Gas air mata kerap digunakan oleh pasukan pengaman ketika sebuah aksi mulai berlangsung ricuh. Cara ini ampuh untuk mengusir kerumunan massa dan membuat kericuhan berhenti.

Peluru gas air mata sendiri tergolong dalam senjata kimia. Gas air mata bisa dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol. Tapi tahukah Anda, apa efek terkena tembakan gas air mata? Apakah itu membahayakan?

Untuk mendapatkan kejelasannya, yuk simak artikel berikut ini!

Fakta Gas Air Mata

Menurut Encyclopedia Britannica gas air mata pertama kali digunakan saat perang dunia I pada perang kimia.

Namun karena sifat gas air mata yang sementara dan jarang melumpuhkan, gas ini mulai digunakan oleh penegak hukum sebagai cara membubarkan gerombolan, melumpuhkan perusuh, dan membuang tersangka bersenjata tanpa menggunakan alat mematikan. 

Gas air mata sendiri tidak hanya ada satu jenis saja. Ada tiga jenis gas air mata yang sering digunakan, antara lain:

  • CS (chlorobenzylidenemalononitrile)
  • CN (chloroacetophenone)
  • Semprotan Merica

Dari tiga jenis gas air mata ini, CS dan CN memiliki kandungan kimia yang lebih beragam, mulai dari arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat dan O-Chlorobenzalmalononitrile. 

Efek Terkena Gas Air Mata

Gas air mata bekerja dengan melepaskan inhalan yang menginfiltrasi selaput lendir. Gas air mata sendiri bukanlah gas melainkan senyawa kimia aktif yang terdiri dari  halogen organik sintesis yang paling umum, dan padat pada suhu kamar. 

Biasanya, efek mulai akan terasa setelah 30 detik terkena gas air mata.

Gas air mata memicu sejumlah peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, hingga paru-paru.

Mereka yang terpapar akan merasakan sejumlah gejala. Seperti sensasi panas terbakar pada mata, produksi air mata berlebih, penglihatan yang kabur, sulit bernafas, dan nyeri pada dada.

Lalu bisa juga timbul ruam, batuk, dan sulit bernapas seperti tercekik. Ada juga muncul gejala disorientasi dan kebingungan yang memicu kepanikan hingga amarah intensif.

Bahkan, bila sudah terkontaminasi gas air mata secara berat dapat menyebabkan diare dan muntah.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda tanpa sengaja terkena gas air mata, berusahalah tetap tenang dan lakukan langkah-langkah berikut ini:

Jangan Menyentuh Gas Air Mata

Granat gas air mata biasanya akan meledak di udara, dan memuntahkan wadah logam yang akan memuntahkan gas air mata. Jangan sentuh wadah logam tersebut karena panas. 

Jika Anda begitu dekat dengan gas air mata, usahakan untuk meminimalkan gas yang terhirup. Tutup rapat-rapat hidung dan mulut, lalu segera lari ke tempat yang lebih aman. Penanganan terbaik untuk masalah pernapasan adalah udara segar.  

Bila saat terkena gas air mata Anda dalam kondisi yang tidak memakai kacamata, masker atau sejenisnya, hiruplah udara di dalam baju. Karena ada sedikit sirkulasi udara di balik baju. Cara ini bisa mengurangi efek gas air mata.

Basuh Area yang Terkena Gas Air Mata

Ini menjadi pertolongan pertama. Setelah Anda menemukan tempat yang aman, segera basuh area-area tubuh yang terkena gas air mata. Cara ini bisa melindungi Anda dari kontaminasi yang menempel.

Jika ternyata area mata terkena gas air mata, basuh dengan air mengalir selama 10- 15 menit. Jangan menggosok mata karena itu akan membuatnya semakin perih. Bila Anda menggunakan lensa kontak, segera lepas dan jangan dipakai lagi.

Ganti Pakaian

Segera lepas dan ganti pakaian setelah kita terkena gas air mata. Disarankan juga untuk mengguntingnya. Jika kontaminasi cukup parah dan sulit dihilangkan, buang pakaian menggunakan plastik ke dalam tempat sampah golongan B3.

Konsumsi Susu dan Handuk Rendaman Lemon

Setelah Anda terkena paparan gas air mata, sangat disarankan untuk mengonsumsi susu murni. ini dapat meringankan rasa sakit. Untuk membantu bernafas setelah terkena gas air mata, gunakan dengan merendam handuk kecil jus lemon atau cuka.

Kemudian simpan dalam plastik untuk beberapa menit. Lalu gunakan handuk yang telah direndam yang telah diasamkan tersebut untuk bernapas.

Hal yang perlu diperhatikan juga ketika terkena gas air mata adalah mata. Memakai odol justru tidak memiliki pengaruh apa-apa saat mata terkena gas air mata. Justru odol yang terkena mata akan berbahaya karena ada partikel yang bisa menyebabkan iritas.

Ketika mata Anda terkena gas air mata, agar tidak terjadi efek yang dapat membahayakan mata, Anda bisa menggunakan cairan pembersih mata. Cairan pembersih mata juga dapat membantu mengurangi rasa iritasi pada mata. 

Salah satu cairan pembersih mata yang bisa Anda pilih adalah Yrins. Yrins terbukti ampuh membantu membersihkan mata, menyejukan dan memberikan rasa segar pada mata.