Ketika Anda mengalami benturan yang cukup keras, tubuh akan mengalami memar atau lebam. Luka memar ini berwarna biru atau ungu tua serta akan terasa nyeri ketika ditekan. 

Memar dapat hilang dengan sendirinya atau Anda dapat mengobatinya dengan menggunakan beberapa teknik pengobatan sendiri. 

Apa Itu Memar

Memar adalah kondisi pada tubuh yang terjadi ketika bagian tubuh Anda mengalami benturan yang cukup keras oleh benda tumpul. Benturan ini menyebabkan pembuluh darah kapiler pecah sehingga terjadi pendarahan di bawah bagian permukaan kulit.

Ketika pembuluh darah kapiler pecah maka darah akan menyebar ke jaringan yang disekitarnya sehingga menyebabkan darah menggumpal, menimbulkan rasa nyeri, dan perubahan warna pada kulit.

Ketika terdapat memar di bagian tubuh, Anda tidak perlu khawatir karena memar dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya proses penyembuhan ini akan memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Lama proses penyembuhan memar sangat bergantung pada seberapa berat kasus ini.

Memar yang berada di bagian perut biasanya memakan proses penyembuhan lebih lama karena kemungkinan terdapat organ-organ di daerah perut yang terkena dampak memar.

Gejala yang Muncul Ketika Memar

Bagian tubuh yang terbentur akan berubah warna menjadi warna merah atau merah muda. Hal ini terjadi karena darah yang keluar akibat pecahnya pembuluh kapiler.

Luka ini akan langsung terasa nyeri jika ditekan.

Anda mungkin tidak akan terlalu menyadari perubahan warna ini karena biasanya tidak terlalu signifikan. Tergantung dari seberapa keras benturan yang terjadi.

Cara Mengatasi Memar

Memar umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Biasanya, proses penyembuhan alami memar akan memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. 

Tetapi Anda dapat mempercepat proses penyembuhan dengan cara mengobatinya. Ada banyak cara dan obat yang dapat Anda lakukan untuk mengobati memar.

Selain dapat mempercepat proses penyembuhan, cara-cara ini juga dapat mengurangi dan meredakan nyeri yang ditimbulkan oleh memar.

R.I.C.E

R.I.C.E adalah empat tahap penyembuhan luka memar dengan melakukan teknik:

  • Rest (menghistirahatkan)
  • Ice (memberikan kompres es)
  • Compression (memberikan balutan yang berupa tekanan)
  • Elevation (tinggikan area tubuh yang bermasalah)

Cara pertama dari metode R.I.C.E adalah mengistirahatkan. Pada tahapan ini Anda sebaiknya mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami memar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko cedera lanjutan dan untuk membuat proses penyembuhan memar lebih cepat.

Kompres es dilakukan untuk meringankan cedera jaringan lunak yang membuat terbentuknya memar. Manfaat penggunaan es adalah membatasi pembengkakan, mengurangi nyeri, dan mengurangi spasme otot.

Cara untuk menggunakan kompres es adalah dengan membungkus es dengan plastik lalu kemudian lapisi dengan handuk basah dan tempelkan pada bagian memar. 

Kompres es dilakukan secara berkala selama 10 hingga 20 menit kemudian diulang setiap 2 atau 4 jam sekali. Pemberian kompres es harus dilakukan selama 24 jam pertama setelah munculnya memar. 

Compression atau memberikan balutan dilakukan bersamaan dengan kompres es. Cara ini digunakan untuk membantu aplikasi es dan membatasi pembengkakan yang merupakan faktor utama untuk mempercepat masa rehabilitasi.

Elevation atau meninggikan area tubuh yang mengalami memar dilakukan dengan cara meninggikan bagian yang mengalami cedera melebihi ketinggian jantung. Hal ini dilakukan untuk membantu mendorong darah keluar dari daerah pembengkakan. 

Elevasi juga akan membantu pembuluh darah vena untuk mengembalikan darah dari area cedera ke jantung sehingga mencegah terjadinya penggumpalan darah pada bagian memar. 

Kompres Hangat

Setelah sekitar dua hari mengompres memar dengan es, ganti dengan kompres air hangat. Kompres hangat berguna untuk melancarkan sirkulasi darah pada bagian memar dan membantu membersihkan darah yang tersendat.

Anda dapat menggunakan kantong pemanas atau botol yang diisi air hangat. Lakukan ini selama 20 menit dan ulangi beberapa kali dalam sehari. 

Kompres hangat juga sangat membantu untuk memberikan rasa nyaman karena dapat mengurangi bengkak, meredakan nyeri, serta mempercepat regenerasi sel.

Salep Arnica

Salah satu obat oles yang dapat Anda gunakan untuk mengobati memar adalah dengan mengoleskan salep arnica. Arnica merupakan tanaman herbal yang direkomendasikan untuk mengurangi memar.

Khasiat dari zat yang terdapat pada arnica adalah dapat meredakan rasa sakit dan memar, serta dikaitkan dengan efek anti-inflamasi apabila diolesi ke kulit kemudian diserap. Oles salep atau gel arnica pada area yang lebam setiap hari. 

