Terkadang, sebagai orang tua kita kerap kebingungan dan khawatir jika anak bayi kita mengalami tanda-tanda yang tidak baik di tubuhnya. Apalagi masih ada keterbatasan komunikasi tidak jarang tanda-tanda mereka sedang tidak baik-baik saja telat kita sadari.

Ditambah mungkin kita juga punya keterbatasan pengetahuan tentang apa yang sebenarnya dialami oleh buah hati. Salah satunya adalah penyebab mata cekung pada bayi.

Sebelum panik berlebih, simak ulasan artikel berikut ini tentang penyebab mata cekung pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya.

Mata cekung bukan hanya bisa terjadi pada mata orang dewasa, tapi juga bayi. Beberapa bayi memang punya mata cekung sehingga mempunyai kantung mata, untuk itu Anda jangan dulu panik. 

Menurut seorang asisten profesor kesehatan anak dari Northwestern University, mata cekung dan lingkaran gelap pada bayi bukanlah pertanda gangguan kesehatan yang serius. Biasanya itu pertanda bahwa si bayi kurang tidur, alergi, kondisi genetik di mana itu juga dimiliki oleh orang tua. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini 8 penyebab mata cekung pada bayi yang biasanya mereka alami.

Penyebab Mata Cekung pada Bayi

Gejala Alergi

Dalam beberapa kasus pada bayi, mata cekung muncul sebagai indikasi alergi. Tubuh bayi mungkin akan lebih sensitif pada unsur-unsur seperti debu, bahan kimia baik yang di sekitar mereka ataupun yang mereka konsumsi. 

Ketika alergi, biasanya juga diikuti oleh hidung yang mulai tersumbat sehingga membatasi aliran darah. Ini memperluas dan menggelapkan pembuluh darah menghasilkan warna gelap yang membuat mata bayi menjadi terlihat cekung. 

Anda dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan bayi menjadi alergi

Kelelahan dan Kurang Tidur

Sebagian aktivitas bayi adalah tidur, namun terkadang membuat mereka tidur bukanlah perkara mudah, kadang mereka akan menjadi rewel dan sulit sekali tidur. Akibatnya mereka menjadi kurang tidur dan tubuh mereka menjadi kelelahan. 

Begitu bayi kelelahan, tubuh mereka akan menjadi pucat dan kantung mata akan terlihat. Kantung mata adalah pembuluh darah yang melebar di bawah kulit sekitar mata.

Tidak jarang, jaringan di bawah mata itu akan membengkak karena cairan dan membuat mata menjadi cekung. Namun, tidak perlu khawatir karena ini bisa hilang dengan sendirinya ketika si bayi tertidur lelap.

Genetik

Bentuk mata bisa menjadi komponen genetik yang diturunkan dari orang tua. Jika orang tua atau anggota keluarga lain memiliki kondisi serupa, kemungkinan anak juga akan memiliki kondisi tersebut. Ini bukanlah hal yang mengkhawatirkan selama anak mengikuti gaya hidup yang sehat,  

Kurang Nutrisi

Nutrisi sangat penting bagi bayi apalagi saat mereka sedang dalam masa pertumbuhan jaringan. Kekurangan zat besi dan vitamin B12  dapat menyebabkan kurangnya oksigenasi jaringan yang tidak kuat dan akan terlihat jelas dengan perubahan bentuk mata yang menjadi cekung. 

Begitu juga ketika bayi kekurangan vitamin K, sirkulasi darah dalam tubuh akan terganggu. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi Anda memperhatikan asupan si buah hati.

Dehidrasi

Dehidrasi pada bayi sering tidak disadari orang tua, padahal jika tidak tertangani dehidrasi bisa mengancam nyawa. Hal ini karena kandungan cairan pada tubuh bayi lebih besar, yaitu sekitar 80% dibandingkan orang dewasa yang hanya 60%.

Fungsi cairan pada bayi juga tidak jauh berbeda dari orang dewasa yakni untuk menyerap zat gizi dalam darah, membantu proses pencernaan, hingga menjaga suhu tubuh. Oleh sebab itu, ketika cairan tubuh berkurang metabolisme dalam tubuh akan terganggu.

Dehidrasi akan membuat darah mengental, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang, karena zat asam ini tidak bisa bergerak sendiri tanpa dibantu oleh cairan tubuh.

Jika sudah seperti ini, mata bayi akan menjadi cekung, bayi akan menangis tanpa air mata, ini juga bisa jadi dehidrasi yang bayi Anda alami sudah masuk dalam tahap yang berat. Pada dehidrasi ringan, mata bayi tidak akan terlalu terlihat cekung dan ketika menangis masih mengeluarkan air mata walau sedikit.

Bila kondisi ini berlanjut, bayi akan mengalami syok lalu kejang. Tidak hanya itu, dehidrasi pada bayi juga bisa menyebabkan mereka mengalami kegagalan fungsi organ seperti gagal ginjal atau infeksi berat.

Penanganan dehidrasi pada bayi juga berbeda, jika usia bayi masih di bawah 3 bulan, dapat ditangani dengan memberikan ASI atau susu formula dalam jumlah yang lebih sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya.

Sedangkan bila sudah di atas 3 bulan, Anda bisa memberikan cairan khusus sebagai pendamping ASI atau susu formula, untuk mengembalikan kembali air dan elektrolit yang hilang dari tubuh. Cairan elektrolit juga bisa didapatkan dengan mudah, salah satunya ada Renalyte.

Renalyte tergolong jenis obat dehidrasi bebas dengan logo hijau. Sehingga bisa didapatkan tanpa resep dokter dan dehidrasi anak juga bisa dengan cepat diatasi.