Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya sering buang air besar (BAB) terus menerus dengan kondisi tinja yang encer. Orang awam sering juga menyebut penyakit ini dengan istilah mencret-mencret.

Ketika Anda diare, usus yang seharusnya berfungsi untuk menyerap makanan yang masuk tidak dapat bekerja dengan baik. Karena terkontaminasi virus atau bakteri kemampuan usus untuk menyerap nutrisi dan cairan akan berkurang. 

Air yang tidak dapat diserap dengan baik dalam proses pencernaan akan menyebabkan penderitanya banyak mengeluarkan air ketika BAB.

Meskipun diare adalah penyakit yang umum diderita, khususnya di Indonesia, Anda tidak boleh menganggap remeh penyakit ini. Hingga kini, diare merupakan salah satu penyebab kematian balita terbanyak di Indonesia. 

Diare sebenarnya bukan penyakit yang berbahaya dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, namun jika tidak segera ditangani dapat berakibat fatal.

Untuk itu, segera lakukan pengobatan ketika mengalami diare. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare adalah:

Cara Ampuh Mengatasi Diare

Ada banyak cara untuk mengatasi diare. Anda dapat menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotek atau Anda juga dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti buah-buahan dan sayuran. 

Selain melakukan pengobatan, cara yang efektif mengatasi diare juga adalah dengan menjaga kebersihan dan juga menjaga pola makan yang baik. 

Untuk lebih jelasnya, simak berbagai cara untuk mengatasi diare di bawah ini.

Obat Untuk Mengatasi Diare

Obat yang tersedia di apotek ini dapat Anda konsumsi untuk mengatasi diare. Namun perlu Anda perhatikan dosis dan cara pemakaiannya. 

Meskipun beberapa jenis obat yang tersedia adalah obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, namun Anda harus tetap mengikuti anjuran pemakaian yang tertera. Mengonsumsi obat diare dengan dosis yang lebih banyak tidak akan mempercepat proses penyembuhan.

Berikut adalah beberapa jenis obat diare yang dapat Anda beli di apotek.

Loperamide

Loperamide adalah obat diare yang berfungsi untuk memperlambat gerak usus. Obat ini dapat membantu untuk menghasilkan feses yang padat ketika mengalami diare. Obat ini juga mampu mengurangi jumlah cairan yang keluar tubuh bagi penderita radang usus ketika mengalami diare. 

Loperamide dapat memiliki efek samping seperti sakit perut, mulut kering, mengantuk, pusing, sembelit, mual, dan muntah. Jadi sebaiknya Anda hindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi seperti mengemudi ketika mengonsumsi obat ini. 

Obat ini ada yang berbentuk tablet minum, kapsul, sirup dan tablet kunyah. Dosis pemakaian yang dianjurkan adalah 4 mg dan tidak boleh melebihi 16 mg dalam waktu 24 jam.

Dosis yang dianjurkan ketika mengonsumsi obat ini adalah sebanyak 4 mg dalam bentuk tablet minum, kapsul, sirup, atau tablet kunyah. Khusus untuk tablet kunyah, batas dosis hariannya tidak boleh melebihi dari 8 mg.

Jenis obat ini dilarang dikonsumsi oleh anak dengan usia kurang dari enam tahun dan bayi kurang dari 24 bulan. 

Oralit

Oralit adalah obat yang paling umum diberikan kepada penderita diare. Obat ini sangat mudah didapatkan dan sangat aman untuk digunakan bagi anak-anak dan dewasa.

Oralit mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. 

Dosis oralit untuk dewasa:

Dehidrasi ringan: 50 ml cairan oralit per kg berat badan, diminum 4-6 jam sekali.

Dehidrasi sedang: 100 ml cairan oralit per kg berat badan, diminum 4-6 jam sekali.

Dosis oralit untuk anak-anak:

Bayi usia di bawah 2 tahun: 15 ml cairan oralit per kg berat badan, satu hari sekali.

Anak-anak usia 2-10 tahun: 50 ml cairan oralit per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama, kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya.

Oralit sangat bermanfaat ketika Anda mengalami dehidrasi akibat diare. Cara ini dipercaya sangat ampuh dan efektif untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang dibanding hanya dengan minum air saja.

