Punya berat badan ideal merupakan dambaan setiap orang, terlebih untuk mereka kaum wanita. Namun semua itu bukanlah perkara yang mudah, segala jenis usaha pun rela dilakukan agar punya berat badan ideal. Salah satu usaha yang ditempuh adalah sedot lemak.

Cara cepat ini dipilih oleh banyak orang karena menjanjikan hasil yang instan. Namun bukan berarti tidak ada risiko dan efek samping dari sedot lemak.

Lalu, apa saja risiko dan efek samping yang ditimbulkan dari melakukan sedot lemak?

Risiko dan Efek Sedot Lemak

Sedot lemak atau bahasa dalam kedokteran dikenal dengan sebutan liposuction merupakan proses pembedahan yang menggunakan teknik hisap untuk menghilangkan lemak-lemak tertentu pada tubuh.

Daerah-daerah yang paling sering dilakukan sedot lemak antara lain perut, paha, bokong, pinggul, pinggang, dan leher.

Sedot lemak juga dapat membawa risiko, seperti pendarahan dan reaksi terhadap anestesi. Berikut ini juga efek samping lain yang perlu Anda ketahui dari sedot lemak:

Penyimpangan Kontur Kulit

Kulit adalah bagian yang lentur. Kelenturan pada kulit ini yang nantinya saat lemak dihisap menimbulkan kontur kulit yang tidak rata. Kulit Anda mungkin akan terlihat bergelombang, berkerut, atau ‘layu’.

Hal ini dikarenakan pembuangan lemak yang tidak merata dan elastisitas kulit yang buruk menjadi penyebabnya. 

Perubahan ini mungkin akan menjadi permanen. Selain itu juga, kerusakan di bawah kulit dari tabung tipis (cannula) yang digunakan juga dapat meninggalkan bekas hitam yang permanen.

Akumulasi Cairan

Seroma atau kantung cairan sementara dapat terbentuk di bawah kulit pascaoperasi. Bentuknya mirip cairan yang melepuh, dan akan terasa sedikit sakit ketika disentuh. Tapi, kantung cairan ini bisa dihilangkan dengan metode tusuk jarum, dengan begitu kantung ini akan pecah.

Emboli Lemak

Efek yang satu ini bisa dikatakan cukup mengerikan. Emboli merupakan kondisi benda asing seperti gumpalan darah, gelembung gas, atau gumpalan lemak tersangkut dalam pembuluh darah sehingga aliran darah tersumbat. 

Jika tidak segera ditangani, emboli dapat berujung pada kematian.

Mati Rasa

Setelah operasi, Anda mungkin akan mengalami mati rasa yang bisa bersifat sementara atau permanen pada area operasi. Iritasi saraf juga bisa terjadi.

Infeksi

Infeksi pada luka akan tetap muncul, walaupun operasi telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ini biasanya karena bakteri. 

Gejala dari infeksi sendiri pascaoperasi umumnya berupa ruam merah, demam, area luka menjadi panas, muncul nanah, penyembuhan lama, 

Lubang Internal

Walau hal ini jarang terjadi, canulla yang menembus terlalu dalam dapat menusuk organ internal. Jika sudah seperti ini dibutuhkan pembedahan darurat.

Masalah Ginjal dan Jantung

Efek ini menjadi efek terburuk dari sedot lemak. Hal ini terjadi saat penggunaan anestesi lidocaine dicampur dengan cairan infus. 

Lidocaine punya efek yang buruk bagi jantung, di mana detak jantung akan menurun sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Pergeseran tingkat cairan yang disuntikan dan disedot juga mempengaruhi ginjal. 

Selain itu, suntikan cairan yang berlebihan juga bisa menyebabkan cairan menumpuk di paru.

Kondisi seperti ini dapat menyebabkan kematian. 

Selain mengenal risiko dan efek dari sedot lemak, Anda juga harus paham sebenarnya seperti apa prosedur dari sedot lemak itu sendiri.

Prosedur Sedot Lemak

Lamanya proses sedot lemak bervariasi, tergantung dari teknik yang digunakan. Biasanya prosedur akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Belakangan ini teknik sedot lemak semakin beragam, namun secara umum beginilah prosedur sedot lemak:

  • Dokter memberikan anestesi, baik lokal atau umum ini sangat bergantung pada teknik yang digunakan dan jumlah lemak yang disedot.
  • Setelahnya sayatan kecil dibuat untuk memasukan canulla ke dalam kulit yang berisi lemak. Kumpulan lemak disedot dengan pompa atau jarum suntik berukuran besar.
  • Dalam proses sedot lemak, beberapa tusukan di kulit mungkin dibutuhkan untuk melakukan penyedotan lemak di area lebih luas.  Dokter juga akan menusukkan alat sedot ke berbagai sisi untuk menemukan titik penyedotan yang efektif.
  • Selang kecil akan dipasang di daerah sekitar bagian yang disedot dan selang itu akan membantu mengeluarkan cairan dan darah yang akan terkumpul setelah beberapa hari. 

Bagi Anda yang ingin melakukan sedot lemak harus mempertimbangkan baik buruknya yang akan terjadi. Apabila hanya bertujuan untuk menurunkan berat badan, maka menjaga pola makan dan menambahkan suplemen makan bisa menjadi pilihan yang tepat.

Apalagi saat ini ada suplemen makan Slendy yang ampuh dalam membantu proses pembakaran lemak dan hadir dengan rasa buah yang enak. Cara konsumsinya pun mudah, hanya dihisap, pemakaian rutin akan membantu Anda mendapatkan berat badan ideal.