Sesudah terbentur sesuatu atau terjatuh, biasanya akan ada bekas di kulit kita, entah itu goresan, memar, atau keduanya. Tapi tahukah Anda, bahwa tidak semua benturan atau jatuh mengakibatkan memar. 

Ada juga orang yang mengalami benturan atau terjatuh tapi tidak mengalami memar sama sekali, namun ada juga orang yang mudah sekali mengalami memar walau hanya terkena benturan ringan. Lalu mengapa perbedaan semacam ini bisa terjadi?

Mudah mengalami memar usai terbentur atau terjatuh ternyata banyak penyebabnya. Berikut penyebab-penyebab mengapa kita mudah sekali mengalami memar.

Penyebab Kita Mudah Memar Ketika Terbentur

Wanita

Menurut sebuah hasil penelitian, wanita lebih mudah mengalami memar saat mereka terjatuh ataupun terbentur. 

Menurut para peneliti, hal ini ada kaitannya dengan kolagen atau jaringan penunjang jaringan pada kulit dan faktor lain seperti ketebalan kulit maupun ketebalan jaringan matriks yang punya fungsi sebagai penopang kulit serta pembuluh darah di dalamnya.

Semakin baik penopangnya maka pembuluh dara tidak akan mudah terguncang dan pecah yang bisa berakibat pada mudah munculnya luka lecet dan memar saat  terbentur sesuatu.

Berbeda dengan pria yang punya lapisan fiber di kulit lebih tebal. Jadi secara keseluruhan kulitnya akan tebal.

Menua

Menua adalah salah satu hal yang tidak bisa dipungkiri lagi. Ketika menua, seseorang akan rentan mengalami memar, ini dikarenakan struktur internal dari kulit sudah tidak mampu lagi pembuluh darah seperti saat muda.

Saat orang tua mengalami benturan akan sesuatu, maka kulit di bawahnya bergerak kesana kemari sehingga memicu apa yang dalam dunia medis disebut  dengan ‘stres mekanik’ dan menyebabkan lebih banyak memar.

Sering Terpapar Sinar Matahari

Mungkin Anda adalah salah satu orang pecinta kegiatan outdoor atau seseorang yang memang bekerja di luar ruangan. Anda kemungkinan akan mudah mengalami memar, hal ini karena sinar matahari mempengaruhi kekuatan kulit. 

Memar yang disebabkan oleh kerusakan kulit karena sinar matahari bisa dilihat dari lengan pada pria dan wanita dan bagian bawah kaki pada wanita. Sedangkan, untuk lansia memar akan terlihat pada bagian-bagian yang sering terpapar sinar matahari. 

Warna memar pada lansia pun biasanya terlihat berwarna ungu kehitaman dan biasanya memar ini sulit sekali hilang.

Minum Obat

Ternyata ada beberapa jenis obat yang jika dikonsumsi akan punya risiko menimbulkan memar. Obat-obat tersebut diantaranya kortikosteroid, antiplatelet seperti aspirin, dan antikoagulan seperti heparin dan warfarin.

Ketika meminum obat antiplatelet, Anda mungkin tidak akan mudah mengalami memar, namun sekalinya itu terjadi akan terlihat parah dan butuh waktu penyembuhan yang lama. 

Faktor Gen

Menurut hasil dari penelitian ada sekitar 18% populasi manusia yang memiliki karakter gen tertentu yang menyebabkan mereka mudah sekali mengalami memar saat terbentur. Hal ini dikarenakan reaksi tubuh ketika mengalami benturan. Biasanya ini karena mereka memiliki pembuluh darah yang lebih rapuh, ada masalah penyumbatan darah hingga jumlah kepingan darah yang rendah.

Sehingga walaupun hanya benturan ringan, mereka bisa mudah mengalami memar.

Warna Kulit

Anda berkulit putih dan pucat? Jika iya, biasanya memar lebih mudah terjadi. Tapi untuk hal ini belum ada penjelasan yang pasti, ini bisa juga terjadi karena kulit putih pucat memiliki pembuluh darah yang lebih rentan pecah. 

Kurang Nutrisi

Kurangnya kadar vitamin C pada tubuh akan berpengaruh pada kekuatan pembuluh darah Anda. Hal ini juga berpengaruh ketika tubuh butuh asupan protein yang lebih.

Di mana protein sangat berpengaruh terhadap kadar kolagen dalam tubuh. Semakin tinggi kadar kolagen, maka pembuluh darah dalam tubuh akan semakin terlindungi ketika terbentur.

Mengalami memar ketika terbentur terkadang membuat kita tidak nyaman karena rasa sakit yang ditimbulkan ketika memar tersebut tersentuh atau hal lainnya saat beraktivitas. Memar tersebut memang bisa menghilang dengan sendirinya, namun membutuhkan waktu yang sedikit lama. 

Saat mengalami memar akibat mengalami benturan, Anda dapat memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan salep yang mengandung heparin.

Namun, Anda harus hati-hati menggunakan salep yang mengandung heparin, karena banyak heparin yang mengandung minyak babi. 

Salah satu salep heparin yang halal yang bisa Anda gunakan adalah Thromboflash.

Thromboflash mengandung heparin sodium yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, sehingga membantu mengurangi peradangan sekaligus melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.