Apa Itu Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Hal ini dapat disebabkan oleh terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh atau tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, efek yang ditimbulkan dapat berbahaya. Karena air sangat penting bagi tubuh manusia. Sekitar 60% dari tubuh manusia mengandung air. Maka ketika tubuh kekurangan cairan, organ tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. 

Kondisi ini dapat dengan cepat ditangani dan diatasi, namun jika dehidrasi tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh.

Dehidrasi Bukan Sekadar Kekurangan Air

Ketika mengalami dehidrasi, tubuh tidak hanya kehilangan cairan saja. Tubuh juga akan kekurangan beberapa zat penting yang dibutuhkan tubuh seperti  mineral dan elektrolit.

Untuk itu, minum air saja terkadang tidak cukup untuk mengatasi dehidrasi.

Ketika tubuh kekurangan elektrolit, organ tubuh tidak dapat bekerja dengan baik.

Elektrolit merupakan mineral yang berfungsi untuk membawa muatan listrik dan bergerak untuk menunjang aktivitas penting organ-organ tubuh seperti aktivitas otak, saraf, otot, dan pembuatan jaringan baru di dalam tubuh. 

Ketika kadar elektrolit di dalam tubuh tidak seimbang, risiko yang dapat muncul adalah penyakit dan gangguan organ tubuh seperti penyakit ginjal, muntah-muntah, gagal jantung, dan diare.

Sedangkan mineral dibutuhkan tubuh untuk proses pembentukan energi, pembawa sinyal ke setiap saraf yang ada di seluruh tubuh, menjaga keseimbangan asam-basa tubuh, serta komponen penting dalam hormon yang dihasilkan tubuh. 

Minum air saja tidak cukup untuk mengatasi dehidrasi karena air putih yang biasa dikonsumsi tidak memiliki dua zat yang penting bagi tubuh. 

Mengonsumsi air putih sebenarnya dapat mengatasi dehidrasi ketika kondisi ini masih terbilang ringan.

Namun ketika dehidrasi yang dialami sudah terbilang berat, hanya minum air putih tidak akan mengembalikan keseimbangan cairan tubuh kembali normal. 

Mengenal Jenis Dehidrasi dan Gejalanya

Dehidrasi dibagi menjadi dua jenis, yakni dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Keduanya memiliki gejala yang berbeda-beda dan tentunya akan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. 

Untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi dehidrasi, Anda perlu mengetahui jenis dehidrasi yang Anda alami lewat gejala-gejalanya. 

Dehidrasi Ringan

Kondisi ini mengacu ketika Anda baru mengalami dehidrasi. Jika Anda segera mengatasi dehidrasi pada tahap ini, kemungkinan besar tubuh Anda dapat kembali pulih dan berkerja dengan normal lagi.

Namun, jika tidak segera ditangani, dehidrasi ringan dapat memicu risiko yang lebih berbahaya bagi tubuh. Berikut beberapa gejala dehidrasi ringan yang sering dialami oleh manusia. 

  • Merasa haus
  • Urin berubah warna menjadi pekat
  • Frekuensi buang air kecil menurun 
  • Mulut kering dan lengket
  • Cepat lelah dan mudah mengantuk
  • Sakit kepala dan pusing
  • Sembelit

Dehidrasi Berat

Ketika tubuh sudah mengalami dehidrasi berat, risiko yang ditimbulkan sangat besar ketika segera ditangani.

Dehidrasi berat dianggap sebagai kondisi medis darurat yang dibutuhkan penanganan dengan cepat. Gejalanya yang sering terjadi adalah:

  • Mudah marah dan kebingungan
  • Mata cekung dan air mata tidak keluar 
  • Mulut kering
  • Denyut jantung cepat namun lemah
  • Sesak nafas
  • Demam
  • Kulit menjadi lebih kaku dari biasanya
  • Tekanan darah rendah
  • Kejang
  • Kesadaran berkurang

Siapa yang Berisiko Terkena Dehidrasi?

Setiap orang dapat mengalami dehidrasi. Namun, beberapa diantaranya memiliki risiko mengalami dehidrasi dari yang lainnya yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia, kondisi tubuh, serta lingkungan. Diantaranya adalah:

  • Bayi dan anak-anak memiliki risiko mengalami dehidrasi karena tubuh yang kecil sangat sensitif terhadap perubahan kadar air dan mineral.
  • Atlet akan mudah kehilangan dehidrasi karena aktivitasnya yang selalu menguras tenaga dan keringat. Jika tidak dijaga baik-baik keseimbangan cairan di dalam tubuh, atlet akan mudah terkena dehidrasi.
  • Orang yang berolahraga di tempat panas dan lembab akan mengeluarkan keringat lebih banyak sehingga risiko untuk kehilangan cairan sangat besar. 
  • Orang yang tinggal di dataran tinggi. Ketika berada di tempat yang dingin seperti dataran tinggi, tubuh akan beradaptasi dengan lebih banyak buang air kecil dan bernafas cepat.
  • Pasien diare, akan mengeluarkan banyak cairan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singat. 
  • Penderita penyakit seperti diabetes. Ketika kadar gula di dalam tubuh berlebih, cara untuk menguranginya adalah lewat urin. Karena sering buang air kecil, penderita diabetes berisiko untuk mengalami dehidrasi.
  • Mengonsumsi alkohol berlebih. Alkohol bersifat diuretik atau dapat menyebabkan intensitas urinasi semakin tinggi.

