Perut buncit dapat membuat Anda risih dan mengganggu penampilan baik bagi perempuan atau pria. Perut buncit tidak hanya dialami oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih, tapi mereka yang punya badan kurus atau normal sekalipun bisa mengalami perut buncit.

Nah, biasanya hal ini karena pola hidup yang kurang sehat, terutama makanan dan minuman. Ada beberapa makanan dan minuman penyebab perut buncit, seperti berikut ini:

Makanan dan Minuman Penyebab Perut Buncit

Makanan atau minuman yang menyebabkan perut buncit harus bisa Anda hindari dari konsumsi sehari-hari. Walaupun makanan atau minuman tersebut sangat Anda suka, sebaiknya mulai Anda batasi atau hindari agar bebas dari perut buncit.

Makanan Berlemak Tinggi

Jenis makanan yang pertama adalah makanan berlemak tinggi. Dalam makanan ini biasa banyak lemak jenuh, yang bisa ditemui di minyak, daging dan olahan sejenisnya. Mengonsumsi lemak jenuh bukan lah sesuatu yang salah, namun konsumsinya harus dibatasi yaitu sekitar 5%-6% dari kebutuhan kalori total harian.

Daging olahan seperti nugget, sosis, ham, biasanya mengandung lemak jenuh yang tinggi. Hal ini karena banyaknya proses pengolahan dengan cara digoreng maupun deep fried.

Jika ingin bebas dari perut buncit, mungkin Anda harus mulai beralih menggunakan minyak zaitun sebagai alternatif memasak dan beralih mengonsumsi seafood seperti ikan-ikanan daripada daging merah atau daging olahan. Minyak zaitun dan seafood mengandung banyak lemak tidak jenuh yang tentu baik untuk tubuh.

Junk Food

Makanan yang satu ini mungkin sangat sulit untuk dihindari, tapi junk food membuat perut Anda buncit. Junk food dipercaya punya kandungan kalori yang tinggi dan kandungan lemak jenuh yang tinggi karena diolah dengan cara deep fried. 

Tidak hanya itu, junk food juga termasuk makanan yang sulit dicerna oleh pencernaan. Hal ini akan memengaruhi metabolisme dan kondisi perut secara keseluruhan. Inilah mengapa orang-orang yang begitu sering mengonsumsi junk food cenderung punya perut yang buncit.

Makanan Olahan

Pasti Anda tidak menyangka, bahwa makanan olahan seperti biskuit, kerupuk, hingga keripik juga bisa membuat perut Anda buncit. Hal ini karena kandungan kalori dan lemak yang cukup tinggi dari makanan-makanan tersebut. 

Faktanya yang tidak bisa dielakan juga adalah bagaimana mereka diolah, seperti keripik biasanya diolah dengan hydrogenated oils yang menyebabkan lemak jahat dalam tubuh. Lemak jahat juga mampu menimbulkan kolesterol, serangan jantung, dan kelebihan lemak dalam tubuh.

Sebagai alternatif jika Anda tetap ingin mengonsumsi biskuit, keripik, atau kerupuk carilah yang cara yang diolah dengan cara dipanggang.

Makanan Tinggi Kalori

Makanan seperti nasi, roti yang mengandung tepung putih, hingga kacang-kacangan harus Anda atur konsumsinya jika tidak ingin perut buncit. Karena jenis makanan ini punya tingkat kalori yang tinggi, sebagai pengganti cobalah roti dari olahan gandum atau beras merah.

Permen Karet

Pasti banyak dari Anda yang tidak menyadari, bahwa permen karet masuk dalam daftar makanan penyebab perut buncit. 

Ketika Anda sedang mengunyah permen karet secara tidak langsung Anda juga menelan udara. Udara yang tidak sengaja tertelan ini lah yang bisa menyebabkan adanya tekanan dalam perut dan perut akan terasa kembung.

Margarin

Margarin mengandung lemak trans yang menyebabkan perut buncit. Lemak trans merupakan hasil sampingan dari pengelolaan minyak dari cair ke padat. Namun sekarang, lemak trans sudah banyak dilarang.

Untuk itu, Anda mulai harus cermat ketika membeli margarin, pastikan bahwa merek margarin yang Anda beli sudah bebas dari lemak trans.

Susu

Susu bisa berkontribusi pada terbentuknya lemak perut. Tapi tidak semua jenis susu dapat menyebabkan perut buncit, tergantung dari jenisnya. Jenis susu seperti whole milk dapat memicu penumpukan lemak sehingga perut menjadi buncit. 

Susu kental manis juga bisa menyebabkan perut buncit, karena punya kandungan gula yang tinggi. Jika Anda ingin mengonsumsi susu, sekarang sudah banyak susu dengan rendah lemak yang bisa Anda pilih. Atau sebagai alternatif lain, Anda bisa mengonsumsi susu yang dibuat dari kacang-kacangan seperti susu kedelai, susu almond, susu kacang mate.

Soda

Mungkin soda adalah minuman yang menyegarkan, namun konsumsi soda dihubungkan dengan peningkatan lingkaran pinggang. Itu berarti semakin banyak soda yang Anda minum, maka risiko memiliki perut buncit semakin tinggi. Dalam soda ada kandungan gula yang tinggi dan membuat metabolisme yang buruk dalam tubuh. 

Selain perut buncit, mengonsumsi soda secara berlebih juga bisa memicu obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan masalah kesehatan pada gigi seperti gigi berlubang dan keropos.

Walaupun Anda mengganti soda dengan soda diet, itu bukanlah sebuah solusi karena faktanya menurut hasil penelitian, orang yang mengonsumsi soda diet cenderung punya lingkar pinggang yang lebih besar daripada mereka yang mengonsumsi soda biasa.

Alkohol

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan erat kaitannya dengan lingkaran pinggang yang membesar dan perut buncit. Beberapa alkohol juga punya kandungan kalori yang tinggi, contohnya bir dalam satu gelas saja setidaknya mengandung 150 kalori. 

Jika diminum secara berlebihan dan rutin, tentu saja akan membuat tubuh mengonsumsi kalori lebih banyak dan Anda menjadi buncit.

Selain beberapa makanan dan minuman penyebab perut buncit, perut buncit juga bisa disebabkan karena metabolisme tubuh yang kurang baik sehingga mengganggu proses pembakaran lemak. Jika sudah seperti ini, Anda bisa mengonsumsi fat burner yang memang bisa membantu proses pembakaran lemak, salah satunya Slendy.

Slendy termasuk dalam suplemen makan yang tersedia dalam dua rasa anggur dan jeruk terbukti membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh. Slendy juga sudah dinyatakan aman jadi Anda tidak perlu khawatir lagi salah mengonsumsi obat yang salah.