Sudah olahraga teratur, jaga pola makan, berat badan terjaga ideal tapi masih ada lemak membandel di area lengan, pipi, atau perut?

Jika Anda mengalami kondisi itu, maka Anda bisa mencoba terapi coolsculpting. Apa itu terapi coolsculpting?

Apa Itu Terapi Coolsculpting

Prosedur coolsculpting atau juga kerap disebut cryolipolysis, merupakan metode baru untuk menghilangkan lemak dalam tubuh dengan memanfaatkan suhu dingin. Prosedur ini pertama kali dikembangkan di Harvard University, Amerika.

Meski baru, prosedur ini sudah dinyatakan aman oleh BPOM-nya Amerika yakni FDA. Para peneliti menemukan bahwa suhu dingin ternyata bisa mematikan sel lemak secara alami dan permanen.

Jika didefinisikan maka coolsculpting merupakan salah satu metode pembentukan tubuh tanpa pembedahan atau operasi. Dengan cara membekukan sel lemak yang ada di bawah kulit hingga mati. Agar nantinya bisa luruh bersamaan dengan sistem pembuangan tubuh.

Terapi ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki lemak membandel di beberapa bagian tubuh. Seperti paha, lengan, pipi, dan perut. Meski sudah memiliki gaya hidup sehat, kadang orang memiliki lemak membandel di area tertentu akibat distribusi lemak yang tak seimbang.

Selain tanpa pembedahan, metode ini juga dapat dilakukan dengan cepat. Hanya butuh beberapa jam saja, dan Anda bisa kembali beraktivitas normal. Dan yang paling penting, biayanya juga lebih murah ketimbang operasi sedot lemak.

Step By Step Melakukan Terapi Coolsculpting 

Sebelum kita beranjak ke cara kerja, kita pahami dulu step by step saat Anda akan melakukan terapi ini. 

  • Pertama Anda diharuskan melakukan foto seluruh tubuh secara 360 derajat. Ini bertujuan untuk melihat di mana saja timbunan lemak dalam tubuh Anda.
  • Setelah itu Anda bersama dokter atau terapis bisa mendiskusikan bagian mana yang ingin dihilangkan lemaknya. Pada lengan misalnya, maka setelah itu dokter akan menandai area tersebut.
  • Pasca ditandai, area berlemak tersebut akan ditutup dengan tisu berlapis cool gel khusus yang bisa mencegah kulit iritasi. Pemasangan cool gel ini juga harus presisi, agar tidak ada rongga udara sedikitpun. Karena bisa mempengaruhi proses pembekuan lemak.
  • Jika sudah maka tahap selanjutnya adalah memasang alat coolsculpting pada area yang sudah ditandai. Mesin bersuhu kurang lebih minus 10 derajat celcius ini akan didiamkan selama 1 jam.
  • Kemudian terapi akan diakhiri dengan melakukan pemijatan. Pemijatan dilakukan secara memutar agar lemak yang sudah membeku bisa luruh dengan sempurna.

Perlu diketahui, terapi ini hanya bisa dilakukan di klinik yang sudah bersertifikasi khusus. Alat yang digunakan juga khusus dan harus lolos uji FDA untuk menjamin keamanannya. Jadi sebelum Anda memutuskan mencoba, cari dulu rekomendasi klinik yang terpercaya.

Bagaimana Cara Kerja Coolsculpting dalam Menghilangkan Lemak

Nah dari penjelasan step by step di atas mungkin Anda sudah mulai memiliki gambaran seperti apa terapi ini. Mungkin Anda masih ragu, bagaimana bisa hanya dengan alat bersuhu dingin meluruhkan lemak secara permanen?

Jadi suhu rendah yang dipancarkan alat tersebut akan menimbulkan efek panniculitis. Yakni reaksi peradangan yang terjadi pada sel lemak di bawah permukaan kulit Anda. Nah saat lemak ini membeku maka sel-sel tersebut akan mengalami apoptosis.

Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram dan tidak akan diganti dengan jaringan parut. Sel lemak yang sudah mati ini nantinya akan terbawa ke saluran limfatik.

Yakni saluran yang berguna untuk membuang kotoran serta racun dari dalam tubuh dan dikeluarkan lewat urine serta keringat.