Komplikasi yang Muncul Ketika Dehidrasi

Risiko dehidrasi yang tidak segera ditangani adalah akan muncul komplikasi pada tubuh Anda. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah

  • Kejang. Kondisi ini dapat muncul karena ketika dehidrasi, tubuh akan kekurangan elektrolit terutama natrium dan kalium.
  • Masalah pada ginjal dan saluran kemih. Ketika mengalami dehidrasi berulang kali, dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.
  • Syok hipovolemik merupakan komplikasi akibat dehidrasi yang paling serius. Kondisi ini dapat membahayakan jiwa seseorang ketika tidak segera ditangani. Kekurangan cairan dapat menyebabkan volume di darah berkurang sehingga tekanan darah dan kadar oksigen menurun.

Komplikasi yang ditimbulkan akibat dehidrasi jika segera ditangani memiliki risiko yang berbahaya bagi tubuh. Sebelum dehidrasi memicu kondisi tubuh lainnya yang berbahaya, sebaiknya segera tangani sebelum terlambat. 

Periksa ke Dokter Jika

Anda dapat mengatasi dehidrasi dengan cara mengembalikan keseimbangan cairan di dalam tubuh. 

Tapi ketika hal tersebut sudah dilakukan tetapi dehidrasi tidak kunjung hilang atau bahkan menjadi lebih serius, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda ke dokter agar diberikan penanganan lebih lanjut. 

Berikut merupakan tanda jika kondisi Anda harus segera diperiksa ke dokter, diantaranya adalah

  • Mengalami diare selama lebih dari 24 jam
  • Tinja berdarah atau berwarna pekat
  • Mudah tersinggung
  • Cairan di dalam tubuh tidak dapat dipertahankan, seperti muntah-muntah atau diare.
  • Demam
  • Mengalami diare lebih dari 2 hari
  • Produksi urin lebih sedikit dari biasanya
  • Pingsan
  • Nyeri pada bagian dada atau perut

Tindakan Medis yang Biasa Dilakukan

Ketika dehidrasi sudah tidak dapat ditangani, tindakan medis pertama yang dilakukan adalah dengan mengembalikan keseimbangan cairan yang ada di dalam tubuh. Jika dehidrasi yang dialami tidak disertai oleh mual dan muntah, penggantian cairan dilakukan secara oral.

Namun ketika tanda-tanda dehidrasi sudah termasuk ke dalam dehidrasi berat, penanganannya dilakukan dengan menggunakan infus. Cairan infus yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat dengan cepat diserap oleh tubuh.

Cara Mengatasi Dehidrasi

Minum Air Putih

Cara paling mudah untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan mengonsumsi air putih. Minum air putih adalah pertolongan pertama untuk mengatasi dehidrasi, namun cairan saja tidak cukup. 

Tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas, ketika mengalami dehidrasi, air saja tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan kandungan cairan yang ada di dalam tubuh.

Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Sodium dan Air

Ketika Anda sudah memiliki tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, haus, pusing, sakit kepala, hingga air seni berwarna keruh, Anda bisa jadi mengalami dehidrasi.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi air putih,

Jika hal ini tidak berhasil, Anda dapat mencoba dengan mengonsumsi camilan yang mengandung sodium. Sodium yang terkandung dalam camilan ini dapat berfungsi sebagai pengikat air yang ada di dalam tubuh.

Minuman Elektrolit

Minuman yang mengandung elektrolit paling dianjurkan ketika tubuh telah banyak kehilangan cairan setelah beraktivitas seperti berolahraga.

Cairan yang mengandung elektrolit dapat dengan cepat menggantikan natrium, kalsium, kalium, dan magnesium yang hilang dari dalam tubuh.

Kini sudah banyak minuman yang mengandung elektrolit yang banyak dijual. Anda dapat minum minuman tersebut untuk mengembalikan kadar elektrolit tubuh Anda kembali normal.

Minuman Alami Pengganti Cairan Tubuh

Mengonsumsi cairan alami pengganti cairan tubuh seperti Renalyte bisa Anda lakukan jika Anda mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah.

Renalyte adalah larutan rehidrasi dan merupakan formulasi dari WHO. Renalyte cocok juga dikonsumsi untuk anak-anak karena memiliki rasa cocopandan yang enak dan juga steril.

Cara-cara di atas dapat mencegah dan juga menyembuhkan dehidrasi. Namun jika dehidrasi tidak kunjung hilang, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat merusak organ yang ada di dalam tubuh atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

Facebook
Twitter
LinkedIn