Suplemen Probiotik

Suplemen probiotik digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. Coli dan Salmonella. 

Probiotik adalah bakteri baik yang dibutuhkan tubuh untuk melawan peradangan usus dan bakteri penyebab diare. Probiotik juga dapat membantu untuk menyeimbangkan bakteri baik yang hidup di dalam usus agar sistem pencernaan tubuh kembali bekerja dengan normal.

Anda dapat menemukan banyak suplemen probiotik yang dijual dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk dan ekstrak cairan. Masing-masing jenisnya dapat memiliki jenis probiotik yang berbeda.

Sebaiknya sebelum membeli dan mengonsumsi suplemen probiotik untuk mengobati diare, konsultasikan terlebih dahulu kondisi Anda.

Makanan dan Minuman Untuk Mengatasi Diare

Makanan Berkuah

Makanan berkuah bermanfaat bagi tubuh terutama ketika mengalami diare. Selain mudah dicerna, makanan berkuah juga dapat memuat rasa nyaman bagi tubuh terutama bagian perut. 

Makanan berkuah seperti sup kaldu ayam, sup tomat, atau sayur sup bening baik untuk yang sedang diare. Selain dapat membantu tubuh mendapatkan cairan yang cukup, makanan jenis ini pun dapat menenangkan perut yang terganggu. 

Jenis makanan olahan seperti ini biasanya dibuat dengan menggunakan bahan yang memiliki banyak nutrisi. Vitamin dari potongan sayuran, protein dari daging, karbohidrat dari kentang atau kacang-kacangan, serta air dari kuah kaldu. 

Sup juga baik dikonsumsi oleh anak-anak ketika mengalami diare karena makanan ini lebih mudah dicerna dibandingkan makanan jenis lainnya.

Nasi Putih

Nasi putih mengandung karbohidrat yang baik untuk memberikan energi bagi tubuh. Mengonsumsi nasi ketika diare, selain dapat memberikan tenaga, nasi putih juga merupakan jenis makanan yang mudah dicerna oleh tubuh sehingga usus tidak perlu bekerja keras untuk mencernanya. 

Anda dapat juga mengolah nasi putih menjadi nasi tim atau bubur agar usus dan lambung semakin mudah mencernanya. 

Hindari mengonsumsi nasi merah. Meskipun menyehatkan namun nasi merah mengandung banyak gas sehingga kurang baik dikonsumsi ketika diare.

Makanan Tinggi Probiotik

Selain mengonsumsi suplemen probiotik, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang merupakan sumber probiotik alami. 

Probiotik yang baik dikonsumsi adalah jenis bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium dan Saccharomyces boulardii.

Bakteri tersebut dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang hilang terbilas bersama feses, serta membantu mengembalikan fungsi usus yang normal. 

Yoghurt, tempe, asinan, atau sayur kubis merupakan jenis makanan yang banyak mengandung probiotik tinggi. 

BRAT

BRAT atau banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toast (roti) adalah pola makan yang dianjurkan bagi penderita diare. 

Bahan-bahan tersebut baik untuk kebutuhan energi serta ampuh untuk mengobati diare karena memiliki kadar serat rendah. Dengan begitu, tekstur feses dapat menjadi lebih padat. 

BRAT hanya dianjurkan sebagai pola makan ketika Anda mengalami diare. Ketika diare sudah hilang, sebaiknya mulai kembali kepada pola makan yang sehat karena pola BRAT tidak mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Bahan Alami Untuk Mengatasi Diare

Wortel, Kacang Hijau, dan Buah Bit

Sayuran-sayuran penting dikonsumsi ketika sedang mengalami diare karena dapat menggantikan nutrisi yang hilang ketika mengalami diare. Wortel, kacang hijau, dan buah bit merupakan jenis sayur yang dapat Anda konsumsi.

Cara mengolah sayuran ini adalah dengan membuatnya lunak terlebih dahulu sebelum dimakan. 

Pisang

Pisang adalah jenis buah-buahan yang memiliki banyak manfaatnya bagi tubuh, terutama ketika diare. Pisang mengandung pektin yang berfungsi untuk memadatkan tekstur feses yang encer ketika diare.

