Apakah Anda gemar mengonsumsi minuman berallkohol? Jika iya mungkin Anda harus mulai membatasi hal ini.

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satunya masalah kesehatan yang datang seperti dehidrasi. Mengapa seseorang yang berlebihan mengonsumsi alkohol bisa mengalami dehidrasi? Apa yang harus dilakukan ketika tubuh mengalami dehidrasi akibat alkohol?

Ambang Batas Mengonsumsi Alkohol

drunk girl sleeping on bed

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, Anda mungkin mengabaikan bahwa ada ambang batas kita mengonsumsi alkohol per minggu.

Untuk wanita batas normal rata-rata per minggu 1,5 botol alkohol ringan, atau empat gelas berukuran 250 ml anggur dengan kandungan alkohol yang tinggi. Bagi pria, sebuah penelitian merekomendasikan agar tidak mengonsumsi alkohol lebih dari empat gelas per hari.

Alkohol Menyebabkan Dehidrasi

Dehidrasi menjadi salah satu efek yang tanpa sadar sering dialami oleh mereka yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Ini semua adalah karena alkohol bersifat diuretik. Karena sifatnya ini menyebabkan tubuh Anda mengeluarkan cairan dari darah, melalui sistem ginjal, yang meliputi sistem ginjal, ureter, dan kandung kemih dengan kecepatan yang lebih cepat dari cairan lainnya. 

Jika Anda meminum 10 ml alkohol, Anda bisa buang air kecil sebanyak 100 ml, lebih banyak dari yang Anda minum, sehingga menyebabkan Anda dehidrasi. Sakit kepala, mulut kering, dan pusing adalah gejala dehidrasi.

Tidak hanya membuat Anda mengeluarkan cairan yang lebih banyak, dehidrasi yang disebabkan alkohol juga memengaruhi kulit Anda. Hal ini karena sesudahnya alkohol sulit direhidrasi sehingga membuat kulit Anda kering, bersisik, timbul garis-garis halus kerutan.

Mengapa Kita Bisa Dehidrasi?

Berikut ini beberapa penyebab yang mempengaruhi Anda dehidrasi lebih cepat setelah mengonsumsi alkohol.

Anda Minum dengan Perut Kosong

Jika Anda minum alkohol dalam keadaan perut kosong, alkohol dapat diserap lebih cepat ke dalam aliran darah dalam beberapa menit. Inilah yang menjadi penyebab Anda dehidrasi lebih cepat. Hal ini akan berbeda jika ketika Anda minum sambil makan, mungkin dehidrasi tidak akan terjadi dengan cepat.

Alkohol Mulai Menumpuk dalam Darah

Setelah alkohol masuk dalam aliran darah Anda,alkohol dapat mengalir ke mana saja dalam tubuh. Termasuk juga dalam otak, inilah mengapa ketika Anda dalam pengaruh alkohol Anda merasa mabuk.

Alkohol juga bisa masuk ke paru-paru dan lepas ketika Anda bernafas. Itu mengapa ada alat yang disebut Breathalyzer yang bisa digunakan untuk mengukur konsentrasi alkohol dalam darah (BAC), atau jumlah alkohol dalam darah Anda.

Alkohol Perlahan Dimetabolisme Tubuh Anda

Metabolisme tubuh Anda dapat mengubah beberapa komponen alkohol menjadi nutrisi dan energi. Tentu saja jumlahnya tidak dalam kadar yang banyak, bisanya dalam satu gelas kecil wine, satu gelas minuman keras per jam.

Alkohol Dikonversi dalam Hati dan Mulai Bertindak Sebagai Diuretik

Ketika diproses oleh enzim di dalam hati, sejumlah besar alkohol diubah menjadi asetaldehida. Zat ini bisa menjadi racun dalam dosis tinggi. Untuk memecah dan mengeluarkan zat ini, hati mengubahnya menjadi asetat. 

Alkohol juga mengurangi vasopresin, yaitu hormon antidiuretik. Hal ini memengarhui air dalam tubuh yang dihasilkan ginjal Anda.

Tindakan menekan hormon tersebut memperburuk efek diuretik dan menyebabkan dehidrasi.

Komponen Alkohol Dikeluarkan dari Tubuh

Asetat tadi kemudian dikeluarkan bersama limbah lainnya dari tubuh sebagai karbon dioksida dan air, terutama melalui paru-paru. 

Air dikeluarkan lebih cepat daripada alkohol diproses dalam tubuh. Ini dapat meningkatkan BAC Anda jika tidak segera mengembalikan kebutuhan tubuh Anda akan cairan.

Jika Anda mengonsumsi banyak alkohol saat tubuh masih memproses yang sebelumnya, kadar BAC Anda dapat meningkat cepat.

Yang Harus Anda Lakukan saat Dehidrasi karena Alkohol

Saat Anda merasa dehidrasi sesudah mengonsumsi alkohol, beberapa kiat alami  ini yang didukung sains harus Anda lakukan:

Cobalah untuk Makan

Makan tidak hanya dapat menjaga kadar gula darah, tetapi juga dapat mengurangi rasa sakit kepala karena mabuk. 

Pilihlah makanan yang kaya akan protein dan vitamin  seperti bayam, telur, dan kacang-kacangan.

Minum obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

Obat NSAID seperti ibuprofen, membatasi produksi enzim dan juga mengurangi sakit kepala akibat mabuk.

Tidurlah

Biarkan tubuh Anda beristirahat, dan jangan mengonsumsi alkohol di keesokan paginya, tubuh Anda masih belum stabil, ini dapat memengaruhi mabuk Anda.

Minum Kopi atau Teh

Mengonsumsi kopi atau teh dapat membuat Anda segar di keesokan harinya, tapi pastikan Anda telah minum banyak air, kopi atau teh juga tidak baik dikonsumsi bila Anda sedang dehidrasi karena kafein dapat memperburuk keadaan.

Olahraga

 Berolahraga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh Anda, dan menghilangkan alkohol dengan cepat.

Minum Air yang Diperkaya Elektrolit

Minuman yang kaya akan elektrolit dapat membantu Anda mengembalikan cairan tubuh dengan cepat daripada hanya air biasa. 

Kandungan elektrolit juga dapat dengan mudah Anda temui di air kelapa. Air kelapa adalah minuman alami yang mengandung banyak elektrolit. Saat ini, untuk mendapatkan elektrolit kelapa juga semakin mudah. Anda bisa mengonsumsi Renalyte yang mengandung air kelapa yang enak dan juga steril. 

Renalyte cocok dikonsumsi oleh segala kalangan, baik itu anak-anak maupun orang dewasa yang bisa didapatkan tanpa resep dokter karena tergolong obat berlogo hijau. Oleh karena itu, Renalyte bisa menjadi pertolongan pertama saat dehidrasi menyerang Anda.