tubuh, Anda dapat mengetahui kebugaran diri Anda. Jika masih belum bagaimana, berikut cara menghitung lemak tubuh.

Cara Menghitung Lemak di Dalam Tubuh

Anggapan bahwa seseorang yang bertubuh langsing pasti memiliki lemak tubuh yang lebih sedikit mungkin harus Anda hilangkan. Karena bisa jadi, mereka yang terlihat langsing dan punya angka timbangan yang rendah, bisa jadi menyimpan lemak tubuh di bawah kulit mereka.

Begitu juga dengan seseorang yang punya persentase lemak tubuh yang rendah, bisa jadi orang tersebut punya angka timbangan yang lebih besar dari seseorang yang terlihat gemuk. 

Lemak dalam tubuh mempunyai fungsi sebagai penyimpan energi. Tapi kehadiran lemak yang berlebihan dalam tubuh juga bukan sesuatu yang baik. Telah banyak penelitian yang menjelaskan bahwa lemak berlebih pada tubuh bisa berisiko mendatangkan penyakit kronis seperti jantung, diabetes mellitus, mengganggu fungsi hati.

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk dapat mengontrol kadar lemak dalam tubuh. Lalu seperti apa cara mengukurnya? Apakah membutuhkan alat khusus?

Untuk dapat mengukur besaran lemak tubuh secara akurat memang dibutuhkan alat khusus. Namun, jika Anda tidak memilikinya, bukan berarti Anda tidak dapat mengetahui lemak di tubuh Anda. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat mengetahui lemak tubuh.

BMI (Indeks Massa Tubuh)

Cara menghitung lemak tubuh yang pertama adalah dengan, namu nilai indeks massa tubuh (IMT) dihitung dari tinggi dan berat badan. Angka indeks massa tubuh dapat memberitahu Anda apakah masuk dalam kategori di bawah normal, normal, kelebihan berat badan, atau obesitas. 

Skor 25 atau lebih menunjukan kelebihan berat badan, 30 atau lebih menunjukan obesitas. Untuk akurasi, BMI tidak bisa diandalkan, sebuah studi pada 2012 lalu menunjukan bahwa 29 persen dari orang-orang yang punya massa tubuh berkisaran normal justru punya persentase lemak tubuh berkisaran obesitas.

Jika Anda berotot dan bugar, kemungkinan Anda akan lebih berat dikarenakan jaringan otot yang lebih padat daripada lemak. Ini menjadikan Anda jika diukur dengan BMI masuk dalam kategori kelebihan berat badan.

Saat ini sudah banyak situs yang bisa diakses untuk menghitung BMI dengan mudah, Anda tinggal mencarinya dalam mesin pencarian.

Lingkaran Pinggang

Ini merupakan cara sederhana, yang mungkin juga sudah Anda sering lakukan. Ukuran pinggang memberitahu seseorang risiko masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, stroke maupun jantung. 

Untuk wanita, ukuran lingkar pinggang yang ideal adalah kurang dari 90 inci atau sekitar 88,9 cm sedangkan pria adalah kurang dari 120 inci atau 101 cm.

Menurut hasil penelitian, pengukuran ukuran pinggang ini bisa diandalkan. Lingkar pinggang yang di atas batas ideal menandakan lemak perut berlebih. 

Cara mengukur lingkar pinggang: Letakan pita pengukur di atas pinggul, kemudian lingkarkan. Jangan terlalu ketat, buat diri Anda merasa nyaman ketika melakukan pengukuran. 

Rasio Pinggang-Pinggul

Menurut sebuah hasil studi, rasio pinggang-pinggul dan lingkar pinggang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. 

Pada wanita yang memiliki rasio pinggang-pinggul di atas 0,8 atau 0,9 pada pria memiliki risiko penyakit akibat lemak berlebih seperti diabetes. 