Hebatnya lagi, sel lemak yang sudah mati ini bersifat permanen. Artinya tidak akan kembali atau memunculkan sel lemak baru. Karena proses yang berjalan alami yakni melalui sistem metabolisme. Maka hasil maksimal akan terlihat dalam 2 minggu hingga 1 bulan pasca terapi.

Satu sesi terapi coolsculpting mampu menghilangkan lemak antara 28-30 persen. Jika Anda ingin kembali melakukan coolsculpting di area yang sama, maka tunggu dulu hingga 1-3 bulan.

Terapi ini tidak bisa dilakukan oleh beberapa orang dengan kondisi khusus. Seperti penderita hipertensi, diabetes, ibu hamil, pengguna alat jantung, orang yang baru operasi, serta orang yang memiliki luka pada area yang akan dilakukan terapi.

Efek Samping Terapi Coolsculpting 

Terdengar meyakinkan bukan? Tapi bukan berarti terapi ini tidak punya kelemahan. Terlebih karena coolsculpting hanya bisa dilakukan di area tertentu saja. 

Jadi kalau Anda ingin menghilangkan lemak di perut, lengan, dan pipi sekaligus, maka Anda harus melakukan prosedur ini berkali-kali. Dan harus pula membayarnya berkali-kali sesuai banyak area yang Anda kehendaki.

Tapi di luar itu, coolsculpting juga bisa menimbulkan beberapa efek pada tubuh. Khususnya pada area yang mengalami prosedur pembekuan lemak. Berikut beberapa efek yang mungkin Anda rasakan setelah melakukan terapi coolsculpting.

Nyeri dan Bengkak

Area yang mendapat perawatan bisa saja mengalami kemerahan, nyeri, sensasi panas, dan juga bengkak. Efek ini bisa muncul antara 1-2 minggu pasca terapi dilakukan.

Kondisi ini disebabkan oleh paparan suhu dingin yang ditempelkan pada kulit dan dalam waktu lama. Gejala ini biasanya akan membaik setelah 3-11 hari.

Kulit Terasa Ditarik

Lapisan tisu dengan cool gel yang ditempelkan pada area kulit juga bisa sebabkan sensasi seperti ditarik-tarik. Efek ini akan Anda rasakan selama proses terapi berjalan.

Hiperplasia Adiposa Paradoks (PAH)

Ini merupakan efek samping terburuk dari terapi coolsculpting. Tapi jangan panik dulu, karena gejala ini sangat jarang terjadi. Ini hanya terjadi pada 2 dari 422 orang yang melakukan prosedur coolsculpting.

PAH ini akan menyebabkan sel lemak yang seharusnya mengecil malah jadi makin besar. Untuk mengatasinya diperlukan tindakan operasi khusus. Gejala PAH diantaranya:

  • Mulut kering.
  • Kulit terasa seperti terbakar.
  • Area yang mendapat perawatan coolsculpting nyeri dan mati rasa.
  • Kulit berubah jadi lebih gelap.
  • Otot bibir bawah jadi lemah dan berakibat pada gerakan leher dan dagu.
  • Pusing, keringat bercucuran, dan mual.
  • Munculnya benjolan pada area kulit yang mengeras.

Perawatan Setelah Terapi

Pasca melakukan prosedur ini, bukan berarti Anda bebas makan apa saja dan gaya hidup kembali tak terarah. Untuk menjaga bentuk tubuh mana ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Dilansir dari Kompas, Jeff Kenkel wakil ketua departemen operasi di University of Texas Southwestern Medical Center menyebut gaya hidup sehat tetaplah kunci utama dari kesuksesan terapi ini.

Ia menyarankan agar Anda jangan konsumsi kalori lebih dari 4.000 apalagi 10.000 perhari. Jika Anda khawatir dengan konsumsi kalori dan lemak harian berlebih, maka bantulah dengan suplemen pembakar lemak khusus.

Salah satunya adalah Slendy, tablet hisap pembakar lemak (fat burner) pertama di Indonesia. Slendy mengandung L-Carnitine tartrate dan Chromium yang membantu proses metabolisme untuk mempercepat proses pembakaran kalori dalam tubuh