Pernahkah Anda sedang mengambil pena yang jatuh di bawah meja, lalu ketika berdiri Anda  terbentur meja, atau saat Anda terlalu fokus pada HP sampai tidak melihat objek di depan dan akhirnya kepala menabrak pintu dan berbagai objek keras lainnya.

Pasti sakit dan kadang membuat pusing jika benturannya sangat keras. Apalagi jika kepala berbenturan dengan benda yang keras seperti kayu, besi, lantai jika terjatuh, atau bahkan benturan dengan kepala teman secara tak sengaja.

Meski kerap kali disepelekan, efek benturan dengan benda keras ini punya potensi bahaya bagi keselamatan jiwa. Karena benturan bisa saja menyebabkan cedera kepala pada Anda

Mengenal Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala ringan merupakan kondisi dimana seseorang mengalami trauma kecil atau cedera ringan di bagian kepala. Cedera ini bisa terjadi akibat terjadinya benturan dengan benda keras, kecelakaan, terjatuh, atau karena terkena pukulan.

Ketika kepala terbentur benda keras, otak terlindung oleh tengkorak, sehingga efek yang timbul tidak akan berjalan terlalu lama. Sekitar 70-80% kasus cedera kepala masuk ke dalam kategori cedera ringan.

Kondisi akibat cedera kepala ringan bisa berakibat pada terganggunya fungsi sel otak, namun hanya untuk sementara. Sehingga penderitanya bisa kehilangan kesadaran untuk sementara waktu.

Akan tetapi meskipun ringan, kondisi ini tetap harus mendapat penanganan medis agar tidak menimbulkan komplikasi seperti kerusakan, robek, atau memar pada jaringan sel otak.

Gejala Cedera Kepala Ringan

Saat kepala mengalami benturan dan cedera, maka beberapa gejala akan muncul. Gejala yang datang bisa langsung saat itu juga, beberapa hari kemudian, bahkan 1 minggu pasca benturan. Cedera kepala ringan bisa menimbulkan gejala fisik maupun psikologis.

Gejala fisik yang mungkin Anda alami dan waspadai diantaranya:

  • Kemungkinan pingsan hingga beberapa menit.
  • Kehilangan kesadaran dan membuat Anda seperti linglung, disorientasi, dan kebingungan.
  • Merasa sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan tidur seperti sulit tidur atau bahkan tidur lebih lama.
  • Kejang.
  • Pusing dan hilang keseimbangan.
  • Menjadi sensitif terhadap suara atau cahaya.
  • Timbul gangguan pada indera seperti mulut terasa tidak enak, telinga berdenging, penglihatan jadi buram, dan indera penciuman yang memburuk.

Selain gejala fisik, akibat benturan benda keras dan cedera kepala ringan juga bisa berpengaruh pada psikologis. Mulai dari kesulitan berkonsentrasi, mood yang naik turun, menjadi mudah cemas, bahkan depresi.

Jika Kita Mengalami Benturan Benda Keras, Apa yang Harus Dilakukan?

Saat Anda mengalami benturan benda keras ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memastikan jika benturan tersebut tidak menyebabkan cedera kepala yang berbahaya. Jika Anda menemukan seseorang yang mengalami benturan keras di kepala lakukan pertolongan pertama berikut ini:

  • Lakukan teknik ABC, Teknik ABC merupakan singkatan dari airways, breathing, dan circulation. Cek jalan napas, pernapasaN, dan sirkulasi orang yang terkena benturan apakah normal atau tidak. Jika tidak bisa dibantu dengan nafas buatan atau CPR.
  • Jika penderita bernapas dengan normal namun masih tidak sadar, posisikan kepala dan leher agar lurus dan gunakan tangan sebagai alas. Hindari gerakan sekecil apapun.
  • Apabila benturan menyebabkan luka luar dan terjadi pendarahan Anda bisa menghentikannya dengan memberikan penekanan pada luka menggunakan kain.
  • Akan tetapi jika benturan terjadi sangat hebat dan kemungkinan adanya patah tulang pada bagian tengkorak maka hindari melakukan penekanan pada bagian luka. Cukup tutup luka dengan pembalut luka yang steril.
  • Jika penderita mengalami mual dan muntah pasca benturan, miringkan penderita agar tidak ia tidak tersedak. Pastikan kepala tetap pada posisi lurus.
  • Apabila terjadi pembengkakan atau memar pada kepala, maka bisa dibantu dengan memberikan kompres. Selain itu bisa juga dibantu dengan salep pereda memar seperti Thromboflash. Thromboflash mengandung heparin sodium yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.
  • Jika pasca benturan terdapat benda yang menancap pada kepala, jangan pernah dicabut. Sebaiknya langsung saja pergi ke petugas medis untuk mendapat penanganan yang tepat

Selain itu jika Anda baru saja mengalami benturan dengan benda keras yang cukup hebat, seperti terjatuh dan kepala menghantam lantai sebaiknya segera lakukan tes CT-Scan. Tujuannya adalah untuk melihat ada atau tidaknya pendarahan maupun masalah lain pada otak.

Segera Pergi ke Dokter Jika Mengalami Gejala Ini pasca Benturan

Pasca kepala mengalami benturan dengan benda keras, Anda harus waspada dan segera pergi ke dokter jika muncul beberapa gejala ini:

  • Muntah terus menerus.
  • Sakit kepala semakin hebat.
  • Hilang kesadaran dalam durasi lama.
  • Tubuh terus hilang keseimbangan.
  • Kebingungan dan disorientasi.
  • Cara berbicara berubah dan menjadi tidak beraturan.
  • Kesulitan dalam mengenali tempat atau orang.
  • Muncul perubahan perilaku seperti jadi lebih mudah marah.

Jika muncul tanda-tanda di atas, bisa saja benturan yang Anda alami bukan hanya cedera kepala ringan. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan dokter untuk memastikan penyebab dan pengobatan yang tepat.