Semua orang sangat mendambakan memiliki tubuh yang kurus. Berbagai cara pun rela dilakukan demi mendapatkan bentuk badan yang diidamkan, termasuk salah satunya dengan meminum slimming tea.

Ya, slimming tea jadi pilihan banyak orang karena dipercaya dapat melangsingkan tubuh dan mudah ditemukan di mana saja. Tapi apakah benar slimming tea adalah cara efektif untuk mengecilkan perut dan aman dikonsumsi?

Klaim Slimming Tea untuk Mengecilkan Perut

Slimming tea atau teh pelangsing sering diiklankan sebagai salah satu cara untuk mengecilkan perut dan detoks tubuh.

Banyak teh pelangsing mengklaim dapat merangsang pencernaan, membantu metabolisme, dan ada juga menawarkan detoksifikasi.

Namun, walau menawarkan beragam manfaat, banyak ahli kesehatan justru mengingatkan mewaspadai peminumnya. 

Apakah Slimming Tea Efektif Mengecilkan Perut dan Membakar Lemak?

Bukanlah hal yang mengagetkan jika setelah Anda mengonsumsi teh pelangsing Anda akan lebih sering ke kamar kecil. Banyak produk slimming tea mengandung zat diuretik atau pencahar, yang membuat Anda lebih sering buang air kecil atau besar.

Nah, kurang lebih seperti itulah cara kerja slimming tea. Anda pasti akan melihat berat badan Anda turun, tapi teh pelangsing hanya mempercepat hilangnya limbah/kotoran dalam tubuh, bukan lemak tubuh

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2013 lalu terhadap 26 produk slimming tea, setidaknya delapan produk mengandung diuretik, dan beberapa bahkan tidak menyertakannya dalam kandungan produk.

Menggunakan obat pencahar walau dalam kandungan teh sekalipun bukanlah cara yang efektif untuk menurunkan berat badan dan juga bukan metode penurunan berat badan yang berkelanjutan. 

Apa Saja Kandungan dalam Slimming Tea?

Mayoritas slimming tea bahkan tidak mengandung teh sama sekali, melainkan zat herbal sehingga lebih sesuai jika disebut jamu.

Banyak juga produk yang menggunakan bahan-bahan tradisional yang dianggap punya beragam manfaat namun belum teruji secara klinis apakah memang efektif membantu melangsingkan.

Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh National Institute of Health, yang mengatakan bahwa banyak bahan-bahan mereka yang belum dipelajari untuk keamanan dan kemanjurannya.

Banyak dari produk slimming tea tidak terus terang dengan kandungan yang mereka campurkan dalam produknya. Namun, sebagian produk slimming tea mengandung kafein yang tinggi.

Kafein memang dikenal dapat membantu metabolisme tubuh dan mengandung stimulan usus, misalnya ramuan dengan efek pencahar. 

Universitas Cornell mengatakan, slimming tea efektif untuk membuang limbah dan kotoran dari usus, tetapi tidak membuang kalori dan lemak dari tubuh

Seberapa Aman Slimming Tea?

Teh pelangsing secara umum dianggap memiliki efek yang rendah. Namun beberapa bahan herbal yang digunakan dapat menyebabkan permasalahan tersendiri dan berinteraksi dengan obat-obat apotek.

Yerba Mate misalnya, dapat berinteraksi dengan obat stimulan seperti amfetamin, dan ephedrine, yang dapat mengakibatkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Jadi sebaiknya Anda teh herbal ini tidak digunakan bersamaan dengan obat stimulan.

Dan bagi mereka yang punya kondisi pencernaan seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn harus menghindari penggunaan Senna.

Senna mengakibatkan bermacam efek samping, termasuk dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit karena dapat membuat Anda diare parah. Senna juga menyebabkan sembelit. 

Efek dari Senna membuat Anda buang air besar lebih sering, dan dalam beberapa kasus Senna menyebabkan kram perut dan nyeri.

Penggunaan Senna yang terus-menerus menyebabkan tubuh ketergantungan pada pencahar, sehingga akan sangat masalah pada usus untuk bekerja normal ketika Anda berhenti.

Selain itu, tingginya kafein yang digunakan juga dapat menyebabkan perut kembung, meningkatkan gas, dan membuat mual saat Anda mengonsumsi teh pencahar. Kadar kafein tinggi juga dapat membuat Anda merasa kegugupan, kegelisahan, kegelisahan, dan sakit kepala, telinga berdering, hingga menyebabkan kesulitan tidur.

Bahkan, di Amerika Serikat telah ditemukan slimming tea yang mengandung obat-obatan, racun, dan zat berbahaya lainnya.

Dalam suatu kasus pada 2014, para peneliti menemukan obat antidepresan fluoxetine (prozac) di dalam slimming tea asal Jepang dengan merek Toxin Discharged TeaTrusted Source. Obat ini menyebabkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa, apalagi ketika diminum dengan obat lainnya.

Alternatif Slimming Tea untuk Mengecilkan Perut

Pada kenyataannya, slimming tea hanya membuat Anda lebih sering ke kamar mandi. Anda sebagai konsumen harus yakin bahwa produk yang Anda beli adalah aman dan memberikan khasiat yang dijanjikan.

Daripada terjebak dalam produk yang membahayakan bagi kesehatan, Anda dapat mengecilkan perut dengan pusatkan diet di sekitar buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

Batasi konsumsi lemak jenuh, dan trans, perhatikan juga porsi makan Anda. Lakukanlah olahraga yang dapat membakar kalori. Mulailah berolahraga secara bertahap, coba juga latihan aerobik, dan latihan kekuatan dalam rutinitas olahraga Anda. 

Alternatif lain yang bisa Anda coba untuk mengecilkan perut adalah dengan suplemen makan, produk yang dibuat untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan seperti Slendy. Slendy berbentuk tablet hisap dan akan lebih efektif digunakan setelah makan.