Jenis obat memar yang mengandung arnica dapat ditemukan di apotek atau toko obat terdekat. Sebaiknya Anda memilih obat salep atau gel arnica yang sudah mendapat izin edar dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) serta telah mengantongi sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

Krim Vitamin K

Vitamin K bermanfaat untuk membantu pembekuan darah. Ketika mengalami memar, mengoleskan krim yang mengandung vitamin K dilakukan untuk mencegah pendarahan lebih lanjut. 

Untuk mengobati memar, pilih vitamin K yang berbentuk krim bukan obat minum. Karena vitamin K yang diminum tidak tepat untuk mengatasi memar terlebih bagi Anda yang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah dan obat-obatan lainnya. 

Namun, obat oles vitamin K akan memberikan terapi penanganan memar, dan secara umum aman untuk sebagian besar individu.

Aloe Vera

Aloe vera atau lidah buaya dikenal memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah dapat mengurangi rasa nyeri dan iritasi pada kulit. Sebaiknya, pilih krim yang mengandung lidah buaya alami. 

Bromelain

Bromelain adalah enzim yang banyak ditemukan pada buah nanas. Enzim ini dapat membantu untuk mengurangi bengkak dan memar ketika dioleskan pada bagian luka. 

Anda dapat memanfaatkan bromelain dengan cara dioleskan dengan menggunakan krim yang mengandung enzim ini atau dengan mengonsumsi nanas dan suplemen bromelain.

Daun Peterseli

Selain arinca, bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk mengobati memar adalah daun peterseli. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun peterseli dapat mengurangi peradangan, nyeri, dan dapat menghilangkan memar dengan cepat. 

Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan daun peterseli yang sudah ditumbuk halus pada bagian memar. Kemudian bungkus dengan perban atau kain lembut.

Heparin Sodium

Heparin sodium adalah ekstrak yang didapatkan dari protein hewani, yaitu porcine dan bovine. Bovine adalah protein yang terbuat dari sapi sedangkan porcine adalah protein yang terbuat dari babi.

Heparin bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan

Obat-obat memar yang dapat Anda temukan di apotek umumnya mengandung heparin karena kandungan ini terbukti ampuh untuk mengatasi memar.

Salah satu obat oles untuk mengatasi memar ampuh yang mengandung heparin adalah thromboflash.

Thromboflash adalah salep (gel) yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati gangguan pembuluh darah seperti luka dalam alias lebam atau memar.

Thromboflash mengandung heparin sodium yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Heparin sodium yang terdapat pada thromboflash didapatkan dari protein sapi dan sudah tersertifikasi halal oleh MUI.

Jangan menggunakan obat ini pada bagian luka yang terbuka dan obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah 5 tahun.

Tahap Penyembuhan Memar Dilihat Dari Warnanya

Anda dapat mengetahui proses penyembuhan memar dengan melihat warna dari luka tersebut. Memar akan berubah warna seiring dengan proses penyembuhan. Masing-masing warna ini mewakili proses penyembuhan, yang dapat dibagi menjadi empat proses, yaitu:

Memar Berwarna Warna Merah atau Merah Muda

Bagian tubuh yang mengalami benturan akan mengalami perubahan warna menjadi merah atau merah muda. Perubahan warna ini terjadi karena penggumpalan darah di bawah permukaan kulit akibat pecahnya pembuluh darah kapiler. 

Anda dapat tidak menyadari luka ini karena perubahan warna tidak terlalu jelas tergantung pada seberapa keras benturan terjadi. Namun biasanya luka ini akan terasa nyeri ketika disentuh.

Memar Berwarna Ungu Tua atau Biru

Ketika gumpalan darah di bawah permukaan kulit berubah warna menjadi biru atau ungu tua, Anda akan mulai menyadarinya. 

Darah akan berubah menjadi warna biru atau tua karena sel darah merah yang menggumpal akan kekurangan oksigen. 

Umumnya proses penyembuhan ketika memar sudah berwarna biru dan ungu tua akan memakan waktu sekitar lima hari hingga warnanya berubah.

Memar Warna Hijau

Memar yang tadinya berwarna biru atau ungu tua akan berubah warna menjadi hijau. Jika hal ini terjadi itu tandanya luka memar sudah berangsur pulih. 

Molekul protein yang ada pada sel darah merah pada area luka akan berubah menjadi biliverdin, yaitu pigmen empedu hijau yang membuat kulit pada area sekitar luka berubah warna menjadi hijau.

Tahap ini adalah tahap di mana bagian tubuh yang luka sudah mengalami proses penyembuhan.

Warna Memar Kuning Kecokelatan

Seiring dengan berjalannya proses penyembuhan luka, warna luka yang sudah berwarna hijau ini akan berubah perlahan-lahan menjadi warna kuning kecokelatan hingga pada akhirnya kulit kembali ke warna yang semula.

Warna kuning kecokelatan ini muncul dari proses penggantian sel darah merah oleh sel darah putih.