Saat kita mengalami dehidrasi, tubuh tidak hanya kehilangan cairan air tapi juga elektrolit. Komponen air dan elektrolit merupakan dua komponen yang penting bagi tubuh.

Elektrolit memiliki fungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Elektrolit terdapat dalam darah, keringat, air seni, dan cairan tubuh lainnya. Jadi sebenarnya apa itu elektrolit?

Apa Itu Elektrolit

Mungkin elektrolit sudah tidak asing lagi Anda dengar. Elektrolit sendiri adalah partikel yang menjelma menjadi ion yang punya muatan positif dan negatif ketika larut dalam cairan di tubuh. 

Karena muatan tersebut, elektrolit pun dapat menghasilkan reaksi listrik dan bergerak menurut muatan dan sinyal di dalam tubuh. Muatan ini yang membuat kita bisa beraktivitas sehari-hari. 

Elektrolit sendiri masuk ke dalam tubuh melalui apa yang kita makan, ada beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit di mana zat tersebut punya fungsi penting bagi tubuh, zat tersebut antara lain:

Sodium (Na+)

Sodium dibutuhkan tubuh untuk membantu mengontrol cairan tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, memengaruhi tekanan darah, membantu fungsi otot, dan juga saraf.

Kadar normal sodium dalam darah adalah sekitar 135-145 milimol/liter (mmol/L). Kurang air minum, dehidrasi parah akibat terlalu banyak mengeluarkan cairan, karena diare salah satunya, dapat mengakibatkan kita kelebihan sodium atau juga disebut dengan hipernatremia.

Sedangkan kekurangan sodium dapat terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, luka bakar, terlalu banyak mengonsumsi cairan, muntah, menderita gizi buruk.

Kalsium 

Dalam tubuh, elektrolit kalsium punya fungsi untuk menjaga kesehatan tulang, bukan hanya itu, kalsium juga punya fungsi untuk menstabilkan tekanan darah, mengendalikan kontraksi otot rangka, berperan dalam penghantar impuls saraf dan gerak otot, serta proses pembekuan darah.

Kalium atau Potasium

Fungsi elektrolit kalium adalah untuk mengatur fungsi jantung dan tekanan darah. Selain itu juga punya fungsi untuk menjaga pertumbuhan tubuh yang normal, sebagai pengontrol asam basa dalam tubuh. Kisaran kalium yang normal dalam darah adalah berkisar 3,5-5 milimol/liter (mmol/L).

Kekurangan kalium biasa terjadi pada mereka yang punya gangguan makan, diare, muntah parah, dan dehidrasi berat.

Klorida

Klorida dalam tubuh membantu untuk menjaga asam-basa dalam tubuh dan peran penting dalam pencernaan. Normalnya kadar klorida ada di sekitaran 98-108 mmol/L.

Terlalu banyak mengeluarkan keringat, muntah berlebihan, menderita gagal ginjal akut, dan gangguan makan bisa menyebabkan tubuh mudah kekurangan klorida atau juga disebut hipokloremia.

Fosfat

Fosfat dan kalsium punya fungsi untuk menguatkan tulang dan gigi, serta menghasilkan energi yang baik untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan. 

Kekurangan vitamin D, kelaparan, dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kekurangan fosfat. Sementara kelebihan fosfat bisa dikarenakan cedera otot parah, kadar kalsium yang rendah, gagal nafas, minum obat pencahar yang punya dosis fosfat yang tinggi.

Bikarbonat

Mineral elektrolit yang satu ini punya fungsi mempertahankan pH yang sehat, mengatur kadar cairan tubuh, dan mengatur fungsi jantung. 

Gangguan Elektrolit

Setelah mengenal apa itu elektrolit, tahukah Anda, orang dewasa lebih rentan mengalami gangguan elektrolit dibandingkan dengan bayi?

Gangguan elektrolit sendiri merupakan kondisi ketika kandungan elektrolit dalam tubuh tidak seimbang. Ini bisa terjadi karena tubuh Anda mengandung banyak elektrolit atau bahkan kekurangan elektrolit.

Ada banyak faktor yang menyebabkan elektrolit dalam tubuh menjadi tidak seimbang, seperti:

Iklim

Ketika sedang musim panas dan kelembapan udara yang rendah, tubuh akan cenderung mengeluarkan banyak keringat. Sehingga tubuh akan mudah kehilangan cairan dan elektrolit.

Usia

Pada dasarnya kebutuhan elektrolit berbeda-beda antara masing-masing orang tergantung dari usia mereka. Hal ini karena usia seseorang memengaruhi luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan.

Anak balita dan bayi lebih mudah mengalami keseimbangan elektrolit dibanding orang dewasa. Orang lanjut usia lebih rentan mengalami gangguan elektrolit karena gangguan fungsi ginjal dan jantung.

Dehidrasi Berat

Saat tubuh dehidrasi berat, tubuh akan mengalami gangguan elektrolit karena banyak cairan tubuh yang keluar dan lepas untuk menyeimbangkan keadaan tubuh.

Diare

Ketika seseorang sedang diare, biasanya mereka akan mudah sekali kehilangan cairan termasuk juga elektrolit. 

Makanan dan Minuman yang Kaya Elektrolit

Elektrolit bisa kita dapatkan pada makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu usahakan untuk mengonsumsi yang punya kandungan elektrolit. Berikut ini beberapa makanan yang kaya akan elektrolit.

Buah dan Sayur

Sayuran punya sumber mineral yang baik untuk pembentukan elektrolit. Beberapa sayur yang bisa Anda pilih untuk mencukupi elektrolit bisa dengan bayam atau sawi.

Sayuran tersebut punya kandungan kalsium yang banyak. Selain itu, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan elektrolit sodium dengan buah pisang atau kiwi.

Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kedua jenis makanan ini punya sumber mineral yang baik dalam pembentukan elektrolit di tubuh. 

Kacang kedelai, punya kandungan kalsium yang tinggi. Sedangkan kandungan magnesium dapat dijumpai dalam kacang almond, walnut, kacang tanah, 

Olahan Susu

Pasti yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi Anda. Olahan susu seperti keju, yoghurt, punya kalsium yang tidak hanya baik untuk tulang tapi juga berfungsi untuk membentuk senyawa elektrolit agar menyeimbangkan cairan tubuh.

Air Kelapa

Tidak hanya menyegarkan, air kelapa punya kandungan kalium dan sodium yang tinggi.

Saat ini juga sudah banyak minuman elektrolit dengan kombinasi air kelapa di dalamnya. Tapi pastikan cairan elektrolit tersebut sudah terdaftar di BPOM sehingga terjamin keamanannya serta komposisinya sudah disesuaikan agar ketika Anda konsumsi tidak menyebabkan Anda mengalami gangguan pencernaan. 

Salah satu cairan elektrolit dengan air kelapa yang bisa Anda percaya untuk dikonsumsi adalah Renalyte. Dikemas dengan steril, Renalyte hadir dengan rasa cocopandan yang menyegarkan dan bisa dikonsumsi segala usia.

Renalyte juga cocok untuk mereka yang ingin mengembalikan cairan tubuh karena sakit diare atau muntah-muntah.