Muntah adalah hal yang sering sekali dialami oleh anak-anak. Jika sudah seperti ini, orang tua mulai merasa cemas.

Muntah sendiri adalah keadaan dikeluarkannya isi lambung melalui mulut yang seringnya didahului oleh rasa mual dan begah pada perut dan dada. Saat mual, sering kali si anak juga berkeringat, pucat, dan kehilangan nafsu makan.

Muntah secara umum sering dianggap sebagai salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bahan beracun yang tertelan, sementara rasa mual yang lebih dahulu muncul sebelum muntah adalah sebuah mekanisme untuk menahan bahan beracun tersebut untuk masuk lebih lanjut.

Lalu apa saja penyebab anak-anak bisa sering mengalami muntah?

Penyebab Muntah Anak-anak

1. Infeksi

Muntah pada anak-anak biasanya merupakan tanda infeksi saluran pencernaan.

Muntah pada anak yang diakibatkan infeksi saluran pencernaan atau yang juga dalam istilah medis disebut gastroenteritis, bisa berlangsung selama beberapa hari. Infeksi ini juga bisa menyebabkan anak mengalami diare.

2. Keracunan Makanan

Selain karena infeksi, penyebab anak mengalami muntah bisa juga karena keracunan makanan. Hal ini bisa terjadi karena anak tidak sengaja menelan sesuatu yang bersifat racun. Bisa juga karena memakan makanan yang kualitasnya sudah buruk.

Jika seperti ini, tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami muntah serta demam.

3. Anak Menderita Alergi dan Hipersensitif Saluran Cerna

Jika anak Anda menderita alergi khusus dengan gastrooesephageal refluks, keluhan muntah atau gumoh akan sering terjadi saat usia di bawah 6-12 bulan. Saat usia anak beranjak 5-7 tahun keluhan muntah akan berangsur-angsur berkurang.

Umumnya anak yang menderita alergi ini ketika usia 3-6  bulan intensitas muntah bisa 2-5 kali perhari dan akan berkurang seiring pertambahan usia. Namun, serangan gangguan muntah akan lebih berat saat terjadi infeksi saluran napas atau infeksi virus lainnya.

Keluhan infeksi virus biasanya disertai keluhan demam, badan hangat, badan pegal, nyeri otot, sakit kepala, nyeri tenggorokan, batuk atau pilek.

4. Stenosis Pilorus

Stenosis pilorus adalah gangguan yang terjadi pada bayi berupa penyempitan pada bagian ujung lubang tempat makanan keluar menuju ke usus halus.

Akibatnya hanya sejumlah makanan yang bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak yang mengalami stenosis pilorus mengalami penurunan berat badan.

Kondisi yang sangat parah bisa menyebabkan anak harus dioperasi mendadak.

5. Reaksi Obat

Muntah juga kerap terjadi karena efek samping yang ditimbulkan obat, termasuk opioid dan selective serotonin reuptake inhibitor. Obat kemoterapi dan dan beberapa entheogen (seperti peyote atau ayahuasca) menyebabkan muntah.

Apakah Muntah pada Anak Normal?

Walaupun muntah yang terjadi pada anak menyebabkan kekhawatiran bagi kita para orang tua, sebenarnya beberapa penyebab muntah pada anak-anak tidak berbahaya. Misalnya pada bayi, mereka akan sering mengalami muntah  karena membiasakan makanan yang masuk.

Menangis atau batuk juga dapat menyebabkan reflek muntah.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang muntah anak yang normal:

  • Anak tidak demam tinggi
  • Nafsu makan anak normal
  • Anak tidak rewel
  • Anak masih responsif
  • Gejala tidak berlangsung lebih dari 24 jam

Namun, Anda patut khawatir dan waspada jika anak-anak Anda muntah diiringi dengan gejala berikut ini:

  • Anak lemas
  • Pucat dan dingin
  • Nafsu makan anak hilang
  • Muncul gejala dehidrasi seperti bibir kering, menangis tapi tidak mengeluarkan air mata,
  • Muntah lebih dari tiga kali dalam 24 jam
  • Muntah dan diare 

Cara Mengatasi Muntah Pada Anak

Jika anak sudah mengalami hal seperti di atas, Anda bisa melakukan penanganan seperti berikut ini agar kondisi anak bisa membaik atau tidak semakin parah.

Bantu Anak Muntah

Saat anak muntah, bantu ia untuk menundukan kepala agar cairan muntah tidak masuk dalam saluran pernafasan. 

Hindari Makanan Padat

Jangan memberikan anak makanan padat selama 24 jam pertama setelah mereka mulai muntah. Sebagai gantinya berikan mereka cairan seperti air gula, air tebu atau oralit. 

Lakukan Penggantian Cairan

Saat anak mengalami muntah-muntah, mereka kehilangan banyak cairan terutama jika mereka juga mengalami diare. Anda harus memastikan mereka tidak kekurangan cairan yang bisa menyebabkan mereka dehidrasi.

Anda dapat menggunakan Renalyte sebagai minuman untuk dehidrasi, Renalyte terbukti ampuh mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang. Renalyte juga aman dikonsumsi untuk anak-anak dengan rasa cocopandan yang enak dan steril.