Siapa sih yang seumur hidupnya tidak pernah mengalami luka pada tubuhnya. Luka merupakan kondisi yang sangat umum dan banyak dialami masyarakat. Luka sendiri ada banyak jenisnya.

Setiap jenis itu juga membutuhkan penanganan atau perawatan yang berbeda agar proses pemulihannya bisa efektif. Untuk mengetahui jenis-jenis luka dan juga cara penanganannya, simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Jenis-Jenis Luka yang Umum Terjadi

Berbagai jenis luka biasanya timbul karena penyebab yang berbeda pula. Berikut beberapa jenis luka yang umum dialami masyarakat.

Luka Tusuk

Jenis luka ini biasanya disebabkan oleh benda tajam seperti paku, jarum, dan pisau. Luka karena benda tajam ini akan menembus lapisan luar kulit dan menyebabkan pendarahan ringan hingga berat.

Luka tusuk bisa berbahaya jika benda yang menembus kulit adalah benda tajam yang kotor. Potensi terjadinya tetanus akan meningkat. Oleh karena itu perlu penanganan yang segera.

Luka Sayatan

Yakni dimana bagian tubuh mengalami sayatan akibat sesuatu yang tajam. Seperti silet, pisau, serpihan kaca, atau bahkan kertas. Sayatan menyebabkan kulit robek dan terbuka. Jika tak ditangani dengan benar, luka sayatan ini bisa menyebabkan infeksi. 

Luka sayatan yang cukup dalam juga bisa menyebabkan darah dan cairan tubuh mengucur dengan cepat dan membuat tubuh Anda lemas serat penurunan fungsi organ.

Luka Abrasi (Baret atau Lecet)

Luka jenis ini terjadi saat kulit bergesekan dengan sesuatu dengan permukaan yang kasar maupun keras. Ini biasanya terjadi saat seseorang terjatuh ke aspal maupun lantai permukaan semen. 

Luka jenis ini memang tidak akan menimbulkan pendarahan yang parah. Namun karena kulit langsung bergesekan dengan permukaan yang kotor, luka perlu dibersihkan dengan teliti untuk menghindari infeksi.

Luka Memar

Luka ini biasanya terjadi saat anggota tubuh berbenturan dengan benda keras. Tekanan yang keras menyebabkan pembuluh darah di dalam permukaan kulit pecah. Akibatnya timbul gumpalan darah dan membuat kulit terlihat lebam.

Luka memar biasanya ditandai dengan warna kebiruan, ungu, atau bahkan menghitam di area yang mengalami pendarahan internal. Untuk mengatasi ini perlu menggunakan obat khusus.

Perawatan Luka Berdasarkan Jenisnya

Setiap jenis luka membutuhkan perawatan yang berbeda. Umumnya luka ringan masih bisa ditangani sendiri di rumah, tanpa membutuhkan bantuan tenaga medis. Berikut tips perawatan luka berdasarkan jenisnya.

Luka Goresan atau Sayatan Ringan

Jika Anda mengalami luka goresan dan mengalami pendarahan yang masih ringan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan pendarahan.

  • Caranya adalah dengan tekan lembut bagian yang terluka dengan kain lembut atau kain kasa. Lalu posisikan luka menghadap ke atas.
  • Setelah itu bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir. Anda boleh menggunakan sabun, namun hanya pada bagian sekitar luka. Bukan pada bagian lukanya.
  • Jika Anda mendapati kotoran atau benda yang menancap pada area luka maka bersihkan menggunakan pinset yang sudah dibersihkan. 
  • Setelah itu oleskan salep antibiotik untuk membuat area luka tetap lembab. Antibiotik berperan untuk mencegah terjadinya infeksi saat penyembuhan luka.
  • Anda tidak perlu mengolesi luka dengan obat merah, hidrogen peroksida, maupun cairan yang mengandung iodine karena justru bisa menyebabkan iritasi.
  • Terakhir adalah tutup luka dengan perban agar tetap terjaga kebersihannya dari segala macam bakteri dan kotoran.

Luka Tusukan Ringan

Saat Anda mengalami luka tusuk dan terjadi pendarahan yang masih tergolong ringan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawat lukanya.

  • Sesegera mungkin lepaskan benda yang masuk menusuk tubuh Anda.
  • Biarkan darah mengalir keluar agar mikroorganisme yang terbawa dari benda yang masuk ke tubuh Anda ikut keluar.
  • Setelah itu segera bersihkan luka dengan air mengalir.
  • Selanjutnya bersihkan area luka dengan rivanol 2-4 kali sehari dan keringkan menggunakan kain kasa yang kering dan steril.
  • Oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi.

Jika Anda mengalami luka tusuk yang cukup dalam maka sebaiknya Anda segera pergi ke tenaga medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Luka Memar

Luka memar atau luka lebam muncul akibat pecahnya pembuluh darah kapiler di dalam kulit akibat benturan yang keras dengan benda tumpul. Saat Anda mengalami benturan sangat keras dengan benda tumpul dan terjadi perdarahan internal.

Lakukan perawatan luka memar berikut ini:

  • Setelah terjadi benturan, kompres area yang lebam dengan es atau air dingin. Lakukan selama 10 menit untuk mengurangi pembengkakan.
  • Saat tidur istirahatkan daerah yang terluka dengan memposisikannya lebih tinggi dari jantung.
  • Dua hari pasca trauma lakukan kompres hangat pada area memar untuk meningkatkan aliran darah ke area yang terluka.

Untuk mempercepat proses hilangnya luka memar, Anda bisa memanfaatkan gel atau salep yang mengandung heparin sodium. Kandungan ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar.

Sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Anda dapat menemukan kandungan ini pada produk Thromboflash.

Thromboflash adalah salep (gel) yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati gangguan pembuluh darah seperti luka dalam alias lebam atau memar. Thromboflash dijamin kehalalannya karena menggunakan heparin bovine, yang diambil dari protein sapi.