Benjolan atau bisul yang muncul pada kaki Anda mungkin membuat Anda merasa paranoid. Khawatir bahwa benjolan itu bisa saja tanda-tanda dari kanker.

Namun, tidak semua tanda benjolan itu berbahaya.Beberapa benjolan memang bisa berpotensi menjadi penyakit serius, tapi mari kita kenali apa yang jadi penyebab munculnya benjolan di kaki.

Penyebab Benjolan di Kaki

Benjolan yang muncul pada bagian tubuh seperti kaki, bisa menjadi indikator bagi kita bahwa sedang ada yang tidak beres pada tubuh. Maka kita mulai harus mengerti apa yang jadi penyebab benjolan tersebut bisa muncul sehingga kita juga dapat memberikan penanganan yang tepat. 

Lipoma

Lipoma adalah benjolan yang bentuknya seperti bola cincin. Benjolan lipoma juga bisa bergerak dengan mudahnya. Benjolan yang biasa muncul di kaki, lengan ini merupakan timbunan lemak. 

Penyebab lipoma sendiri adalah genetik atau turunan dari keluarga dan pada umumnya tidak berbahaya. Namun, jika benjolan sudah terasa sakit karena mengenai pembuluh darah atau saraf, operasi ringan mungkin perlu dilakukan untuk menghilangkan benjolan tersebut.

Kista Ganglion

Jika Anda mengalami benjolan yang tidak bergerak, kenyal, jika disentuh Anda mungkin akan merasakan sensasi sedang memegang balon air dan menyakitkan pada bagian atas kaki, bisa jadi itu adalah kista ganglion. Kista ganglion bukanlah kanker yang tumbuh karena adanya kebocoran pada jaringan di sekeliling sendi dan tendon. 

Penyebab benjolan sendiri adalah karena adanya cairan sinovial yang muncul di penghubung otot dan tulang biasanya ini terjadi karena cedera. Bentuk kista ganglion juga tidak terlalu besar biasanya hanya sebesar kacang polong.

Kista ganglion bisa sembuh dengan sendirinya, tapi jika benjolan tersebut tidak juga hilang dalam waktu yang lama dan membuat Anda merasakan sakit yang membuat aktivitas tidak nyaman dan membatasi gerak. Anda harus segera memeriksanya ke dokter dan segera menghilangkannya.

Lendir Kista

Benjolan ini biasanya muncul di ujung jari kaki Anda. Di dunia medis sendiri lendir kista disebut dengan pseudokista myxoid digital. Benjolannya akan terlihat mengkilap dan membentuk lekukan di dekat kuku Anda.

Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, bagi orang yang menderita penderita osteoarthritis mudah mengalami lendir kista ini. Dari sebuah hasil penelitian pada 2010 lalu tercatat bahwa sekitar 64%- 93% penderita osteoarthritis memiliki benjolan pada kaki mereka. 

Lendir kista ini tergolong tidak akan tumbuh menjadi sel kanker ganas. Tapi tidak ada salahnya pula untuk memeriksakannya ke dokter.

Cherry Angioma

Seorang yang mengalami cherry angioma akan punya benjolan merah, itu adalah ciri khas cherry angioma dan biasanya terletak pada kaki bagian paha. Benjolan tersebut merupakan kumpulan pembuluh darah di bawah kulit dan tidak berbahaya. 

Cherry angioma biasanya diderita oleh mereka yang berusia 30 tahun ke atas.

Keratosis Pilaris

Biasanya kondisi kulit ini akan hilang dengan sendirinya ketika berusia 30 tahun, dan tidak berbahaya. 

Keratosis pilaris pada kaki biasanya muncul di area paha. Kondisi kulit ini tidak bisa dicegah apalagi diobati, namun penampilannya bisa diatasi dari penggunaan krim dari dokter.

Penyebabnya karena penumpukan keratin atau protein yang keras pada kulit untuk melindungi kulit infeksi. Keratin yang terus menumpuk dan menyumbat folikel rambut.

Ciri-cirinya adalah kulit kering dengan bercak-bercak kasar dan ada juga benjolan kecil namun tidak membuat Anda merasa gatal dan sakit. 

Kutil 

Jenis benjolan jenis ini pasti sudah umum Anda ketahui. Kutil sendiri terjadi karena sebuah virus yang bernama HPV dan bisa menular lewat kontak kulit. Normalnya, sebelum menjadi kutil, virus tersebut akan berkembang dua sampai enam bulan. Anda juga bisa mengetahui gejala-gejala kutil, seperti:

  • Bagian kaki atau jari tangan muncul benjolan kecil dan berdaging.
  • Senada dengan warna kulit, putih, merah muda, coklat.
  • Terasa kasar ketika disentuh
  • Ada bintik-bintik kecil berwarna hitam di benjolan karena pembuluh darah yang beku.

Kapalan

Kondisi kelainan kulit yang satu ini mungkin pernah Anda alami beberapa kali, kapalan. Ciri utamanya adalah adanya benjolan yang keras dan tebal dan terasa kasar dengan kulit yang kering. Kapalan terkadang bisa terasa lunak dan menimbulkan sakit ketika disentuh.

Mata Ikan

Mata ikan atau dalam istilah medis disebut dengan clavus. Ini biasanya terjadi karena penebalan kulit akibat terkena gesekan yang terjadi terus menerus. Biasanya, mata ikan berukuran kecil, dan bagian tengah yang lebih keras dan kulit sekitar benjolan meradang. Umumnya, mata ikan paling sering dialami oleh wanita daripada pria.

Hal ini karena wanita lebih sering menggunakan sepatu yang tertutup tapi ukurannya tidak nyaman bagi kaki. 

Gejala mata ikan yang mungkin Anda rasakan adalah seperti penebalan, pengerasan serta benjolan pada kulit. Selain itu, kulit juga bisa bersisik, kering atau berminyak. Mata ikan bisa membuat rasa nyeri terutama jika mengalami tekanan. Ini adalah yang membedakan mata ikan dengan kapalan, timbulnya peradangan dan rasa nyeri.

Ada beberapa langkah pengobatan pada mata ikan dan juga bisa diterapkan pada kapalan. Beberapa langkahnya sebagai berikut:

  1. Tipiskan kulit yang menebal dengan pisau secara perlahan, jangan sampai justru itu melukai kaki Anda. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa nyeri, serta membentuk lapisan kulit baru yang sudah menebal.
  2. Gunakan obat penghilang mata ikan, ini adalah salah satu cara yang bisa mempercepat penyembuhan, pilihlah obat yang mengandung asam salisilat yang bisa melunakan permukaan kulit yang menebal dan mati tadi. Salah satu obat yang bisa Anda pilih adalah Callusol, obat oles yang terbukti ampuh menghilangkan mata ikan, kapalan, kutil dan dapat didapatkan dengan mudah.
  3. Pilih sepatu yang sesuai dan usahakan punya bantalan sol yang empuk agar tidak terlalu banyak tekanan pada kaki saat berjalan jauh atau berdiri lama.