Untuk mengukur rasio pinggang-pinggul, Anda dapat menggunakan cara dengan lingkarkan pita pengukur disekitar bagian terluar dari pinggang dan pinggul. Hasil yang Anda dapatkan bisa di input ke dalam kalkulator ini: http://www.healthstatus.com/calculate/waist-to-hip-ratio

Rasio Tinggi Badan- Lingkar Pinggul 

Sebuah studi pada tahun 2014 yang dilakukan di Inggris menyebutkan, bahwa rasio tinggi badan- lingkaran pinggul lebih akurat daripada indeks massa tubuh. Selain itu, cara melakukannya juga mudah, dan bisa diterapkan untuk semua etnis.

Jika ukuran pinggul Anda kurang dari setengah tinggi badan setelah dibagi dua, itu tandanya Anda sehat.

Tes DEXA

DEXA sendiri merupakan sebuah singkatan dari Dual-Energy X-ray absorptiometry. Tes jenis ini biasa dilakukan untuk mengetahui kepadatan tulang. Selain itu DEXA juga bisa mengukur volume otot dan lemak, kemudian menghitung ketiganya untuk mengetahui berapa banyak lemak visceral atau lemak berbahaya pada sekitaran pinggang. 

Dari hasil studi, DEXA dianggap paling akurat dengan tingkat margin kesalahan yang kecil untuk mengetahui diabetes dan penyakit jantung.

Tes DEXA saat ini hanya dapat dilakukan di rumah sakit. 

Menghitung Kadar Lemak Tubuh

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal British Journal of Nutrition, Anda bisa memasukan nilai indeks massa tubuh untuk mengetahui kadar lemak dalam tubuh dengan rumus prediksi. Berikut adalah rumus prediksi persentase lemak dalam tubuh:

  • Pria: (1,20 x IMT) + (0,23 x Usia)- 10,8-5,4
  • Wanita: (1,20 x IMT) + (0,23 x Usia)- 5,4

Contoh Kasus, Semisal Anda adalah seorang wanita berusia 23 tahun dengan tinggi badan 163 cm dan berat badan 53 kg, maka berdasarkan kalkulator IMT Anda ada dikisaran 19,9 m/kg2. Sehingga jika dimasukan dalam rumus di atas maka bisa diketahui bahwa kadar lemak tubuh Anda yaitu 23,77%. 

Rumus ini sendiri memang masih prediksi jadi tidak bisa menjamin 100%. Namun dengan punya prediksi, setidaknya Anda menjadi sadar apakah lemak dalam tubuh berisiko membuat Anda terkena penyakit mematikan. Dan mulai gaya hidup sehat dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

Berikut lemak normal yang dimiliki dalam tubuh yang sehat berdasarkan aktivitas fisik yang dilakukan:

  • Seorang atlet punya total lemak sekitar 14-20% pada wanita dan sekitar 6-13% pada atlet pria. 
  • Orang yang sering melakukan olahraga, punya lemak total sekitar 21-24% pada wanita dan 14-17% pada pria.
  • Orang yang tidak melakukan olahraga namun masih punya kadar lemak yang dikatakan normal dan sehat memiliki lemak sekitar 25-31% pada wanita dan 18-25% pada pria.

Kadar lemak sangat erat kaitannya dengan status gizi. Jika kadarnya berlebih- di atas 32% bagi wanita, lebih dari 25% pada pria maka itu sebagai pertanda ia memiliki berat badan berlebih atau obesitas dan punya risiko lebih besar terhadap penyakit kronis.

Untuk itu, mulailah membiasakan gaya hidup sehat seperti olahraga yang dapat membakar lemak dan memperhatikan makanan.

Agar lemak cepat terbakar, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen pendamping seperti Slendy. Slendy adalah tablet hisap dengan rasa anggur dan jeruk pertama di Indonesia yang terbukti ampuh mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh. 

Slendy aman dikonsumsi karena tergolong dalam suplemen makan yang melengkapi kebutuhan gizi dan menu makan sehari-hari. 

Facebook
Twitter
LinkedIn