Pisang juga bermanfaat untuk menggantikan cairan elektrolit tubuh karena mengandung kalium yang tinggi. 

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam pisang bisa menambah energi untuk membantu Anda melawan diare.

Apel

Ada pepatah yang mengatakan satu apel sehari dapat menjauhkan Anda dari penyakit. Apel banyak mengandung gizi yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati diare. 

Apel adalah buah tinggi karbohidrat dan gula serta pektin yang cocok untuk dijadikan makanan saat diare.

Kombinasi karbohidrat dan gulanya membantu meningkatkan stamina. Sementara itu pektin membantu menyerap kelebihan cairan di usus sehingga feses yang keluar lebih padat dan tidak berair.

Kunyit

Kunyit mengandung zat aktif kurkumin di dalamnya yang merupakan antioksidan untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa penelitian dari pakar kesehatan berpendapat bahwa ekstrak kunyit memiliki efek yang dapat menstimulasi aliran empedu, merangsang kontraksi kantong empedu, antiradang, antikanker, dan antimikroba.

Untuk mengatasi diare dengan menggunakan kunyit, cara yang paling umum adalah dengan diseduh lalu diminum. 

Jahe

Zat fitokimia yang berada di jahe adalah zat anti diare yang ampuh. Berdasarkan sebuah penelitian di 2005 menyimpulkan jika jahe memiliki kemampuan untuk melawan listeria dan E. coli dengan memperlambat pertumbuhan bakteri tersebut.

Jahe ampuh untuk mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli dengan cara memblokir zat beracun bakteri yang menyebabkan diare dan mencegah cairan menumpuk di dalam usus. Jahe juga bisa mencegah rasa mual, muntah, dan kejang perut.

Daun Sirih

Daun sirih dapat Anda gunakan juga untuk mengatasi diare dan mengembalikan kesehatan sistem pencernaan tubuh. 

Mengonsumsi daun sirih dapat meningkatkan metabolisme saluran pencernaan ketika Anda mengalami diare. Daun sirih juga merangsang usus untuk menyerap nutrisi dan mineral penting untuk kesehatan tubuh.

Selain itu daun sirih berfungsi untuk mengembalikan tingkat pH lambung untuk meredakan maag, refluks asam lambung (asam lambung naik), dan rasa sakit yang timbul karena perut kembung.

Daun Jambu Biji

Ekstrak daun jambu biji dapat membantu mengatasi diare dengan mengurangi frekuensi BAB dan menurunkan keparahan penyakit diare yang dialami.

Kandungan yang dimiliki jambu biji untuk mengatasi diare adalah adanya zat yang mirip dengan attapulgite, yaitu kandungan yang biasa terdapat pada obat diare. Fungsinya adalah untuk memekatkan kotoran.

Cara Untuk Mencegah Diare

Mencegah diare bukan hal yang sulit. Karena pada umumnya diare muncul karena kebiasaan seseorang yang kurang memerhatikan kebersihan dan menjaga makanan yang dikonsumsinya.

Untuk mencegahnya, Anda dapat mulai melakukan hal-hal di bawah ini. 

  • Rutin mencuci tangan
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sudah dicuci dengan bersih dan dimasak dengan sempurna
  • Hindari jajan sembarangan
  • Perhatikan kebersihan badan dan kebersihan lingkungan sekitar
  • Hindari banyak mengonsumsi makanan yang pedas
  • Jaga selalu kebersihan alat-alat masak dan peralatan makan Anda
  • Istirahat yang cukup dan rajin berolahraga
  • Perhatikan baik-baik kesehatan perut dan sistem pencernaan Anda

Mencegah diare juga dapat Anda lakukan dengan menjaga cairan di dalam tubuh. Anda dapat menggunakan larutan pengganti cairan tubuh seperti Renalyte. 

Renalyte adalah larutan rehidrasi atau pengganti cairan tubuh, untuk mencegah dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang.

Kandungan Renalyte seperti Natrium, Kalium, Klorida, Sitrat, dan Glukosa merupakan sumber elektrolit yang dibutuhkan tubuh manusia untuk rehidrasi dan mengembalikan kerja otot dan saraf tubuh kembali normal setelah tubuh kehilangan banyak cairan.

Facebook
Twitter
LinkedIn